oleh

Tak Mampu Ku Tutupi

-Terbaru-Telah Dibaca : 56 Orang

Tak Mampu Ku Tutupi
Oleh Nuraini Ahwan

Sepandai apapun kami meutupi lambat laun tercium juga. Begitulah yang terjadi saat ini. Bukan kami menutupi sesuatu yang tidak baik seperti peribahasa “Sepandai-pandai tupai melompat, akhirnya terjatuh pula.” Tetapi kami menutupi sesuatu yang saat ini dianggap menjadi hal yang menakutkan. Sampai-sampai bertemu pun tak diperbolehkan. Yang saya maksud adalah menutupi seseorang yang terpapar covid 19.

*Ketika siswaku terpapar covid 19*
Langkah cepat yang dilakukan adalah menutup sekolah yang selama ini sudah mendapatkan izin tatap muka dari ketua satuan tugas covid 19 yakni Bupati. Penyebab penutupan sekolah tidak disampaikan kepada orang tua. Ini dilakukan agar situasi tetap aman termasuk siswa yang terpapar berikut keluarganya tidak dikucilkan oleh warga di sekitarnya. Pihak-pihak yang mengetahui yakni, pengawas bina, Kepala UPT dan Dinas Pendidikan. Sekolah menyerahkan sepenuhnya kepada pihak dinas yang melaporkan ke pihak mana saja yang berkepentingan untuk ini.

Seluruh pendidik menjaga betul kerahasiaan ini untuk memberikan rasa nyaman, tenang dan terbebas dari tekanan mental bagi siswa yang terpapar di tempat isolasinya. Sekolah menelpon siswa dan orang tuanya yang terpisah tempat isolasinya guna menguatkan dan memotivasinya agar tetap kuat dan sabar.

Sekuat apapun kami menjaga, namun rilis tentang covid 19 ini selalu bisa diketahui setiap hari. Bahkan oleh siapapun tidak hanya petugas kesehatan hingga sampailah berita terpaparnya siswa kami ke tangan petugas kesehatan.

Akhirnya, Jumat, 29 Januari 2021, petugas puskesmas mengunjungi kami. Meminta penjelasan kepada kami tentang siswa yang terpapar. Pihak puskesmas tanpa informasi dari kami pun mereka mengetahui dari rilis tersebut. Tercantum data umur, alamat sehingga mereka pun mengetahui bahwa anak yang terpapar tersebut adalah siswa kami.

Kami minta pada pihak puskesmas untuk tidak membuka lebar informasi ini kepada masyarakat terutama warga sekitar sekolah kami. Mengingat masyarakat masih sangat takut pada pasien covid 19.
Sebaik apapun pihak sekolah menutupi siswa yang terpapar covid 19, akhirnya tercium juga. Besok hari pihak kantor camat akan melakukan penyemprotan ke sekolah. Selanjutnya pihak mana lagi yang akan datang mencari tahu?
Wallahu…

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed