oleh

Pengalaman Pasang Internet, Nama WiFi Tetangga Lucu-lucu

Apa yang membuatmu kesal saat lagi asyik berselancar di internet lalu tiba-tiba sinyalnya hanya berputar-putar? Ya, gangguan internet. Bisa jadi paket habis atau Wifi lagi “semaput”. Maka apa yang bisa Anda lakukan?

Mungkin emosi tingkat dewa kali ya? hahaha…Yang pasti, derita yang luar biasa dialami bagi pengguna internet, adalah ketika jaringan internet terganggu. Apalagi pekerjaan menumpuk dan semuanya dikejar “dead line”. Ya sudah. Wassalam hehe…

INTERNET NURTERBIT
Antene dalam (fiberhome) untuk WiFi (foto dok Nur Terbit).

Inilah cerita ketika memasang jaringan internet di rumah atau di kantor. Awalnya, sekitar beberapa tahun silam, ada orang yang menawarkan pemasangan wifi First Media. Waktu itu saya lagi menunggu giliran sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Setelah didata nama saya sebagai pemohon calon pelanggan WiFi, beberapa hari kemudian datanglah teknisi ke rumah di Bekasi, memasang antene dalam dan di luar rumah (dipasang di atap rumah).

Rupanya, pola kerja perusahaan pemasangan wifi First Media ini, mungkin juga hampir perusahaan semua melakukan, lain bagian promo lain pula bagian teknisi.

WIFI TETANGGA

Lain lagi kalau berselancar di internet melalu jaringan Wifi dari rumah. Sering membuat muncul nama jaringan internet wifi dari tetangga yang “bocor” ke peralatan komunikasi maupun perangkat laptop kita. Nama wifi mereka kadang lucu-lucu. Misalnya seperti contoh di bawah ini.

“Jangan Diambil”
“Modal Dong”
“Nyari WiFi Nih Yeee”

Tiga rangkaian kalimat di atas, sering saya temukan setiap kali buka layar handphone dan mau mengaktifkan WiFi. Itulah nama-nama WiFi yang lagi online. Nama-namanya nyleneh…Pasang internet, ada WiFi pakai nama ‘Modal Dong’

Barangkali ini sudah jadi “problema nasional” untuk ekonomi keluarga, jika menggunakan internet. Dampak langsung adalah biaya langganan bulanan internet, terutama di masa pandemi Corona.

“Sebel deh kalau jaringan internet di rumah gangguan melulu. Belajar daring anak pun jadi terkendala,” begitu kira-kira keluhan keluarga yang menggunakan internet. Itu pula yang dikutip Admin Kompasiana dalam memilih topik tulisan berlebel “Pasang Internet”.

Di komplek perumahan tempat tinggal saya di Kota Bekasi, cukup banyak yang sudah pasang WiFi internet. Bahkan sudah sejak lama ada jaringan internet dari Speedy Telkom.

Nah teman-teman semua, Anda pakai jaringan internet apa sih di rumah? Sudah coba merek apa saja?

Saya sendiri sebelumnya pernah pakai modem flashdisk, pernah juga modem yang dilengkapi kartu. Tapi perusahaan pengelola jaringan internet tersebut, kini sudah gulung tikar.

KEBUTUHAN INTERNET

Sebagaimana kita ketahui, kebutuhan internet menjadi salah satu yang terpenting selama setahun belakangan. Terutama di masa pandemi Covid19.

Berikut ini, kisah pengalaman saya bagaimana cara memilih internet yang sesuai dengan bujet, lokasi tempat tinggal, besaran kuota/kecepatan, sampai paketannya.

Pada akhirnya akan kembali kepada diri masing-masing. Mana yang lebih  dipilih: beli paket internet untuk ponsel, beli modem, atau pasang wifi?

Bagaimana cara mengajukan aplikasi untuk pasang wifi? Apa saja suka, duka, dan kiatnya? Karena kadang-kadang beberapa provider belum masuk ke regional tertentu kan?

Saya sendiri sekeluarga di rumah, memang pengguna setia internet semuanya. Istri misalnya, sehari-hari sebagai guru TK merangkap kepala sekolah.

Istri saya, Bunda Sitti Rabiah paling sering menggunakan internet untuk koordinasi dengan tim guru dan orang tua murid, termasuk memberikan materi tugas via daring.

Sementara saya dan putri saya Fifi SHN di rumah, juga pengguna jaringan internet karena termasuk blogger, influencer, youtuber, buzzer yang setiap saat terima orderan menulis blog, endorse produk atau share konten video ke YouTube.

 

INTERNET NURTERBIT
foto : pixabay/nurterbit

WIFI KANTOR

Cara daftar WiFi Indohome. Googling dulu. Ketemulah alamat admin Indihome. Terus daftar. Bayar Rp317.500 untuk deposit selama setahun berlangganan. Sedang tagihan bulanan auto debet, M/banking, internet banking, kantor pos dan lain-lain.

Lalu teknisi datang pasang antena luar dan dalam. Mereka juga minta persyaratan administrasi dengan mengirimkan email dan nomor HP dikirim Kamis 1 Juli 2021.

Jumat 2 Juli 2021 dihubungi lagi mau  datang pasang wifi. Setelah itu WiFi pun mulai difungsikan. Sebagai pelanggan, diingatkan agar pembayaran biaya pemakaian WiFi mulai tanggal 5 – 20 setiap bulan.

Tapi faktanya, hari itu Kamis dan baru tanggal 19 Agustus 2021, WiFi di kantor sudah mati total. Kami menghubungi teknisi melalui chat WA. Beberapa menit kemudian WiFi aktif lagi.

WIFI RUMAH

Awalnya, sekitar beberapa tahun silam, ada orang yang menawarkan pemasangan wifi First Media waktu saya lagi menunggu giliran sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Setelah didata nama saya sebagai pemohon calon pelanggan WiFi, beberapa hari kemudian datanglah teknisi ke rumah di Bekasi, memasang antene dalam dan di luar rumah (dipasang di atap rumah).

Rupanya, pola kerja perusahaan pemasangan wifi First Media ini, mungkin juga hampir perusahaan semua melakukan, lain bagian promo lain pula bagian teknisi.

webinar nur terbit
Webinar atau diskusi virtual seperti ini juga butuh jaringan internet yang memadai (foto Nur Terbit)

 

Buktinya, saya didata sebagai calon pelanggan WiFi di gedung Pengadilan Negeri Jakarta Selatan di Jalan Ampera, Cilandak. Tapi yang datang ke rumah di Kota Bekasi adalah teknisi. Jauh sekali kan jarak Jakarta – Bekasi. Melintasi dua provinsi loh. Jawa Barat dan DKI Jakarta.

Berlangganan WiFi dari First Media untuk dipasang di rumah iniz  sebenarnya sudah untuk kedua kalinya. Sebelumnya sudah berlanggan tapi berhenti karena tiba-tiba tagihan membengkak.

Awalnya selain untuk kebutuhan internet melalui laptop, handphone dan tablet, fasilitas WiFi ini juga bisa digunakan untuk menonton televisi. Kualitas gambar juga bagus, bening dan tidak “berpasir” seperti kalau antene TV kurang tepat posisinya.

Kelebihan lain menggunakan WiFi rumah yang terkoneksi ke pesawat televisi, nonton film, sinetron atau program TV lainnya, juga asyik. Seperti yang dijelaskan di atas: kualitas gambarnya bagus, bening.

Ini karena dengan menggunakan WiFi,  didukung dengan fasilitas HD. Saluran televisi swasta dan TVRI yang biasanya  “berpasir-pasir” gambarnya, menjadi hening karena fasilitas HD.

Bukan hanya itu. Nonton program televisi luar negeri menggunakan wifi juga asyik. Misalnya acara film, siaran berita dan olah raga, terutama pertandingan bola. Juga hampir semua channel TV luar negeri dibuka.

Nah, gara-gara keasyikan nonton televisi luar dengan programnya yang asyik-asyik itu, ternyata bagian dari “jebakan” Batman perusahaan WiFi. Lebih tepatnya, trik promosi yang berujung tagihan membengkak.

 

Rupanya dengan banyaknya saluran atau channel yang dibuka, tarif langganan juga jadi mahal. praktis mempengaruhi jumlah tagihan setiap bulan. Ada beberapa paket berlangganan dengan biaya langganan bervariasi.

Sejak saat itu, kami memutuskan berhenti berlangganan First Media. Kami sekeluarga  kembali menggunakan quota internet yang dibeli dari konter penjual paket dan pulsa.

Lalu kenapa kembali berlangganan WiFi lagi? Hari itu tiba-tiba kami didatangi dua pria mengaku dari First Media. Mereka berkeliling komplek menawarkan pemasangan wifi rumah. Katanya sih lagi “promo”.

“Biaya resminya Rp240.000/bulan. Tapi karena ini lagi promo, bapak cuma bayar Rp140.000 dan langsung bisa pakai wife rumah. Selanjutnya pembayaran akan normal kembali setiap bulan Rp240.000”.

“Ini lagi promosi loh pak. Kalau bapak berminat pasang WiFi di rumah, nanti saya daftarin,” kata seorang pria tersebut, mengaku petugas dari First Media.

Mau pasang internet? Ya “Modal Dong”.. kata tetangga saya yang jaringan dan nama wifinya “bocor” ke handphone saya. Lagian kan gak bisa juga nebeng gratis di WiFi atau Internet tetangga ya. Kan gak dikasih password-nya hahaha …

Salam, Nur Terbit

#KMAA28

Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul “Pasang Internet, Ada WiFi Pakai Nama “Modal Dong”

 

 

Tentang Penulis: Nur Terbit

Nur Terbit (Nur Aliem Halvaima), Profesi Jurnalis, Lawyer, Youtuber, Penulis Buku "Lika-Liku Kisah Wartawan" (PWI Pusat 2020), "Wartawan Bangkotan" (YPTD 2020), "Mati Ketawa Ala Netizen" (YPTD 2020), "Bunga Rampai Prahara di Tengah Corona" (YPTD 2021), menulis di Kompasiana, Viva, Lintas Kompas, Pos Sore, Terbitkan Buku Gratis YPTD, freelance di beberapa media, Lahir di Makassar Sulsel 10 Agustus 1960, Suami 1 Istri, Ayah 2 Anak, Kakek dari 2 Cucu.

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed