oleh

Antara Batu Akik Dan Buku

Selamat pagi sobat,

Di pagi hari yang cerah ini saya mengangkat topik di rubrik NGETEH MORNING tentang Antara Batu Akik dan Buku.

Ketika pandemi COVID-19 melanda Indonesia sehingga kehidupan masyarakat berubah total dengan berbagai kebijakan dari Pemerintah yang salah satunya menyangkut diri saya adalah perkuliahan harus dilaksanakan secara daring.

Oleh karena itu, saya melakukan aktivitas pengajaran dari rumah dan tentu saja tidak banyak makan waktu seperti biasanya yang harus melakukan perjalanan dari rumah ke kampus dan sebaliknya.

WFH istilah keren di masa pandemi COVID-19 banyak saya gunakan untuk “bekerja” merawat batu akik yang saya miliki selain mengajar tentunya.

Setelah jalan pagi yang katanya untuk menjaga kebugaran dan imunitas tubuh, saya selalu menjemur batu batu akik saya secara bergantian. Maklum, koleksi batu akik saya lumayan banyak, sekitar 160 buah.

Aktivitas menjemur batu akik di panas Matahari hampir setiap pagi hari saya lakukan sejak bulan Maret 2020 hingga bulan Agustus 2020. Salah satu batu akik yang saya miliki yaitu Black Opal Kalimaya asal Banten yang awalnya belum menampakkan jarong (kerlap kerlip berwarna warni) namun setelah saya rawat dalam beberapa bulan dengan menjemur di panas Matahari pagi dan mengolesinya dengan minyak zaitun maka batu Black Opal Kalimaya tersebut mulai menampakkan titik titik jarong meskipun belum banyak.

Hingga di pertengahan Agustus 2020, saya mendapat kabar dari kawan senior Dosen Bapak Haji Thamrin Dahlan bahwa beliau telah mendirikan Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan (YPTD) yang salah satu program utamanya adalah membantu para penulis untuk menerbitkan buku tanpa biaya.

Gayungpun bersambut, saya memiliki naskah buku yang sudah hampir siap cetak sejak tahun 2017. Pak TD, demikian sapaan akrab saya untuk Bapak Haji Thamrin Dahlan siap membantu untuk menerbitkan buku saya.

Saya pun bergabung di WAG penulis YPTD dan pada tanggal 22 Agustus 2020 terbitlah buku pertama saya yang berjudul “Anak Kolong Yang Gemar Menulis”.

Buku pertama saya ini yang memotivasi saya untuk membuat buku berikutnya apalagi dengan suport pak TD yang menyarankan agar artikel yang pernah saya tulis di UC News untuk diabadikan menjadi sebuah buku.

Aktivitas saya yang biasanya setiap pagi menjemur batu akik kini berubah menjadi seorang editor untuk menyusun naskah buku. Artikel nan terserak di UC News saya kumpulkan untuk menjadi beberapa buah buku.

Hanya dalam hitungan 110 hari, saya dapat menerbitkan sebanyak 9 buah buku.

Buku ke-9 yang berjudul “Pesona Keindahan Batu Akik” merupakan kumpulan dari 52 artikel yang mengulas topik tentang kisah saya dalam mendapatkan batu akik dan sekaligus mengulas seluk beluk dari batu akik yang saya koleksi.

Artikel tentang batu akik tersebut di atas sebagian besar sudah saya posting lebih dahulu di website YPTD : terbitkanbukugratis.id.

Kemudian dengan seizin pak TD, saya mengelola rubrik NGETEH MORNING di website YPTD : terbitkanbukugratis.id dan kumpulan artikel selama 8 Minggu di rubrik tersebut sudah menjadi sebuah buku yang berjudul : “NGETEH MORNING Bareng Nurwendo” yang merupakan Seri 1. Buku ini menjadi buku saya yang ke-14.

Aktivitas untuk menyusun buku buku berikutnya terus berlanjut sehingga kegiatan menjemur batu akik di pagi hari semakin jarang saya lakukan, hanya sesekali saja.

Sampai artikel ini dibuat, saya sudah menerbitkan 14 buku via YPTD. 10 buku terbit di tahun 2020 dan 4 buku terbit di tahun 2021.

Di laptop saya, sudah ada 5 naskah buku yang menunggu giliran diajukan via YPTD untuk mendapatkan ISBN dari Perpustakaan Nasional.

Nampaknya seperti kata pak TD bahwa buku buku saya sudah berjodoh dengan YPTD dan insya Allah target untuk menerbitkan 20 buku di tahun 2021 bisa saya penuhi ..

Sekali layar terkembang surut kita berpantang ..

Sobat, saatnya saya undur diri dan mari kita nikmati secangkir teh hangat di pagi hari ini ..

Selamat beraktivitas ..

Salam sehat ..

 

NH

Depok, 25 Februari 2021

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed