oleh

Tujuan Menulis

-Terbaru-Telah Dibaca : 52 Orang

Menulis Untuk Mencari Senang

Oleh Nuraini Ahwan

Setiap orang tentu mempunyai tujuan dalam menulis. Tujuannya tentu saja ada yang sama tetapi tidak menutup kemungkinan ada yang berbeda. Ada yang bertujuan menulis untuk menunjang atau melejitkan karier, ada yang bertujuan untuk  menambah penghasilan bahkan ada yang bertujuan sekedar mencari senang karena memang mereka hobi menulis.

Alangkah indahnya, alangkah asyiknya jika menulis merupakan sebuah hobi. Hobi menulis menjadikan  apapun bisa dibuat atau dituangkan dalam tulisan. Jika ini sebuah hobi atau kesenangan maka sesibuk apapun kita, pasti akan ada waktu yang diluangkan untuk menulis.

Dalam sebuah buku karya Bapak Much. Khoiri, dikatakan bahwa jika tulisan itu dikategorikan maqam atau levelling, maka kita akan menemukan 4 maqam dalam menulis. Maqam menulis yang pertama adalah maqam  syariat, kedua thareqat, ketiga hakikat dan keempat maqam makrifat.

Dari maqam atau levelling menulis ini kita bisa melihat bahwa maqam pada level pertama seseorang sekedar menulis, masih dalam taraf belajar, pada level kedua, seseoramg telah menemukan jalan atau style tulisannya sendiri, lalu level ketiga seseorang sudah mulai menikmati tulisannya bahkan tulisannya bisa menunjukkan identitas dirinya. Level terkahir adalah seseorang sudah sangat nikmat dalah menulis, bahkan tak ada sesuatu yang bisa menghambatnya dalam menulis. (Tulisan tentang maqam menulis bisa anda dapatkan pada buku yang berjudul   SOS edisi revisi, karya Bapak Much. Khoiri.)

Pada maqam yang manakah keberadaan kita?

Terlepas dari maqam menulis, lalu apa tujuan anda menulis? Untuk menunjang karier, sekedar hoby atau mencari tambahan penghasilan? Apakah mengharap royalti jika buku diterbitkan oleh penerbit mayor? Mengharapkan hasil pemasaran sendiri jika buku diterbitkan oleh penerbit indi?

Memurut saya, tujuan menulis itu sangat perlu. Membuat atau menetapkan tujuan menulis dapat memotivasi diri untuk menulis. Tetapi tujuan sebaiknya jangan terlalu tinggi agar tidak teebebani jika tidak tercapai. (Ini pendapat pribadi tentang tujuan)

Tujuan menulis bisa dibuat bertahap dari tujuan yang sederhana.  Contoh untuk penulis pemula buat tujuan pertama adalah bisa menulis apa saja, tidak harus banyak, satu paragraf, atau dua paragraf. Belajar dan berlatih menulis secara terus menerus untuk menaikkan tujuan. Berani share tulisan dengan tujuan untuk berbagi. Jika sudah merasa mampu, tingkatkan lagi tujuan yakni menulis untuk menerbitkan buku. Selebihnya tulisan akan memberi balas kepada kita.

Banyak yang bertanya pada penulis yang berusia lanjut. Penulis yang sudah mendekati usia purnatugas. Apa tujuan mereka menulis di usia lanjut dengan pangkat yang sudah dikategorikan tinggi, nama sudah terkenal, kehidupan mapan.   Jawabannya adalah” menulis untuk mencari senang.”

Lomba Blog ke-27

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed