oleh

Pemeriksaan Kesehatan Siswa pada Masa Pandemi Covid 19

-Terbaru-Telah Dibaca : 81 Orang

Oleh Nuraini Ahwan


Mengedukasi masyarakat khususnya wali murid atau orang tua siswa terhadap pendem covid 19 ini memang tidak mudah. Harus memiliki stok sabar yang tinggi. Apalagi jika berada di daerah yang orang tua dengan latar belakang pendidikan sebagian besar lulusan sekolah dasar. Banyak takutnya, banyak pula tidak patuhnya. Banyak diberitahu, banyak diajak, banyak pula tidak maunya.

Pandemi covid 19 seperti dianggapnya tidak ada sehingga cendrung protokol kesehatan tak dipatuhi. Tetapi yang menjadi anehnya bahwa jika ada tetangga yang terindikasi dan terbukti terpapar covid 19, takut mereka luar biasa. Bahkan terhadap penyintas covid 19 pun mereka takut. Bertemu saja mereka menghindar. Tak mempan rupanya kalimat,”Jauhi penyakitnya, jangan jauhi orangnya. Perangi penyakitnya, jangan perangi orangnya.”

Bagaimana dengan kehadiran putra-putri mereka di sekolah pada program pemeriksaan kesehatan yang dilaksanakan setiap tahun oleh puskesmas atau BLUD kesehatan Kecamatan? Terutama pada masa pandemi ini? Apakah mereka tak terpengaruh oleh isu yang menyesatkan belakangan ini? Segala isu yang berkembang terkait virus corona, vaksin dan segala bentuk isu menyesatkan lainnya?

Apakah ini Dampak dari Isu?

Apakah ini merupakan dampak dari isu ataukah tidak. Kita melihat dari kehadiran peserta didik di sekolah pada saat pemeriksaan kesehatan beberapa hari ini. Pemeriksaan dilaksanakan hari Senin-Rabu, 8-10 Februari 2021. Kehadiran siswa kurang 50 persen dari jumlah siswa. Meskipun sebelumnya disampaikan pengumuman melalui whatsaap grup bahwa pemeriksaan kesehatan meliputi kesehatan mata, telinga, hidung, gigi, mulut dan tinggi badan. Tidak ada kaitannya dengan vaksin, refid dan sweb. Bahkan kalimat terakhir diketik dengan tulisan tebal. Pesan itu tidak berpengaruh besar terhadap kehadiran peserta didik di sekolah.

Bagaimana Perasaan dan Tanggapan Orang Tua?

Apakah mereka takut? Ya, dari chating pada whatsaap grup mereka mengatakan bahwa mereka takut putra-putrinya divaksin. Mereka juga meminta izin tidak masuk pada hari itu disebabkan karena putra atau putrinya sakit. Mungkin ini sekedar alasan, memang sakit atau alasan lainnya. Lagi-lagi yang seperti ini perlu diberikan edukasi yang tepat. Membaca mungkin kurang karena literasi yang belum membudaya. Mengelola dan menerima informasi serta memilah informasi yang belum dilakukan sehingga informasi yang terkadang menyesatkan tertanam dalam diri. Akhirnya untuk pemeriksaan kesehatan juga merasa takut. Bahkan informasi yang berulang disampaikan bahwa vaksin diberikan kepada orang yang berusia 18 tahun ke atas sampai umur kurang dari 60 tahun juga tak diindahkan. Apa yang hendak dikata?

Perlunya Berdamai dengan Keadaan.

Bukan menjadi masalah, kehadiran pada pemeriksaan kesehatan siswa tak mencapai 50 persen. Ketakutan memang wajar karena corona memang menakutkan. Orang tua perlu diberikan edukasi agar jangan abai dan jangan pula lebay. Kita harus membiasakan diri dengan keadaan ini. Berdamai dengan keadaan, mengubah pola hidup dan gaya hidup untuk selalu pola hidup sehat dan menerapkan protokol kesehatan dengan benar.

Pihak puskesmas pun memaklumi keadaan ini sehingga tidak mengharuskan siswa hadir 100 persen. Berapa pun yang hadir diterima dan dilayani. Tidak ada kata paksaan karena ini menyangkut hati dan perasaan. Program harus tetap dilaksanakan. Terpenting saat pelaksanaan adalah protokol kesehatan saat peserta didik hadir di sekolah harus benar-benar diperhatikan atau diperketat.

Pentingnya Edukasi dan Konsistensi.

Perlunya mengedukasi orang tua dan masyarakat secara konsisten, perlahan-lahan tentang bagaimana menyikapi dan membiasakan diri dengan keadaan sekarang ini. Pandemi yang tidak kita tahu kapan akan berakhir. Seperti apa yang disampaikan Ulama kita AA.Gimnastiar, “Konsisten itu disukai Allah. Konsisten itu seperti air yang menetes perlahan-lahan, lembut namun mampu membuat batu berlubang”

Lombok 10 Februari 2021
Lomba blog PGRI
Hari ke 10.

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed