oleh

Konsistensi Itu Perlu.

-Terbaru-Telah Dibaca : 73 Orang

Konsisten Itu Perlu
Oleh Nuraini Ahwan

*Konsistensi seperti air yang menetes, jatuhnya perlahan-lahan, lemah lembut lama kelamaan mampu melubangi batu ( AA Gimnastiar)*

Konsisten itu perlu. Konsisten untuk melaksanakan suatu kegiatan atau perbuatan baik tidak harus langsung besar, bagus, dan sempurna di awal-awal. Seperti kegiatan menulis tidak harus berambisi langsung menjadi penulis hebat, luar biasa, dan ternama. Tetapi dengan tekun berlatih sedikit demi sedikit setiap hari. Seperti yang dikatakan oleh Om Jay,” Menulislah setiap hari ,buktikan apa yang akan terjadi. ” Ini tentu berangkat dari pengalaman Om Jay yang menulis setiap hari, sedikit demi sedikit lalu bisa menjelma menjadi buku, dan menghasilkan sesuatu dari buah konsistensi beliau dalam menulis.

Seperti yang disampaikan KH. AA Gimnastiar, konsisten itu seperti air yang menetes perlahan-lahan, lembut , terus-menerus tetapi mampu membuat batu berlubang. Sama halnya dengan menulis, setiap hari walaupun sedikit, walaupun sering berkeluh kesah kehabisan ide, kesulitan kata-kata jika konsistensi dipegang maka kegiatan menulis setiap hari bisa terlaksana dan lambat laun akan menghasilkan karya.

Orang yang mampu memegang konsistensi pasti mempunyai ketetapan hati, disiplin diri dan ketekunan. Konsisten tidak hanya pada kehiatan menulis. Pada kegiatan lain yang sangat jelas terlihat konsistensi seseoramg adalah pada kegiatan sholat. Tak akan seseorang mengubah jumlah rakaat sholatnya. Dilihat orang maupun tak dilihat orang. Dan itu dilakukan secara terus-menerus pada waktu yang tak berubah. Kapan subuh, kapan zhuhur, kapan asar, kapan magrib dan kapan isya.

Andai saja kegiatan menulis ini bisa dilakukan seperti konsistennya melakukan sholat maka tak akan pernah ada kata,”tidak menulis karena…
Mempertahnakan konsistensi memang sulit.Manajemen waktu yang kurang baik menyebabkan ada peluang pengganggu konsistensi seseorang. Jika waktu dikelola dengan baik, maka akan ada waktu luang untuk sebuah kegiatan menulis.

Bagaimana dengan perasaan ? Jika seseorang dilanda perasaan sedih yang teramat dalam sebenarnya tidak akan mengganggu konsistensi seseorang dalam menulis. Kesedihan itu pula yang bisa dijadikan bahan tulisannya. Kecuali jika karena kesedihan itu yang membuat seseorang malas melakukan aktivitas apa pun.

Rasulullah SAW, sangat menyukai orang yang konsisten.

Lomba blog hari ke 12

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed