oleh

Baiti Jannati (8)

#KMAA40#

Allah akan selalu menguji hambanya untuk mengetahui seberapa besar kadar keimanan seseorang dan seberapa besar keikhlasandan kesabarannya dalam menerima ujian dari Allah. Semakin tinggi tinggi keimanannya semakin ikhlas dan sabar dalam menerima dan menyikapi ujian yang diberikan kepadanya, maka akan semakin besar pahala yang akan diberikan Allah seperti yang dijanjikan dalam Al Qur’an surat Al Baqarah 155-157 yang bunyinya “Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata “Inna lillahi wa inna ilaihi raji‘un” (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali).Mereka itulah yang memperoleh ampunan dan rahmat dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.”

Ujian yang diberikan oleh Allah tidak selamanya berupa kesedihan dan kekurangan atau kemiskinan, tapi juga kenikmatan dan kekayaan harta, pangkat dan kedudukan. Sehingga apabila kita mau menyadari sesungguhnya kenikmatan, harta, pangkat dan kedudukan adalah ujian yang bagi sebagian orang tidak menyadarinya. Ujian bagaimana kita bisa selalu bersyukur atas nikmat yang Allah berikan dan berbagi kenikmatan dengan sesama serta tidak lalai akan kenikamatan dunia yang hanya sesaat.

Orang yang sedang diuji kekurangan harta dan kesulitan hidup akan meminta pertolongan dan mendekatkan diri pada Allah Sang Maha Kaya Maha Pemberi, namun orang yang sedang diuji kenikmatan hidup dan kekayaan seringkali lupa dan melalaikan Tuhannya Sang Maha Pemberi, merasa diri hebat dan sombong. Naudzubillah.

Ya, Allah Ya Robb …mungkin apa yang kualami saat ini adalah ujian yang Engkau berikan pada kami, aku dan Mas Aro. Ya, Allah ampuni aku…hambaMu yang penuh dosa dan khilaf yang tak kuasa dan sabar akan ujian yang Enkau berikan ini, yang terlena dengan kilau dunia dan kenikmatan sesaat, yang terlena dengan sanjungan, yang acuh dan masa bodoh dengan sindiran, bahwa itu semua adalah teguran agar hamba tak jauh melangkah dan membiarkan hati bermain-main api.  Namun sebaliknya hamba menyukainya dan berharap ini tak berakhir dan hamba terus terjerumus ke dalamnya, ke dalam lubang rasa yang seharusnya hamba hindari, menyukai sosok pria lain di hati ini.

Ya Allah Ya Robb mohon ampun dan mohon matikan rasa yang ada di hati ini, rasa yang menggoda dan sekaligus rasa yang melukai hati hamba, hati suami hamba, hati dia dan istrinya. Ya Allah jangan jadikan hamba orang yang merusak kebahagian orang lain, jangan jadikan hamba menyakiti suami hamba, menghancurkan keharmonisan rumah tangga yang sudah puluhan tahun kami bina. Ya Allah Ya Robb Engkaulah Maha Mengetahui segala isi hati, apa yang ada di lubuk terdalam hati hamba, Engkaulah yang mampu membolak-balikkan hati dan perasaan hamba, tolong hilangkan rasa ini, kuatkan hamba untuk tidak meneruskan rasa ini, kuatkan hamba untuk memulai tak ada rasa apapun terhadapnya. Hilangkan, matikan rasa ini dan kembalikan suami hamba agar tak menjauh dan curiga lagi. Hamba mohon ampun Ya Allah Ya Rahman Ya Rahim, semoga ini menjadi pelajaran hidup bagi kami, Jangan biarkan ada orang ketiga diantara kami. Jangan biarkan Mas Aro tak mencintaiku lagi, Jangan berhenti tuk mencintai aku, karena aku mencintainya.

Tangisku pecah malam itu saat tahajud memohon petunjuk dan ampunan pada Allah, mengakui dosa dan khilaf setelah sekian lama aku tak melakukan tahajud. Aku pasrah, memohon ampunan dan curhat, atas apa yang mengganjal dan menyesakkan dada. Semoga di hari-hari mendatang tak ada rindu, kangen dan hati berbalik seperti dulu, tak ada yang istimewa untuk Pak Sis. Dan aku harus bisa untuk melakukannya. Harus bisa. Amin.

bersambung….

 

Tentang Penulis: Noorlanyati

Gambar Gravatar
Noorlanyati, guru IPA SMP Negeri 42 Semarang. Email noorlanyati@gmail.com NPA PGRI 1201016759

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed