oleh

Rindu Mengajar Di Kampus

-Mahasiswa, Pendidikan, Terbaru-Telah Dibaca : 537 Orang

Selamat pagi sobat,

Di pagi hari ini saya mengangkat topik di rubrik NGETEH MORNING tentang kerinduan saya untuk kembali mengajar di kampus.

Pandemi COVID-19 membuat saya tak bisa lagi mengajar di kampus dan bertatap muka dengan mahasiswa di dalam ruang kelas.

Terakhir saya ke kampus hari Selasa, 17 Maret 2020 untuk memberikan kuliah pagi. Tak banyak mahasiswa yang hadir di dalam ruang kelas dan kampus pun tak seramai seperti biasanya.

Rektor sudah mengeluarkan keputusan untuk menghentikan kegiatan perkuliahan di kampus mulai esok hari (Rabu, 18/03/2021) dikarenakan virus COVID-19 sudah mulai merajalela dan membuat masyarakat semakin resah dan takut untuk ke luar rimah.

Selesai mengajar, ruang dosen terlihat lengang tidak seperti biasa dan saya memilih untuk rehat sebentar di ruang makan sebelum pulang ke rumah. Di ruang makan, saya sempat bertemu dan berbincang dengan dosen senior berkaitan dengan kegiatan mengajar yang akan menggunakan daring.

Setelah itu saya meninggalkan kampus dan sebelum sampai di rumah, saya  menyempatkan singgah sebentar byke tempat pembuatan batu akik di Pasar Segar Depok yang lokasinya tak jauh dari rumah.

Di Semester genap tersebut, saya hanya sempat mengajar tatap muka dengan mahasiswa di dalam ruang kelas sebanyak tiga kali pertemuan. Setelah itu, perkuliahan dilakukan secara online menggunakan media Zoom, Google Meet dan/atau V-Class.

Perkuliahan maupun Ujian baik Ujian Tengah Semester maupun Ujian Akhir Semester menggunakan daring.

Semester berikutnya yaitu Semester ganjil juga masih menggunakan daring karena pandemi COVID-19 belum juga ada tanda tanda berakhirnya dan bahkan makin meningkay jumlah orang yang terpapar. Saya dan mahasiswa sudah mulai terbiasa berkuliah secara daring, tidak seperti di Semester sebelumnya yang masih serba canggung.

Salah satu kecanggungan itu misalnya, saya memberikan kuliah di Google Meet dan bicara untuk menerangkan materi kuliah namun saya tak bisa melihat ekspresi dari mahasiswa, apakah mereka paham atau tidak dengan apa yang saya uraikan. Bila saya bertanya, jarang ada mahasiswa yang langsung merespon. Harus saya ulang ulang dan memanggil nama mahasiswa yang hadir dan itupun belum tentu direspin cepat.  Suasana di kuliah daring terasa sering hening dan saya harus berusaha ada komunikasi yang “hidup” seperti halnya mengajar di ruang kelas. Apalagi saya yang biasa mengajar dengan diselingi humor untuk menghidupkan suasana di dalam ruang kelas namun di Google Meet, hobi humor saya jadi serba canggung.

Namun di Semester ganjil (yang baru berakhir) saya sudah terbiasa dengan mengajar secara daring. Demikian pula dengan para mahasiswa yang terlihat mulai aktif merespon di saat perkuluahan secara daring.

Dua minggu lagi, perkuliahan Semester genap akan dimulai dan hampir dipastikan masih menggunakan daring karena pandemi COVID-19 masih juga belum menurun.

Bahan perkuliahan untuk daring masih akan menggunakan seperti halnya di Semester genap sebelumnya.

Terus terang saya begitu merindukan suasana perkuliahan tatap muka dengan mahasiswa di dalam ruang kelas.

Entah sampai kapan pandemi COVID-19 akan berakhir .. Hanya Allah Subhannahu Wa Ta’ala yang tahu .. Kita hanya bisa berdoa dan berdoa ..

Sobat, saatnya saya undur diri dan mari kita nikmati secangkir teh hangat di pagi hari ini ..

Selamat beraktivitas ..

Salam sehat ..

 

NH

Depok, 24 Februari 2021

Komentar

Tinggalkan Balasan

2 komentar

News Feed