oleh

Mengenal Biopori

Selamat pagi sobat,

Di pagi hari yang cerah ini saya mengangkat topik di rubrik NGETEH MORNING tentang mengenal Biopori.

Di masyarakat yang tinggal di perkotaan, belumlah banyak yang mengenal apa yang disebut Biopori. Namun ketika ada upaya untuk menanggulangi banjir, nama Biopori mulai dikenal.

Untuk mengenal lebih jauh tentang Biopori maka berikut ulasannya.

Biopori adalah nama lain dari lubang resapan atau ada yang menyebut dengan sumur resapan.

Dilihat dari asal katanya, Biopori terdiri atas 2 (dua) kata, yaitu Bio yang berarti hidup dan Pori yang berarti pori-pori yang bermanfaat.

Biopori adalah metode resapan air yang berguna untuk mengatasi genangan air dengan cara meningkatkan kemampuan daya resap air pada tanah.

Metode ini dicetuskan pertama kali oleh Dr. Kamir R Brata, salah seorang peneliti dari Institut Pertanian Bogor (IPB).

Peningkatan kemampuan daya resap air pada tanah dilakukan dengan membuat lubang vertical pada tanah dan menimbunnya dengan sampah organik untuk menghasilkan kompos.

Sampah organik yang ditimbunkan pada lubang ini juga berfungsi untuk menghidupkan fauna tanah seperti cacing, semut, rayap serta perakaran dari tanaman, yang seterusnya mampu menciptakan pori-pori di dalam tanah yang berbentuk liang kecil.

Biopori memiliki banyak manfaat secara ekologi dan lingkungan, yaitu memperluas bidang penyerapan air sehingga mengurangi genangan air (waterlogging) dan sebagai penanganan limbah organik untuk dibuat kompos serta meningkatkan kesehatan tanah.

Selain itu, biopori juga bermanfaat secara arsitektur lansekap karena telah digunakan sebagai pelengkap taman yang menerapkan konsep rumah hijau.

Biopori kini menjadi pelengkap penerapan kebijakan luas minimum Ruang Terbuka Hijau (RTH) di perkotaan seperti di kota  Jakarta.

Namun demikian menurut penelitian LIPI bahwa biopori tidak sepenuhnya bisa menanggulangi atau mencegah banjir karena hanya efektif dalam menangani genangan air.

Dengan dimensi pori-pori yang kecil, maka laju penyerapan air bisa dibilang relatif lebih lambat dibandingkan dengan debit aliran air ketika terjadi banjir besar.

Dr. Kamir R Brata juga mengingatkan bahwa fungsi biopori bukan hanya sebagai penyerap air karena hujan sehingga genangan air tidak terjadi namun mampu membuat sampah organik dapat menumpuk setiap saat untuk membentuk kompos dan menghidupkan fauna tanah.

Efektifitas Biopiri dalam mengatasi genangan air  juga dapat mencegah adanya jentik nyamuk pembawa penyakit.

Bila sobat masih mempunyai pekarangan atau halaman di rumah, mari kita buat lubang resapan atau biopori di pekarangan atau halaman rumah kita demi mencegah terjadinya genangan air dan untuk kelestarian lingkungan hidup di sekitar kita.

Sumber : dlh.bantulkab.go.id (24/09/2014)

Saya tutup tulisan ini dengan sebuah pantun :

Olahraga Pagi Untuk Membakar Kalori

Sambil Melihat Monyet Bergelantungan

Mari Sukseskan Program Biopori

Demi Menjaga Kelestarian Lingkungan

Sobat, saatnya saya undur diri dan mari kita nikmati secangkir teh hangat di pagi hari ini ..

Selamat beraktivitas ..

Salam sehat ..

 

NH

Depok, 8 April 2021

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed