oleh

Tenang, Aturan Baru Pajak Pulsa Dan Token Listrik Tak Pengaruhi Harga Jual

-Ekonomi, Finansial, Terbaru-Telah Dibaca : 675 Orang


NGETEH MORNING di pagi hari ini saya mengangkat topik tentang isu seputar kebijakan baru perpajakan dari Kementerian Keuangan.

Seperti dirilis oleh kompas.tv (29/01/2021) bahwa Menteri Keuangan Sri Mulyani akan mengenakan Pajak Penjualan Nilai (PPN) dan Pajak Penghasilan (PPh) dari penjualan pulsa, kartu perdana, token, dan vocher mulai 1 Februari 2021.

Keputusan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 6/PMK.03/2021 tentang Penghitungan dan Pemungutan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Serta Pajak Penghasilan (PPh) atas Penyerahan/Penghasilan sehubungan dengan penjualan Pulsa, Kartu Perdana, Token, dan Voucher.

Dalam Pasal 13 ayat 1 beleid yang diteken Sri Mulyani pada 22 Januari 2021, besaran Pajak dihitung dengan mengalikan tarif PPn 10 persen dengan dasar pengenaan Pajak.

Adapun pulsa tersebut meliputi pulsa prabayar, kartu perdana, voucher fisik dan elektronik. Sementara token dimaksud adalah token listrik.

Untuk voucher meliputi voucher belanja (gift voucher), voucher aplikasi atau konten daring, termasuk voucher permainan daring (online game).

Dikeluarkannya kebijakan tersebut dalam rangka memberikan kepastian hukum. Selain itu, kebijakan ini juga diterbitkan untuk menyederhanakan administrasi.

Namun demikian menurut Sri Mulyani bahwa adanya peraturan baru tentang pajak atas Pulsa, Kartu Perdana, Token Listrik dan Voucher tidak berpengaruh terhadap harga jual dari Pulsa, Kartu Perdana, Token Listrik dan Voucher.

Berita yang cenderung menyesatkan yang  mengabarkan bakal terjadi kenaikan harga jual atas Pulsa, Kartu Perdana, Token Listrik dan Voucher adalah tidak benar alias hoax.

So, kita tetap bisa menikmati secangkir teh hangat di pagi hari ini tanpa harus cemas dengan harga pulsa yang naik ..

Selamat beraktivitas ..

Salam sehat ..

 

NH 

Depok, 31 Januari 2021

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed