oleh

Ketemu Pak JK di Solo dan Ibu Jokowi, Catatan Perjalanan (2)

Setelah “bernostalgia” dengan Pak Kiai, Ustadz Abubakar Ba’asyir (UAB), kami juga ketemu Pak JK (Jusuf Kalla) dan ibu kandung Presiden Joko Widodo di Solo. Berikut ceritanya.

Dari Jakarta, awalnya naik tol layang Tanjung Priok – Cawang, proyek mercusuar yang dibangun PT Citra Lamtoro Gung, grup perusahan Mbak Tutut (Siti Hardiyanti Rukmana), putri Presiden RI kedua, Soeharto.

Meski masih pagi, tapi kondisi lalulintas di jalan bebas hambatan ini ternyata kontradiksi dengan namanya. Bukan bebas hambatan, tapi malah padat merayap. Akhirnya stir banting ke kiri, keluar tol dan memilih jalur biasa. Saat melintasi Kota Bekasi, juga sudah mulai ramai kendaraan.

Pk. 07.30 Mampir sarapan bubur ayam di Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi. Sekalian mencoba top up lagi e-money, isi ulang angin pada ban mobil dengan nitrogen.

Pk. 08.00 melanjutkan perjalanan kembali ke Cikarang Jababeka, sambil bernostalgia di depan hotel Batiqa dan President University. Pengelola di dua tempat ini pernah mengundang kami sebagai blogger untuk direview usaha hotel dan lembaga pendidikan mereka. Lalu perjalanan dilanjutkan dengan mengambil jalur tol arah Cikampek

Pk 09.00 Istirahat di rest area. Mencari lokasi “bersemedi” ke toilet, lalu sejam kemudian meninggalkan rest area. Itu setelah istirahat dan mencarikan makanan cemilan buat cucu dan kakeknya yang menyetir hehe..

Di Km 93, ada mobil truk nyelonong keluar jalur tol. Diduga sopirnya mengantuk. Juga di Km 329 ada mobil box yang “nyenggol” besi pembatas jalan tol di jalur darurat sebelah kiri.

Pk. 12.00 mampir di rest area Km 207 A untuk sholat Dhuhur di Masjid At Taqwa sambil sekalian beristirahat.

Pk. 15.20, mampir beristirahat di rest area Km 379 A ruas Tol Batang – Semarang. Sekalian mengisi bensin full tangki yang sebelumnya sisa 4 strep (1329 km). Kami mengisi 24,7 liter Rp.189.330.  Pk. 16.30 melanjutkan perjalanan lagi.

Pk.18.15 keluar Tol Colomadu dan memasuki kota Solo. Praktis perjalanan dari Jakarta menghabiskan waktu 12 jam, termasuk ketika mampir istirahat di beberapa rest area.

Pk. 19.00 tiba di hotel Grand Amira di Jalan Veteran, Kota Surakarta, Solo. Hotel ini sudah dibooking sejak masih di Jakarta via online. Kami mengambil 2 kamar. Satu kamar Rp 216.000/malam. Setelah cek ini, kami keluar makan malam ke Wedangan Banyu Legi (WBL) Jl Dewi Sartika No. 38 Danukusan, Solo.

Di sini lokasinya teduh, adem dan lumayan luas. Wedangan ini terdiri beberapa ruangan yang disekat-sekat. Begitu memasuki tempat kuliner ini, pengunjung disambut oleh pegawainya yang ramah, dengan petugas kasir di sebelah kanan.

Beberapa meja dan bangku untuk pengunjung, berderet rapih. Juga ada suara music live dari organ tunggal. Posisinya pas di tengah ruangan. Saya tidak membuang kesempatan. Iseng menyanyi lagu Panbers, “Hidup Terkekang”.

Pk. 20.40. mampir minum wedang ronde, di areal Pasar Triwindu, di depan Puro Mangkunegaran. Wedang Ronde terbuat dari tepung sagu, kacang, kolang-kaling dengan air jahe.

Itulah catatan perjalanan saya ke Solo untuk hari pertama.

Cerita Sebelumnya : Nyobain Tol Jawa Jakarta – Surakarta, Catatan Perjalanan (1)

Hari kedua di Solo, Jumat 15 November 2019.

Pk. 09.00 Keluar dari hotel Grand Amira di Jalan Veteran Solo mencari sarapan. Tempat kuliner yang dituju adalah Warung Soto Ayam Gading 1 di Jalan Brigjen Sudiarto No. 75, Gading, Harjodipuran, Solo.

Pk. 10.00 Dilanjutkan belanja ke pusat batik Pasar Klewer.

Pk. 11.00 menyeberang ke Mesjid Agung Surakarta untuk sholat Jumat. Setelah sholat balik lagi ke Pasar Klewer mengambil mobil yang diparkir.

Pk. 13.00 Dilanjutkan belanja batik ke toko Sri Ratna. Lalu pulang istirahat ke hotel.

Pk. 18.00 menghadiri acara ramah tamah dengan peserta Mubes KKSS di hotel Lorin. Hadir antara lain Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dan ibu kandung Joko Widodo.

Hari ketiga di Solo, Sabtu 16 November 2019.

Pk. 10.00 belanja batik ke Pasar Klewer dan makan siang di kantin pasar.

Pk. 12.00 makan siang Soto Seger Boyolali Hajjah Fatimah, Jl. Bhayangkara.

Pk. 13.00 menghadiri pembukaan Mubes KKSS di hotel Lorin. Hadir antara lain mantan Wakil Presiden Muh Jusuf Kalla (JK), sekaligus membuka Mubes selaku Pembina KKSS.

Suasana Mubes sempat “memanas” dan hujan protes. Peserta dari daerah keberatan dan disampaikan di forum rapat. Mereka curiga, koq kandidat Ketua Umum “dikumpulkan” di ruangan VIP, dimana ada Pak JK di sana.

 

Muchlis Patahna, seorang notaris di Jakarta dan juga pengurus DPP KKSS, akhirnya terpilih sebagai Ketua Umum. Pelantikan pengurus lengkap, kemudian dilakukan di Sasono Langen Budoyo, TMII Jakarta Timur, pasca Mubes di Solo.

Pk. 21.00 menikmati suasana malam Minggu dengan lesehan di halaman Pasar Triwindu, Jl Diponegoro, Keprabon, Banjarsari, Surakarta. Sambil lesehan makan sate kere, wedang jahe, juga dihibur oleh musikalisasi puisi dari anak milenial Surakarta.

Hari keempat, Sabtu 16 November 2019, cek out dari hotel dan kembali ke Jakarta. Rencana mau pulang ke Jakarta lewat Jogya tapi batal. Akhirnya menyelusuri lagi jalur “Tol Jawa” — seperti ketika berangkat menuju Solo, 14 Nopember 2019 silam (Selesai).

Nur Terbit

#KMAA26

Tentang Penulis: Nur Terbit

Nur Terbit (Nur Aliem Halvaima), Profesi Jurnalis, Lawyer, Youtuber, Penulis Buku "Lika-Liku Kisah Wartawan" (PWI Pusat 2020), "Wartawan Bangkotan" (YPTD 2020), "Mati Ketawa Ala Netizen" (YPTD 2020), "Bunga Rampai Prahara di Tengah Corona" (YPTD 2021), menulis di Kompasiana, Viva, Lintas Kompas, Pos Sore, Terbitkan Buku Gratis YPTD, freelance di beberapa media, Lahir di Makassar Sulsel 10 Agustus 1960, Suami 1 Istri, Ayah 2 Anak, Kakek dari 2 Cucu.

Komentar

Tinggalkan Balasan

1 komentar

News Feed