oleh

Terobosan Baru Untuk YPTD

-YPTD-Telah Dibaca : 225 Orang

Hadirnya YPTD laksana oase bagi para penulis pemula. Susahnya menembus penerbitan mayor dan biaya penerbitan yang cukup tinggi di penerbitan indie, membuat para penulis pemula berpikir ulang untuk menerbitkan buku solonya. YPTD yang di nahkodai oleh bapak Thamrin Dahlan memberikan solusi jitu bagi para penulis yang ingin menerbitkan bukunya. Slogan penerbit YPTD ikhlas, membuat para penulis tidak perlu berpikir keras mengenai pembiayaan terbitnya buku. Terbukti selama satu tahun ini, sudah 257 karya buku yang diterbitkan oleh YPTD.

Memang tujuan awal YPTD bukanlah meraih profit sebesar-besarnya. Pengembangan literasi adalah fokus utamanya. YPTD membuka pintu selebar-lebarnya bagi siapapun yang ingin menerbitkan buku melalui YPTD. Namun, masih ada beberapa hal yang perlu dipikirkan untuk kemajuan YPTD ke depannya.

1. Adanya editor
Editor mempunyai peranan sangat penting dalam menghasilkan sebuah karya yang berkualitas. Memang, tidak ada tulisan yang tidak bagus. Namun, jika karya tulisan tersebut dipoles kembali oleh seorang editor, bukankah pembaca akan semakin senang membaca karya kita?

Selama ini YPTD memang belum mempunyai tim editing. Dahulu, almarhum bapak Dian Kelana yang mawakafkan dirinya membantu teman-teman penulis sebagai editor draft buku. Berduet dengan bapak Ajinatha yang ahli membuat cover buku YPTD, para penulis sangat terbantu sekali dalam menyempurnakan draft buku sebelum diterbitkan. Namun, sepeninggal almarhum, tim editing belum dibentuk kembali. Padahal adanya editor akan membantu penulis menyempurnakan self editingnya.

2. E book YPTD
Pembaca dan penulis ibarat dua sisi mata uang, saling melengkapi satu sama lain. Pembaca butuh penulis, begitupun sebaliknya. Namun terkadang, buku yang kita tulis dan cetak ulang butuh waktu yang relatif lama untuk sampai ke tangan pembaca. Biaya ongkos kirim biasanya menjadi salah satu pertimbangan pembeli mau atau tidak membeli buku kita. Harga ongkos kirim yang lebih mahal di bandingkan harga buku, menjadi masalah tersendiri. Solusinya adalah menghadirkan e book selain adanya buku cetak fisik. Bagi pembaca dengan lokasi yang jauh dan menghabiskan lebih banyak biaya ongkos kirim buku, e book menjadi solusi terbaik. Demikian halnya harapan saya untuk YPTD. Semoga di usia YPTD yang setahun ini, memberikan terobosan baru dengan menghadirkan e book YPTD. Dengan demikian, penulis tidak lagi khawatir bahwa buku yang dicetak ulang akan menumpuk karena belum menemukan calon pembeli. Hadirnya e book YPTD juga memberikan alternatif cara membaca terbaru bagi pembaca. Pembaca tidak lagi harus membawa buku kemana-mana. Cukup membuka file e book tersebut di HP, maka kapanpun dan dimana pun pembaca ingin membaca buku, akan mudah terlaksana.

Terobosan baru bagi YPTD di usianya yang setahun ini memang sangat dibutuhkan. Apalagi di jaman yang serba digital ini. Kemajuan teknologi yang pesat dapat turut membantu mempercepat kemajuan literasi. Penerbit merupakan salah satu sarana yang dapat mengembangkan kemajuan literasi. Apalagi jika penerbit tersebut didukung dengan digitalisasi yang baik, majunya literasi tidak perlu menunggu waktu lama lagi.

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed