oleh

Mengaktualisasikan Semangat Kebangsaan Pada Kaum Muda Kita

Selamat pagi sobat,

Di pagi hari yang cerah ini saya mengangkat topik di rubrik NGETEH MORNING tentang Mengaktualisasikan Semangat Kebangsaan Pada Kaum Muda Kita.

Tulisan ini sudah saya publikasikan di media buletin delapan tahun silam namun substansinya masih relevan dengan kondisi kebangsaan kita di era sekarang ini.

Sekarang ini, kaum muda kita apakah dia seorang siswa atau dia seorang mahasiswa atau dia seorang yang sudah bekerja lebih suka memperbincangkan urusan mereka sendiri seperti mode dan gaya hidup, teknologi informasi yang terbaru daripada harus memperbincangkan Ideologi Kebangsaan kita.

Pancasila sebagai Ideologi Kebangsaan kita seperti sudah demikian jauh dari konteks kehidupan kaum muda kita, bahkan mulai banyak yang beranggapan bahwa Pancasila sebagai Ideologi Kebangsaan kita adalah sesuatu yang tidak perlu diperbincangkan atau dianggap sia sia untuk didiskusikan.

Perilaku yang demikian jelas menunjukkan bahwa kaum muda kita secara perlahan mulai meninggalkan Ideologi Kebangsaan kita yaitu Pancasila.

Ada beberapa sebab yang membuat melemahnya Pancasila sebagai Ideologi Kebangsaan di mata kaum muda kita.

Pertama, bahwa aktualisasi dan pembudayaan nilai nilai Pancasila sebagai Ideologi Bangsa dan sebagai Dasar Negara kurang efektif dan cenderung gagal.

Kedua, bahwa gempuran Ideologi Ideologi Asing yang begitu gencar serta berkembangnya pandangan Neo Liberalistik yang demikian kuat.

Ketiga, bahwa Negara kurang memiliki sikap yang konsisten untuk menjaga, mengembangkan dan melestarikan Semangat Kebangsaan berdasarkan nilai nilai luhur Pancasila. Hal ini karena Negara kurang memiliki kemandirian dalam melepaskan diri dari ketergantungan dari Bangsa Asing.

Keempat, bahwa pengelolaan proses kebangsaan untuk menjadi bangsa yang kuat kurang berhasil sehingga muncul faham etno sentrisme, primordialisme eksklusif.

Kelima, bahwa berbagai penyakit sosial seperti korupsi, penyalahgunaan kekuasaan, mafia hukum, mafia pajak, kriminalitas dan yang lainnya tidak mampu diselesaikan dengan tuntas.

Dalam kondisi yang demikian, timbul pertanyaan mungkinkah Pancasila sebagai Ideologi Kebangsaan kita suatu saat akan berakhir ?

Jawabnya adalah sangat mungkin bila kita sebagai anak bangsa tidak segera memperbaiki kelemahan kelemahan seperti yang telah disebutkan di atas.

Betapapun, pendidikan Moral Pancasila tidak lagi menjadi pelajaran yang diajarkan di sekolah sekolah dan hanya menjadi bagian dari Pendidikan Kewarganegaraan.

Kita masih punya banyak cara untuk mengaktualisasikan semangat kebangsaan masyarakat kita terutama kaum muda kita.

Mengaktualisasikan semangat kebangsaan harus dimulai dengan kesadaran bahwa kita mencintai Bangsa dan Negara ini.

Kita masih ingat, bagaimana gegap gempitanya semangat kebangsaan kaum muda/mayarakat kita saat mendukung Tim Nasional Indonesia pada ajang Piala AFF tahun 2010 yang lalu.

Itulah kesadaran yang harus terus diaktualisasikan tidak saja di dunia olahraga sepakbola namun juga di berbagai bidang kehidupan kita, seperti semangat untuk tertib dan teratur sesuai aturan, semangat untuk berlaku jujur dan tidak korupsi.

Sejatinya semangat kebangsaan itu senantiasa didasarkan pada jati diri Bangsa yang terdapat di dalam ideologi bangsa, Pancasila yaitu : jati diri yang religius dan spiritualis, jati diri yang humanis dan beradab, jati diri yang integratif (bersatu), jati diri yang demokratis, dan jati diri yang adil dan memiliki jiwa sosial.

Kalau kita ingin mempertahankan Pancasila sebagai Ideologi Kebangsaan kita maka seperti kata Bung Karno haruslah dengan perjuangan, perjuangan dan perjuangan !! ..

Insya Allah ..

Saya tutup tulisan ini dengan sebuah pantun :

Diundang Kawan Ke Acara Keagamaan

Di Halaman Gedung Melihat Pohon Akasia

Gelorakan Terus Semangat Kebangsaan

Di Dada Setiap Kaum Muda Indonesia

Sobat, saatnya saya undur diri dan mari kita nikmati secangkir teh hangat di pagi hari ini ..

Selamat beraktivitas ..

Salam sehat ..

 

NH

Depok, 5 Mei 2021

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed