oleh

Memahami Pentingnya Pembukaan UUD 1945

Selamat pagi sobat,

Di pagi hari ini saya mengulas topik di rubrik NGETEH MORNING tentang pentingnya memahami Pembukaan UUD 1945.

Tulisan ini sebelumnya sudah pernah saya terbitkan di media cetak di tahun 2012 dan sengaja saya ulas kembali di rubrik NGETEH MORNING ini untuk mengingatkan kepada kita bahwa betapa pentingnya Pembukaan UUD 1945 bagi perjalanan panjang Kemerdekaan Indonesia yang kini telah memasuki usia yang ke-75.

Mengapa demikian penting ?

Karena di dalam Pembukaan UUD 1945 tersebut tersurat Ideologi Negara yaitu Pancasila yang juga merupakan Dasar Negara dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pada hakekatnya Pembukaan UUD 1945 merupakan sumber dari motivasi dan inspirasi perjuangan dan tekad Bangsa Indonesia, yang merupakan sumber dari cita hukum dan cita moral dan etika yang ingin ditegakkan baik di lingkungan nasional maupun internasional.

Pembukaan UUD 1945 telah dirumuskan secara padat dan hidmat dalam 4 alenia. Setiap alenia dan kata katanya mengandung arti dan makna yang sangat mendalam serta mempunyai nilai-nilai yang universal dan lestari.

Pembukaan UUD 1945 tidak lain adalah tempat penaungan jiwa proklamasi yaitu jiwa Pancasila. Jadi pembukaan UUD 1945 merupakan pernyataan Kemerdekaan secara terperinci yang mengandung cita cita luhur dari Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 dan memuat Pancasila sebagai Dasar Negara, merupakan satu rangkaian dengan proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945.

Pembukaan Undang Undang Dasar 1945 adalah merupakan pokok kaidah Negara yang fundamental dan berkedudukan tetap melekat pada kelangsungan hidup Negara Kesatuan Republik Indonesia dan tidak dapat dirubah oleh siapapun karena mengubah Pembukaan Undang Undang Dasar 1945 berarti pembubaran Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Ada 4 pokok pikiran yang sifat dan maknanya sangat dalam di dalam Pembukaan UUD 1945.

Pokok pikiran pertama yaitu “Negara begitulah bunyinya” melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia yang berdasarkan atas persatuan dengan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Dalam pembukaan ini diterima aliran pengertian Negara Persatuan. Negara yang melindungi segenap Bangsa seluruhnya. Jadi Negara mengatasi segala faham golongan, mengatasi segala faham perseorangan. Negara meliputi segenap Bangsa Indonesia seluruhnya, inilah suatu dasar yang tidak boleh dilupakan.

Rumusan ini mewujudkan pokok pikiran PERSATUAN.

Pokok pikiran kedua yaitu “Negara hendak mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat”. Ini merupakan pokok pikiran KEADILAN SOSIAL yang dilakukan pada kesadaran bahwa manusia Indonesia mempunyai hak dan kewajiban yang sama untuk menciptakan keadilan sosial dalam kehidupan masyarakat.

Pokok pikiran ketiga yaitu “Negara yang berkedaulatan rakyat, berdasarkan atas kerakyatan dan pemusyawaratan/perwakilan”.

Oleh karena itu sistem Negara yang terbentuk dalam UUD harus berdasarkan atas kedaulatan rakyat dan berdasarkan atas pemusyawaratan/perwakilan. Ini adalah pokok pikiran KEDAULATAN RAKYAT yang mengatakan bahwa kedaulatan ada ditangan rakyat.

Pokok pikiran keempat yaitu “Negara berdasarkan atas keTuhanan Yang Maha Esa menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab”. Oleh karena itu UUD harus mengandung isi yang mewajibkan pemerintahan dan lain-lain penyelengaraan Negara untuk memelihara budi pekerti kemanusiaan yang luhur. Inilah pokok pikiran KETUHANAN DAN KEMANUSIAAN yang harus dihayati dan diamalkan oleh seluruh rakyat Indonesia.

Mudah mudahan ulasan singkat ini bermanfaat bagi kita ..

Sobat, saatnya saya undur diri dan mari kita nikmati secangkir teh hangat di pagi hari ini ..

Selamat beraktivitas ..m

Salam sehat ..

 

NH

Depok, 17 Maret 2021

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed