oleh

Ngeselin, Foto Dicuri Lalu Dijadikan Model Iklan Obat Mata Katarak

FOTO DIJADIKAN IKLAN OBAT MATA KATARAK — Pagi-pagi, saya sudah dapat kabar dari teman-teman yang cukup mengejutkan. Mereka menginformasikan tentang adanya foto saya yang dikomersilkan oleh pihak tertentu.

Gak tanggung-tanggung loh, foto saya dijadikan bintang iklan satu produk obat mata katarak. Keren kan? Ya, seharusnya saya bangga. Tapi kali ini koq tidak.

Justeru sebaliknya. Saya kesal. Bukan karena mereka memasang foto saya secara gratis, atau gak dibayar. Bukan. Tapi karena artikel yang mengandung iklan tersebut (semacam pariwara, advetorial), telah mengecohkan bagi siapa saja yang membacanya.

Salah satunya, saya membaca komentar sobat saya Matt Bento. Wartawan senior sekaligus admin dan redaktur dari website Seide ini, berkomentar di kolom komentar akun FB saya. Kebetulan saya memposting video YouTube dari Praz Teguh — komika asal Padang — yang membahas tentang COD. Lucu banget videonya, meski dalam bahasa Minang.

Nah, bang Herman Wijaya — nama asli Matt Bento ini — berkomentar, ” kalau yang ini bisa COD ga?” tanyanya, sambil melampirkan foto saya yang sudah di-screenshoot itu. Dimuat oleh agency platform iklan : MGID, berkantor pusat di Amerika dan Ukraina.

Selain Matt Bento, saya juga dijapri oleh Theten Ahmad, sahabat saya yang lain via WhatsApp.

“Ini Detiknews ada gambar Nur Alim, tapi beritanya promosi,” katanya. Ya, promosi untuk artikel iklan obat mata katarak.

Seperti juga yang lain, Theten, mantan wartawan yang kini sudah jadi pengusaha itu, juga mengirimkan foto saya yang jadi “bintang iklan” tersebut.

Judul artikelnya: “Ternyata Mata Kabur dan Katarak Anda Bisa Hilangkan Dengan…” (DetikNews). Wah, saya harus protes ke yang punya Detik nih, kang Alexander Sudrajat 🤣

Iklan obat Nur Terbit
Tulisan di Detiknews yang memuat foto saya usai operasi katarak (repro Nur Terbit)

Nah, ini jawaban dari kang Ajat Detikcom: “Wah, ini keluhan yang entah ke berapa kali nih terkait iklan-iklan yang gak jelas seperti ini,” katanya via WhatsApp.

“Saya sampaikan ke tim Sales dan IT untuk menelusurinya ya, Bang. Karena pernah ada juga tiba-tiba muncul iklan-iklan tak senonoh gitu…waduh…”

IKLAN MATA KATARAK

Beberapa saat kemudian, Saya baru “eng-ngeh”. “Iya benar bang. Saya pernah ketemu foto saya ini di internet. Saya mau protes ke pihak yang menggunakan ilustrasi foto tersebut, tapi tiba-tiba hilang,” kata saya ke Matt Bento dan Tethen.

Konyolnya lagi, foto saya itu dipakai untuk ilustrasi iklan obat mata katarak. Ketika di-klik judul beritanya, bukan cerita pengalaman saya waktu opersi katarak. Tapi yang muncul iklan obat mata katarak. Ini benar-benar mencuri foto orang untuk kepentingan komersial. Ada pihak yang dirugikan, dan ada pihak yang diuntungkan.

Bukan hanya Itu. Judul “Pria Bogor: Saya menyesal tidak baca ini sebelum operasi katarak” — adalah informasi, judul dan isi artikel yang sungguh menyesatkan dan pembohongan publik.

 

Iklan obat Nur Terbit
Iklan di MGID yang memakai foto saya (repro Nur Terbit)

Untuk itu, Saya mau klarifikasi dari judul artikel tersebut. Saya bukan pria Bogor dan tidak pernah tinggal di Bogor. Juga, urusan apa pula saya harus baca artikel mereka sebelum operasi mata katarak, tokh saya sendiri yang alami?

Justeru dari pengalaman mata saya dioperasi katarak itu, saya ingin berbagi pengalaman, cerita, kepada masyarakat luas terutama bagi sesama penderita dan pasien mata katarak.

Untuk itu, saya menulis status panjang terkait pengalaman pasca operasi mata katarak. Baik di akun media sosial saya (FB, Twitter, Instagram, Tik Tok, grup WA, blog pribadi, Kompasiana, Viva) hingga ke channelĀ YouTube saya: Nur Terbit.

Iklan obat Nur Terbit
Tulisan asli yang memakai foto saya, berkisah “Pengalaman Saat Menjalani Operasi Mata Katarak” dimuat d Viva.co.id Selasa 26 Januari 2021 (repro Nur Terbit)

Cerita pengalaman saya di sejumlah media online dan media sosial tersebut, sekaligus membuktikan bahwa saya tidak perlu membaca artikel dari pihak manapun, terutama yang “mencuri” foto saya untuk kepentingan iklan promosi obat mereka.

Saya tokh melakukan semua prosedur dengan inisiatif sendiri menggunakan fasilitas BPJS Kesehatan. Bukan berdasarkan artikel tersebut yang “mencomot” foto saya tanpa izin. Melainkan saya lakukan sendiri dengan konsultasi ke dokter, melakukan pengobatan, menjalani tindakan operasi, hingga pemulihan pasca operasi.

PEMASANG IKLAN

Untuk itu, saya akan memikirkan langkah-langkah hukum dengan men-somasi pihak yang tidak bertanggung jawab tersebut. Siapakah Anda itu, si pemasang iklan, muncullah dengan kesatria dan minta maaf kepada saya. Ingat foto saya itu ada copyright-nya loh.

Copyright adalah hak cipta yang dilekatkan terhadap sebuah karya untuk melindungi dan mempatenkan karya serta pemiliknya. Ketika membuat sebuah karya. Sebagian orang menyebut hak cipta ini dengan sebutan copyright.

Jadi bagi Anda yang mengetahui siapa pihak tak bertanggung jawab tersebut, tolong japri saya.

Demikian penjelasan saya. Semoga yang membaca tulisan ini menjadi maklum.

Bekasi, Selasa 5 Oktober 2021
Nur Alim Advokat (Nur Terbit)

#KMAA40 #nurterbit #wartawanbangkotan

* Tulisan ini sebelumnya adalah status di akun FB Nur Alim Advokat berjudul FOTO DIJADIKAN IKLAN OBAT MATA KATARAK

Tentang Penulis: Nur Terbit

Nur Terbit (Nur Aliem Halvaima), Profesi Jurnalis, Lawyer, Youtuber, Penulis Buku "Lika-Liku Kisah Wartawan" (PWI Pusat 2020), "Wartawan Bangkotan" (YPTD 2020), "Mati Ketawa Ala Netizen" (YPTD 2020), "Bunga Rampai Prahara di Tengah Corona" (YPTD 2021), menulis di Kompasiana, Viva, Lintas Kompas, Pos Sore, Terbitkan Buku Gratis YPTD, freelance di beberapa media, Lahir di Makassar Sulsel 10 Agustus 1960, Suami 1 Istri, Ayah 2 Anak, Kakek dari 2 Cucu.

Komentar

Tinggalkan Balasan

1 komentar

News Feed