oleh

Kuyakin Prahara Akan Berakhir (4)

KMAA#31

Awal mulai kehidupan yang lebih baik dan tertata aku rasakan setelah perjalanan pernikahan kami memasuki usia lima tahun kedua. Nuru Huda sudah berumur  tahun, mulai masuk sekolah TK A waktu itu. Usia dimana masa keemasan dalam mencapai perkembangan otak yang maksimal.

Anakku tumbuh menjadi anak yang tampan. Garis-garis ketampanan wajahnya mulai kelihatan. Dari hidungnya yang mancung, kulitnya bersih, bola matanya hitam berkilat. Bila bicara wajahnya tersungging senyum. Memang dulu aku menginginkan anak kedua ini perempuan, dengan harapan melengkapi sulungku yang laki-laki. Tapi, saat dianugerahi anak kedua laki-laki, ya tidak mengapa. Laki atau perempuan sama, bagiku laki-laki nanti akan membahagiakan kedua orang tuanya terutama ibunya. Karena dalam ajaran Islam, laki-laki harus berbakti pada kedua orang tuanya.dan kehidupan kedua orang tunya menjadi tanggungan anak laki-laki. Sedangkan anak perempuan harus berbakti pada suaminya.

Huda bersekolah di TK Bhayangkara yang terletak di Aspol Ketileng. Dia memang ingin bersekolah di sana, karena di TK tersebut pada hari sabtu memakai seragam khusus yaitu seragam polisi. Inilah yang menarik buat anak-anak, karena TK ini memang punya branding bahwa polisi adalah sahabat anak, dimana satu bulan sekali diajarkan tentang kepolisian, misalnya pengenalan rambu-rambu lalu lintas, tata tertib berkendara, tugas pak polisi sebagai aparat kemanan negara dan lain-lain. Tentu dikemas dalam nuansa pembelajaran yang menyenangkan dan gembira bagi anak-anak. dengan tujuan anak-anak tidak takut dengan polisi.

Huda saat bersekolah di TK Bhayangkara sangat rajin dan selalu bersemangat setiap hari. Apalagi bila hari sabtu tiba. Selalu ada yang diceritakan pada mamanya tentang pembelajaran hari itu. Dia anak yang pemberani dan pintar. Awal masuk sekolah pertama dia tidak usah ditunggui seperti kebanyakan anak-anak lainnya saat baru pertama kali masuk sekolah. Dia mudah bergaul dan banyak omomg. Ini yang membuatnya cepat menyesuaikan diri di tempat yang baru, dan ini sangat membantu aku, karena aku tak perlu repot harus ijin terlambat masuk beberapa hari untuk menjaga anak saat hari pertama masuk sekolah.

Setiap pagi aku mengantar Huda ke sekolah karena kebetulan TK Bhayangkara searah jalan ke tempat mengajarku di SMP Negeri 20. Pulangnya aku langganan mobil anatar jemput yang memang melayani rute sekolah-rumah bagi anak-anak yang berekolah di sana. Pak Man adalah sopir mobil antar jemput di sekolah itu yang aku mintai tolong untuk menjaga dan mengantar pulang Huda. Dia orang sabar dan penyayang anak-anak hingga aku tak perlu khawatir akan keselamatan anAkku saat aku bekerja.

bersambung…

Tentang Penulis: Noorlanyati

Gambar Gravatar
Noorlanyati, guru IPA SMP Negeri 42 Semarang. Email noorlanyati@gmail.com NPA PGRI 1201016759

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed