oleh

Perahu Negeriku

-Edukasi, Filosofi, Pantun, Peristiwa, Politik, Terbaru-Telah Dibaca : 388 Orang

Selamat pagi sobat,

Di pagi hari yang cerah ini saya mengangkat topik di rubrik NGETEH MORNING tentang nyanyian sarat makna dari Franky Sahilatua.

Pagi ini selepas solat Subuh, seperti biasa saya membuka buka media sosial milik saya seperti Facebook, Twitter dan Instagram. Pertama yang saya buka adalah Facebook, membaca beberapa notifikasi dan menjawab komentar yang masuk dari para sahabat. Kemudian saya masuk ke bagian memories, saya mulai membaca satu persatu status status saya setahun lalu dan beberapa tahun yang silam di tanggal yang sama yaitu 10 Juni.

Sampailah di status saya tertanggal 10 Juni 2015 dan itu berarti sudah enam tahun yang lalu. Saya menulis lirik sebuah lagu karya dari musisi favorit saya, Franky Sahilatua yang berjudul “Perahu Negeriku”. 

Saya membacanya bait demi bait lagu yang kerap saya nyanyikan hingga selesai dan ternyata mengandung makna yang dalam bagi perjalanan negeri tercinta, Indonesia sampai pada hari ini.

Ada bait yang terasa tepat di situasi dan kondisi saat ini, yaitu :

“aku heran, aku heran
yang salah dipertahankan

aku heran, aku heran
yang benar disingkirkan” ..

Hal sudah terjadi ketika orang menyuarakan dan melakukan kebenaran justru dianggab sebagai rintangan yang harus disingkirkan dengan cara cara yang tidak elok.

Ada lagi bait yang juga tepat di situasi dan kondisi saat ini, yaitu :

“tanah pertiwi anugerah ilahi

jangan ambil sendiri

tanah pertiwi anugerah ilahi

jangan makan sendiri

aku heran, aku heran

satu kenyang, seribu kelaparan

aku heran, aku heran

keserakahan diagungkan” ..e

Hal ini dapat dilihat penguasaan tanah terutama yang kaya akan sumber daya alamnya di Indonesia ternyata hanya dikuasai oleh segelintir orang saja dan hasilnya pun dinikmati sendiri dan kalaupun ada buat masyarakat di sekitar hanyalah seperti tetes tetes air di kran yang bocor.

Kita tentu sangat berharap sama seperti di bait lagu ini,

“perahu negeriku, perahu bangsaku

jangan retak dindingmu” ..

Benar adanya, bila dinding perahu itu sampai retak, air pun akan masuk ke dalam perahu dan perlaha tapi pasti perahu pun akan karam dan tenggelam ..

Jangalah sampai terjadi ..

Inilah lirik lengkapnya dari lagu yang berjudul Perahu Negeriku :

Perahu negeriku, perahu bangsaku

menyusuri gelombang

semangat rakyatku, kibar benderaku
menyeruak lautan

langit membentang cakrawala di depan
melambaikan tantangan

di atas tanahku, dari dalam airku
tumbuh kebahagiaan
di sawah kampungku, di jalan kotaku
terbit kesejahteraan

tapi kuheran di tengah perjalanan
muncullah ketimpangan

aku heran, aku heran
yang salah dipertahankan
aku heran, aku heran
yang benar disingkirkan

perahu negeriku, perahu bangsaku
jangan retak dindingmu

semangat rakyatku, derap kaki tekadmu
jangan terantuk batu

tanah pertiwi anugerah ilahi
jangan ambil sendiri
tanah pertiwi anugerah ilahi
jangan makan sendiri

aku heran, aku heran
satu kenyang, seribu kelaparan
aku heran, aku heran
keserakahan diagungkan ..

*****

Saya tutup tulisan ini dengan sebuah pantun :

Pergi Ke Bogor Dengan Mobil Carteran

Dikemudikan Supir Yang Sudah Berpengalaman

Jangan Pernah Lelah Suarakan Kebenaran

Meski Harus Menabrak Batu Karang Kezaliman

Sobat, saatnya saya undur diri dan mari kita nikmati secangkir teh hangat di pagi hari ini ..

Selamat beraktivitas ..

Salam sehat ..

 

NH 

Depok, 10 Juni 2021

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed