Hilang Harap Bersama Mendung

Oleh Nuraini Ahwan Ialah…sang lelah yang berceceran Merintih ia dalam setiap langkah Tertatih nan tak pasti arah Mengejar walau mungkin tak terkejar.. Hingga…. Ragu menyelinap di setiap nadi Kini hadir

Hilangkan Redup Asamu

Oleh Nuraini Ahwan Biar ia ilalang tetaplah ilalang Tajam, tidaklah menusuk kaki Biarkan leluasa tumbuh, Ilalang biarlah menjadi ilalang Ajaklah jiwa tuk mencari harap Langkah tak akan sia-sia Hingga pengorbanan

Hilangkan Keraguanmu Kawan

By Nuraini Kau pandang aku dari jauh Kau melihatku damai…sejuk dan teduh.. bak rumput hijau laksana permadani Itukah gambaran tentangku darimu Adakah itu yang kau rasa shobat…. Datanglah mendekat padaku..

Melangitkan Doa Atas Sebuah Asa

Oleh Nuraini Ahwan. Puisi ini ku tulis setelah kubaca sebuah pengumuman…… Terbayang aneka warna rasa dalam diri Ketika jemari dan netraku berpadu dalam sebuah warta Entah itu suka Entah itu

Jangan Menumbuhsuburkan Mental Menunda

Oleh Nuraini Ahwan Saya pernah mengatakan kepada teman yang membuat saya seditkit tersanjung. Ia menyanjung  karena saya mengirim tulisan melalui blog kepada grup dilingkungan kerja saya. Lantas saya tidak menanggapi

Mari Akrabkan Diri dengan Teknolgi

Oleh Nuraini Menulislah setiap hari dengan sepenuh hati. Biarkan tulisan itu yang akan menemukan takdirnya sendiri. Kalimat komitmen untuk menulis yang sering saya gunakan sebagai pembuka blog https://nurainiahwan.blogspot.com dan https://terbitkanbukugratis.id/nuraini

Cerita Jelang Tutup Tahun Pelajaran

Oleh Nuraini Ahwan “Menulislah setiap hari dengan sepenuh hati. Biarkan tulisan itu menemukan takdirnya sendiri. Perbanyaklah membaca agar mampu menyusun kalimat demi kalimat menjadi indah dan bermakna. Cintailah hurup agar

No More Posts Available.

No more pages to load.