oleh

Hadiah Akhir Tahun dari YPTD

-Pendidikan, YPTD-Telah Dibaca : 114 Orang

Akhir tahun memang direncanakan ingin ditutup dengan sebuah karya. Karya bersama antara guru dan tiga orang siswi hebat dari salah satu SMP negeri di kota Semarang. Kembali, penulis mempercayakan penerbitan buku kepada YPTD. Ini adalah buku ketiga yang proses penerbitan nya dibantu oleh YPTD di bawah asuhan bapak Thamrin Dahlan. Cover buku didesain oleh seniman hebat bapak ajinatha. Hasilnya pun tidak pernah mengecewakan. Pekerjaan yang dilakukan di bawah tangan profesional memanglah berbeda.

Naskah buku dikirimkan Minggu tanggal 27 Desember 2020 dan keesokan harinya ISBN sudah keluar. Sungguh proses yang teramat cepat. Lebih mengejutkannya lagi, hari ini, tepat di penghujung tahun, pak Thamrin selaku pembina YPTD memberikan kabar jika buku sudah selesai dicetak dan siap kirim ke alamat masing-masing penulis. Kado terindah dari YPTD bagi kami para penulis sungguh tiada tara. Kegesitan tim YPTD untuk memproses buku dari awal pengajuan ISBN, cetak hingga pengiriman buku memang layak untuk diberikan jempol. Hal ini mungkin tidak akan ditemui di tempat lain. Salut untuk YPTD..

Sedikit bercerita tentang isi buku kolaborasi ini. Buku ini terinspirasi dari adanya pandemi Covid 19 yang sedang menyerang hampir di seluruh penjuru negara. Pandemi yang berlangsung selama berbulan-bulan dan belum tahu dimana ujungnya serta kapan selesainya, mempengaruhi segala bentuk kehidupan manusia. Tidak hanya aktivitas manusia yang mulai berubah, sikap dan pola pikir semenjak datangnya pandemi pun mulai ada perubahan. Buku ini membagikan kisah seorang guru dan beberapa siswanya yang bergelut di tengah kejamnya pandemi. Buku yang menceritakan bagaimana seorang guru dan siswa melakukan kegiatan pembelajaran di masa pandemi, kisah orang tua dan anak selama pandemi, kisah seorang warga negara menyikapi adanya pandemi serta kisah sebagai warga masyarakat yang hidup di tengah pandemi.

Melalui buku ini kita akan diberikan motivasi bahwa adanya wabah tidak melulu dijadikan sebuah musibah. Wabah bukan berarti segalanya serba susah dan akhirnya malas hingga lengah. Justru dengan adanya wabah dan di tengah segala kesulitan yang ada, kreativitas harus keluar agar kita dapat bertahan dan menang menghadapi wabah tersebut. Buku ini juga mengajari sikap dan pola pikir seperti apa yang harus kita tanamkan selama pandemi. Hingga akhirnya, pandemi yang terjadi tidak membuat kita putus asa dan menyerah melainkan berjuang untuk mencapai kemenangan. Buku ini cocok dibaca oleh semua kalangan terutama di masa pandemi seperti sekarang ini untuk menggugah semangat agar tidak pasrah dengan keadaan yang ada.

Komentar

Tinggalkan Balasan

1 komentar

News Feed