oleh

Menatap Fajar 2022

Selamat pagi sobat,

Seiring dengan datangnya fajar 2022, saya kembali menulis setelah sempat jeda sejak tanggal 15 Desember 2021.

Tulisan pertama saya di pagi hari ini merupakan tulisan pertama di tahun 2022 dan sekaligus juga tulisan pertama di rubrik “Celoteh Nurwendo dalam Goresan Pena” dalam website YPTD : terbitkanbukugratis.id.

Rubrik “Celoteh Nurwendo dalam Goresan Pena” dalam website YPTD – terbitkanbukugratis.id ini akan hadir di waktu waktu tertentu dengan mengulas berbagai topik, bisa berupa topik aktual namun juga bisa berupa topik kenangan yang pernah saya alami dalam berbagai aktivitas di masa lalu.

Dalam jeda menulis sejak tanggal 15 Desember 2021, saya benar benar tidak melakukan aktivitas menulis untuk dipublikasikan baik di website YPTD : terbitkanbukugratis.id, kemudian di blog pribadi : doviri974.blogspot.com maupun di Kompasiana.com.

Sebagai penulis yang banyak menulis tentang olahraga sepakbola, maka selama jeda menulis tersebut, ada dua event olahraga yang harus saya lewatkan dan tak saya ulas dalam tulisan tulisan saya saat tengah jeda menulis yaitu Piala AFF 2020 dan Kompetisi Liga 2 2021.

Oleh karena itu, di kesempatan menulis pada pagi hari ini, saya akan mengulasnya secara singkat saja.

Saya mengapresiasi prestasi tim nasional Indonesia di ajang Piala AFF 2020 yang sukses melaju hingga babak Final. Sayangnya di laga Final Leg pertama, tim nasional Indonesia dibantai Thailand dengan skor telak 4-0.

Faktor kelelahan dan terkena efek kejut dengan gol di menit awal membuat tim nasional Indonesia sulit mengembangkan permainan dan terus dalam tekanan hampir di sepanjang laga.

Di Leg kedua pada malam nanti, kemungkinan untuk membalikkan situasi dan keluar sebagai Juara tetap masih ada namun prosentasinya terbilang sangat sangat kecil mengingat lawannya, Thailand bukan tim kaleng kaleng.

Tampil lepas dan bisa meraih kemenangan meskipun dengan skor tipis sekalipun sudah sangat bagus.

Kita harus tetap mengapresiasi tampil apiknya pemain tim nasional Indonesia yang sebagian pemainnya masih berusia muda hingga sampai di partai final.

Saya punya keyakinan bahwa tim nasional Indonesia di bawah pelatih asal Korea Selatan Shin Tae-Yong memiliki masa depan cerah bila dibina secara berkelanjutan.

Event lain adalah tampilnya Persis Solo menjadi Juara Liga 2 2021 sudah saya prediksi sejak awal. Dengan bermaterikan sebagian besar pemain yang pernah malang melintang di ajang Liga 1, Persis Solo memang layak tampil sebagai Juara.

Dan target yang dicanangkan bos Persis Solo Kaesang Pangarep bahwa lolos ke Liga 1 harga mati sudah menjadi kenyataan.

Kemudian lolosnya Rans Cilegon FC dan Dewa United bersama Persis Solo ke Liga 1 juga sudah saya presiksi sejak awal. Rans Cilegon FC dan Dewa United tak beda dengan Persis Solo yang bermaterikan para pemain yang pernah berkiprah di Liga 1 sehingga ketiga klub Liga 2 ini memang pantas tampil di Liga 1 musim depan.

Selamat !

Di saat jeda menulis, saya mengalihkan aktivitas saya dengan bercocok tanam. Merawat tanaman yang sudah ada dan menanam tanaman baru di halaman depan rumah. Sebagian besar tanaman yang daya tanam adalah tanaman yang menjadi kenangan sejak saya masih tinggal di rumah orang tua di kompleks militer Cijantung 2, seperti pohon puring, pohon Soka aneka warna, pohon melati, pohon mangkokan, pohon sirih, pohon miyana, pohon binahong dan pohon Srikaya. Lantas saya juga menanam tanaman baru seperti pohon bunga anggrek dalam beberapa warna, pohon bunga matahari, pohon sirih gading dan pohon tulip.

Menyuburkan tanahnya dengan memberikan pupuk organik dan menyiramnya setiap pagi merupakan pekerjaan yang cukup mengasikkan bagi saya selama jeda menulis.

Selain itu, saya juga melakukan aktivitas yang sebelumnya tak pernah saya lakukan yaitu memelihara ikan cukap dalam sebuah akuarium kecil.

Ikan cupang yang saya beli adalah yang berjenis Big Aer yang berukuran XL dengan sirip warna ungu, merah, biru yang begitu eksorik. Ikan cupang ini berjenis kelamin jantan.

Kemarin saya membeli  ikan cupang yang berjenis kelamin betina berjenis Big Aer untuk menemani ikan cupang yang lebih dulu saya beli. Keduanya saya satukan dalam akuarium dan mudah mudahan bisa berkembang biak.

Meskipun saya melakukan aktivitas bercocok tanam dan memelihara ikan cupang namun kegiatan berliterasi tidak sepenuhnya saya tinggalkan karena saya masih mengikuti webinar yang berkaitan dengan kegiatan tulis menulis. Tanggal 28 Desember 2021 malam, saya mengikuti webinar komunitas penulis Indonesia yang tengah mempersiapkan sebuah buku antologi yang nantinya akan diterbitkan oleh Perpustakaan Nasional. Alhamdulillah, saya tergabung di dalamnya atas ajakan bapak Haji Thamrin Dahlan, sang pendiri YPTD (Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan).

Selain itu, saya juga tengah menuntaskan dua buku saya yang saya rencanakan pada bulan Januari 2022 ini bakal saya ajukan ke Perpustakaan Nasional untuk mendapatkan ISBN lewat penerbit YPTD (Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan).

Menatap Fajar 2022, saya berkeinginan bahwa selama di tahun ini, saya berusaha untuk bisa membuat 30 judul buku sehingga tepat di usia saya yang ke-62 di bulan Januari tahun 2023 mendatang, saya sudah memiliki 62 buku, baik buku yang sudah ber-ISBN maupun buku yang belum ber-ISBN.

Semoga Allah Subhannahu Wa Ta’ala senantiasa memberikan saya nikmat sehat sehingga saya bisa terus menulis dan menulis untuk mewujudkan apa yang saya inginkan .. Aamiin Aamiin Ya Robbal Alamiin ..

Sobat, sebelum saya undur diri, ijinkan saya menyampaikan sebuah pantun :

Pergi Berlibur Ke Nusa Dua

Janganlah Lupa Membawa Pensil Alis

Menatap Fajar Dua Ribu Dua Dua

Jadikanlah Semangat Untuk Terus Menulis

Selamat tahun baru 2022 ..

Selamat beraktivitas ..

Salam sehat ..

 

NH,

Depok, 1 Januari 2022

Komentar

Tinggalkan Balasan

2 komentar

News Feed