oleh

Keajaiban menulis – Part 1

-YPTD-Telah Dibaca : 212 Orang

Oleh : Noralia Purwa Yunita

Menggali ingatan lama, menilik kembali masa lalu ketika masih berstatus mahasiswa. Ternyata penulis telah lama menyukai dunia tulis menulis. Memang belum sampai hingga tahap membuat buku ataupun mengirimkan tulisan ke media cetak,tetapi paling tidak dari beberapa karya penulis, telah memberikan keuntungan tersendiri bagi diri penulis.

Di tingkat perguruan tinggi, lomba karya tulis ilmiah mahasiswa (LKTIM)merupakan ajang perlombaan bergengsi di tingkat mahasiswa selain lomba pemilihan mahasiswa berprestasi. Mulai dari tingkat yang diselenggarakan oleh universitas hingga tingkat nasional, banyak sekali pilihan LKTIM yang dapat diikuti oleh mahasiswa se Indonesia. Program kreativitas Mahasiswa adalah salah satu lomba karya tulis paling bergengsi yang sering dilirik oleh setiap mahasiswa. Selain karena diselenggarakan oleh DIKTI, jika lolos maka akan memperoleh uang pembinaan yang terbilang besar. Pekan ilmiah tingkat Nasional (PIMNAS) pun dapat diikuti jika berhasil hingga tahap akhir.

Berbekal pengetahuan selama mengikuti UKM Penelitian (ekstra kurikuler untuk mahasiswa bidang penelitian), penulis telah beberapa kali mengikuti berbagai lomba karya tulis. Dimulai dari tingkat universitas, provinsi hingga nasional. Dan alhamdulilah, telah ada beberapa karya yang berhasil meraih juara dan didanai oleh penyelenggara lomba. Dimulai dari LKTIM tingkat universitas yang berhasil meraih juara 3, Program kewirausahaan dan pengabdian masyarakat oleh provinsi Jawa tengah yang berhasil lolos dan didanai penelitiannya, serta PKM DIKTI yang juga berhasil didanai program penyelenggaraan nya. Meskipun belum bisa meraih juara nasional, paling tidak dari beberapa karya yang penulis lombakan, penulis mendapatkan sejumlah besar uang pembinaan dan penghargaan.

Melalui tulisan, banyak keuntungan yang penulis bisa raih. Uang pembinaan yang didapatkan, digunakan oleh penulis untuk biaya kuliah selama 4 tahun program sarjana. Bahkan, untuk kegiatan penelitian skripsi sendiri, penulis tidak mengeluarkan uang pribadi sedikitpun, karena rancangan skripsi yang penulis buat, penulis ajukan dalam program hibah skripsi tingkat universitas. Dan beruntung bagi penulis, rancangan skripsi tersebut diterima dan semua biaya penelitian skripsi penulis ditanggung penuh dari pihak LPPM universitas. Keajaiban menulis benar-benar dirasakan oleh penulis saat itu. Hampir selama menyelesaikan perkuliahan di tingkat sarjana, tidak ada uang pribadi yang keluar guna biaya kuliah. Semuanya telah tercukupi dari uang pembinaan yang diperoleh penulis ketika menjuarai lomba.

Tidak berhenti sampai disitu, ketika ingin melanjutkan kuliah magister, penulis berupaya untuk mencari program beasiswa magister. Saat itu yang menawarkan program beasiswa adalah DIKTI . Salah satu persyaratannya adalah menulis rancangan proposal tesis model penelitian dan pengembangan (R&D). Penulis mencoba untuk berkarya lagi agar dapat memperoleh beasiswa tersebut. Rancangan proposal tesis ditulis sesuai dengan aturan dari DIKTI. Dan rasa syukur penulis rasakan kembali ketika pengumuman beasiswa itu keluar. Nama penulis terpampang di daftar penerima beasiswa kuliah program magister. Hanya bermodalkan sebuah karya tulisan ilmiah berupa rancangan tesis, penulis dapat merasakan kuliah S2 gratis tanpa biaya sedikitpun selama 2 tahun perkuliahan. Bahkan semua rangkaian kegiatan penelitian tesis juga dibiayai oleh universitas dari mendapatkan program Hinah tesis tingkat universitas. Keajaiban menulis dirasakan kembali oleh penulis.

Dari sini, penulis benar-benar mulai mencintai dunia tulis menulis. Hal ini karena, lewat tulisan, penulis bisa menyelesaikan program sarjana dan magister gratis tanpa mengeluarkan uang pribadi sedikitpun. penulis tetap akan terus belajar untuk dapat menulis lebih bagus dan bagus lagi. Karena setiap torehan kata yang dituliskan, akan memberikan suatu keajaiban tersendiri bagi penulisnya.

Semarang
20 Agustus 2021

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed