oleh

Ku Yakin Prahara Akan Berakhir (5)

KMAA#32

Minggu ini banyak tugas yang harus aku selesaikan. Setelah libur panjang Hari Raya Idul Fitri, tugas sekolah menanti. mempersiapkan pembelajaran dan tugas-tugas lain yang berkaitan dengan administrasi laboratorium , yang kebetulan minggu depan akan diadakan supervisi laboratorium IPA.

Rasa kantuk terasa amat menyerang karena semalam memang kurang tidur yang dikarenakan harus berjaga. Suhu badan Huda 38 derajad yang membuatku khawatir dan terus mengkompres dahinya dengan air dan lap yang setiap saat kuganti bila kering. Merawat anak yang sakit mengakibatkan tubuh juga terasa sangat penat, dan aku harus minum obat sakit kapala agar pusingnya berkurang.

Hari ini Jumat kebetulan jam mengajar lebih awal, pulang pukul 10.00 WIB sehingga aku bisa segera pulang dan memeriksakan Huda ke dokter. Aku khawatir panasnya belum reda saat tadi pagi kutinggal berangkat ke sekolah.Walau tadi pagi sudah minum obat, rasa pusing ini masih agak terasa.

Setiba di rumah segera kutemui Huda, dan memang panasnya sudah mereda, meski agak pucat, karena  beberapa hari ini memang susah makan. Huda  kuboncengkan dengan motor, dan dia duduk di depan. Belum jauh kami berjalan, tiba-tiba dunia terasa gelap, Aku sudah tak sadarkan diri.

 

*****

“Dimana aku..?”, tersadar dan kepala terasa sangat pusing.

“Alhamdulillah..Ibu sudah siuman. Tenang bu..Ibu ada di rumah sakit”, kata perawat di sampingku.

“Di rumah sakit? Dimana Huda? Tadi dia bersama aku..” Dan dunia terasa gelap tiba-tiba. Aku pingsan lagi.

Sayup-sayup kudengar dua orang bercakap-cakap tentang  aku namun aku tak mengenalnya. Dalam bawah sadarku, dua orang ini mengatakan bahwa belum waktunya. belum saatnya. Dan dua orang ini, wajahnya tak terlihat karena tertutup jaket berkerudung berwarna hitam, segera meninggalkanku. Entah siapa, entah bagaimana dua orang yang kukenal itu terus berdialog sambil berlalu dari pandanganku. Aku terjaga dan sadar dari pingsanku lagi.

“Ibu, ibu ada di sini. ibu tadi jatuh dari motor bersama adik. Kini adik ada di UGD sedang dalam pemeriksaan. Adik baik-baik saja bu,” kata perawat itu lagi.

“Dik, Nung. Alhamdulilah. Kamu selamat. Allah masih  melindungi kamu. Huda ada di IGD. Tadi saat kamu berboncengan naik motor sama Huda, tiba-tiba kamu jatuh dan ditolong oleh Bu Kris”, kata Mas Aro. Bu Kris  adalah tetangga kami yang kebetulan saat kejadian itu dia mau keluar ke arah jalan  yang sama seperti yang kulewati dengan Huda. Perumahan kami letaknya di perbukitan. Jalannya berliku-liku dan naik turun. Memang harus hati-hati  apalagi pada pertigaan jalan antara Balai Bahasa dan arah menuju ke arah jalan Ketileng.

Beberapa kejadian aneh saat melewati pertigaan itu, kerap terjadi.

Tentang Penulis: Noorlanyati

Gambar Gravatar
Noorlanyati, guru IPA SMP Negeri 42 Semarang. Email noorlanyati@gmail.com NPA PGRI 1201016759

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed