oleh

Kuyakin Prahara Akan Berakhir (3)

KMAA#30

Setelah kejadian itu, aku insyaf bertaubat dan berjanji tak akan mengulanginya lagi. Aku menangis dan minta maaf pada Mas Aro. berkali-kali kucium tangannya dan memohon ampun atas semua kekhilafan yang telah aku lakukan. Dengan lembut dan penuh kasih sayang Mas Aro memelukku dan membisikan kata-kata yang menyejukkan hati. Dia tidak marah, Dia memaafkanku dan segera membawaku pulang dari toko swalayan itu.

Hari itu adalah hari yang tak pernah kulupa sepanjang hidupku, hari yang memalukan sekaligus menyadarkanku, betapa nistanya seseorang bila mempertaruhkan nama baik demi mendapatkan apa yang diinginkan, dan ini merupakan pelajaran yang sangat luar biasa untukku dan untuk suamiku. Dari wajahnya aku bisa melihat dia menyesal dan merasa bersalah, mengapa aku bisa berbuat senekat ini, tentu karena terpaksa dan sungguh sangat terpaksa. Tapi untungnya masalah ini bisa diselesaikan secara baik-baik dan tidak dilaporkan ke yang berwajib. Ya, Allah. sungguh hamba sangat menyesal dan tak pernah membayangkan apabila masalah ini menyebar dan sampai ke pihak yang berwajib. Dan, semoga ini tak menjadikan Mas Aro menaruh rasa benci padaku. Jangan berhenti untuk mencintaiku.

*****

Mbangun nikah bukan sekedar mengulang akad nikah tapi bertujuan memperbaiki atau memperindah (tajammul) dan kehati-hatian (ihtiyat) yang dalam hukum Islam diperbolehkan, sepanjang tidak merusak akad nikah yang pertama. Dalam fikih Islam istilah ‘mbangun nikah’ dikenal dengan tajidun nikah¬†yang artinya memperbaiki nikah. Semoga ini langkah yang benar, yang merupakan mediasi untuk mencegah terjadinya perceraian. Semoga ke depannya kami lebih hati-hati dalam berucap, tidak asal bicara tanpa dipikir dan bisa mengontrol emosi saat kemarahan datang. Dan nasihat yang paling indah adalah sering mengucapkan istigfar saat hati mulai memanas, sehingga kita bisa meredam kemarahan dan segera ambil air wudlu, sholat dua rakaat untuk menghilangkan kemarahan. Dalam Al Baqaroh ayat 45 dituliskan yang artinya “Dan mohonlah pertolongan¬† (kepada Allah) dengan sabar dan sholat. Dan (sholat) itu sungguh berat kecuali bagi orang-orang yang khusyu’.

bersambung …

Tentang Penulis: Noorlanyati

Gambar Gravatar
Noorlanyati, guru IPA SMP Negeri 42 Semarang. Email noorlanyati@gmail.com NPA PGRI 1201016759

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed