oleh

DO IT NOW OR NEVER

-Terbaru-Telah Dibaca : 24 Orang

 

Diawali dengan bergabung di WAG Belajar Menulis Gelombang 16, setiap pembelajaran penulis ikuti dengan seksama. Namun penulis tidak pernah selesai membuat resume. Terkadang perasaan ini gundah gulana dalam menyelesaikan resume. penullis bertanya-tanya dalam hati apa sebenarnya yang membuat penulis tidak bisa menyelesaikan resume pembelajaran di WAG, sementara dalam menyelesaikan tugas menulis di kuliah lancar-lancar aja, baik itu LKP, skripsi, tesis, dan sekarang sudah membuat journal Internasional (tugas MK Metedologi dan Publikasi). “Apakah karena sibuk, capek, kurang fokus, malas, atau kurang motivasi, kurang percaya diri?”

Dalam kebingungan ini tiba-tiba hati ini terpaut pada wa Bu Aam Nurhasanah tanggal 15 Oktober 2020 tentang “Minat Join Buku Antologi Bersama Bunda Kanjeng, join di link https://chat.whatsapp.com/GcaUnpZy5eMBw2eZAPkxMj namun masih juga belum sempat bergabung, 15 hari kemudian penulis membuat suatu keputusan untuk bergabung di WAG Semangat Menulis II.

”Do Its Now Or Never.”

Salah satu anggota grup yang membangkitkan semangat penulis dalam menulis beliau bernama Bu Aam Nurhasanah dengan memberi penulis sebuah link:

https://aamnurhasanah12.blogspot.com/2020/10/motivatorku-inspiratorku_15.html.

Penulis membuka link tersebut dan mulai membaca dengan cermat dan teliti tentang sosok inspirasi Bu Aam Nurhasanah, ternyata isinya benar-benar menghentakkan hati dan naruni untuk segera menyelesaikan sebuah tulisan. Bagaimana tidak sosok tersebut yang dikenal dengan Bu Kanjeng tersebut mempunyai nama Drs. Sri Sugiastuti, M.Pd. di usianya yang setengah abat masih mau belajar menulis. Sampai saat ini beliau telah banyak menulis buku.

Sungguh sebuah tantangan bagi penulis yang masih aktif di dunia pendidikan untuk berkontribusi dalam hal menulis. Penulis merasa sangat tidak ada apa-apa di hadapan Bu Kanjeng yang super hebat. Penulis mencoba untuk menulis pelan-pelan dengan membuat resume hasil kuliah di WAQ Menulis. Do its now or never, kalau tidak sekarang kapan lagi? Inilah kesempatan penulis untuk mengasah bakat menulis.

Ingatlah pesan Bu Kanjeng untuk pemula dalam menulis, ”jangan takut untuk menulis karena menulis itu suatu ketrampilan, bukat bakat, jadi teruslah menulis apa saja yang ada disekitar kita. Budayakan menulis sebagai gaya hidup, tulislah apa yang disukai dan dikuasai.”

Menurut Bu Aam Nurhasanah tentang “Tip Menulis” yang diabadikan dalam buku antologi yang berjudul “Semangat Menulis Bersama Bunda Kanjeng.” yaitu:

Langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk menjadi seorang penulis: 

  • Banyak membaca. Apa yang kita baca amat menentukan gaya kepenulisan kita
  • Mencoba menulis di komputer Anda, buku harian Anda, ataupun di media sosial seperti facebook, dan juga blog. Semakin banyak kita menulis maka kita semakin mengasah kemampuan kita untuk menulis.
  • Mengirimkan tulisan ke media cetak atau ke penerbit buku
  • Teruslah menulis Jika naskah Anda ditolak atau sudah pernah diterbitkan, teruslah menulis. Kembangkan terus kemampuan Anda dan perbanyak karya-karya Anda.

 

Tips Disiplin Menulis

Pernahkah ketika Anda punya ide, kemudian mulai menulis tapi Anda selalu menunda menyelesaikan tulisan tersebut. Berikut adalah tipsnya agar disiplin menulis.

Buat kerangka tulisan (outline).

  • Buat target/deadline
  • Fokus menyelesaikan tulisan Anda
  • Reward & punishment
  • Memilih Judul yang Menarik
  • Sesuaikan dengan tema tulisan.

Memilih judul yang menarik bagi pembaca misalnya; dengan kata-kata yang mudah di ingat dan sesuai dengan tema tulisan. Judul juga usahakan dapat memuat penasaran untuk membaca isinya.

Buku harus banyak ide-ide menarik, kalau masih kurang ide maka yang harus kita lakukan adalah;

  • Bacalah sebanyak mungkin buku.
  • Refreshing; Pergi ke tempat-tempat yang belum pernah dikunjungi untuk menyegarkan otak kita dari rutinitas.
  • Tulis apa yang bisa kita tulis jika kita belum mendapatkan ide
  • Cari referensi dari berbagai media, kita juga bisa menggunakan cara ATM (amati, tiru, modifikasi).

Tips di atas penulis baca berulang kali sampai bersahabat di dalam pikiran penulis, sehingga menggerakkan penulis untuk mencoba memulai menulis. Setelah Bu Kanjeng masih ada motivator penulis yaitu yang akrab dipanggil Om Jay (Pak Wijaya Kusuma). Beliau seorang blogger terkenal dengan berbagai prestasi dalam literasi. Bahasanya santun, enak didengar, penyampaian berstruktur sehingga mudah dipahami dan tidak membosankan.

Mengikuti WAG Menulis II, semua peserta harus membuat blog. Karena semua resumenya harus di cantumkan di blog masing-masing. Penulis mulai belajar membuat blog dengan membuka gogle namun tidak bisa tuntas, akhirnya penulis menyakan ke WAG tentang pembuatan blog. Pak D Susanto yang mengirim link tentang pembuatan blog. Ternyata sangat mudah, terimakasih Pak D. Susanto yang baik budi. Link tersebut adalah;

https://valenciaaura.blogspot.com/2020/20/membuat-blog.html?m=1

Menulis dapat diartikan sebagai komunikasi, yaitu; ada pembawa pesan (penulis), ada pesan (tulisan), ada penerima pesan (pembaca), adanya media (alat tempat di tempatkan tulisan; buku, blog, atau sosial media). Menulis membawa dampak yang positif, pengembangan kreatifitas dan inspirasi, mengingkatkan kecerdasan, kemampuan menghimpun informasi dan menumbuh keberanian.

Penulis menyadari bahwa selama ini penulis masih kurang berani, untuk memulai menulis di WAG, namun setelah banyak menghimpun informasi dari berbagai nara sumber yang hebat, maka tumbuh suatu keberanian untuk memulai menulis.

Semoga ke depan penulis akan lebih lancar dalam menyalurkan ide dan kreatifitas. Tentu tidak terlepas dari bimbingan para pakar/ahli yang ada dalam WAG ini. Terakhir, penulis membucapkan banyak terima kasih atas bimbingan dan motivasi yang telah diberikan kepada penulis terutama Bu Kanjeng, Bu Aam Nurhasanah, OM Jay, dan Para Nara Sumber, serta teman seperjuangan.

Sebelum pindah ke penulis selanjutnya alangkah baiknya mari kita cermati kata-kata bijak di bawah ini. semoga bisa menambah tekat kita dalam menulis.

“Jika kamu tidak mengejar apa yang kamu inginkan, maka kamu tidak akan mendapatkannya. Jika kamu tidak bertanya maka jawabannya adalah tidak. Jika kamu tidak melangkah maju, kamu akan tetap berada di tempat yang sama”

– Nora Roberts –

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed