oleh

Membuktikan Mantera Omjay Di Saat Pandemi Corona

Selamat pagi sobat,

Di pagi hari yang cerah ini saya mengangkat topik di rubrik NGETEH MORNING tentang Membuktikan Mantera Omjay Di Saat Pandemi Corona.

Perkembangan pandemi virus corona di Indonesia semakin menakutkan. Hari demi hari dalam sepekan terakhir ini terus meningkat kasus positif baru corona dan kemarin mencatat rekor tertinggi yaitu 38.391 kasus. Ada yang memprediksi kasus positif baru corona ini akan terus meningkat hingga pekan depan. Oleh karena itu, kita harus tetap waspada dan usahakan tetap tinggal di rumah dan bila harus ke luar rumah maka terapkan disiplin protokol kesehatan dengan taati 5M, yakni Memakai masker bila keluar rumah, Mencuci tangan sesering mungkin dengan memakai sabun dengan air mengalir, Menjaga jarak, Menjauhi kerumunan dan Meminimalisir mobilitas ke luar rumah.

Setiap orang tentu memiliki aktivitas yang berbeda ketika harus tinggal di rumah. Sebagai Dosen tentu saya beraktivitas memberi kuliah secara online via media Google Meet atau Zoom atau V-Class. Selain itu saya selalu mendapat undangan untuk mengikuti webinar via media Zoom atau Youtube yang waktunya bisa pagi hari, siang hari atau malam hari. Tentu saja, saya selalu mendapatkan manfaat dari topik yang diperbincangkan dalam webinar tersebut.

Alhamdulillah, selama pandemi corona ini saya sudah mendapatkan lebih dari 150 sertifikat sebagai bukti keikutsertaan saya dalam sebuah webinar.

Selain mengajar dan mengikuti webinar saya juga beraktivitas merawat batu akik koleksi saya yang jumlah ratusan. Hobi batu akik ini cukup menyenangkan sehingga bisa melupakan kejadian pandemi corona yang semakin mengkhawatirkan di sepekan terakhir ini.

Aktivitas lain yang saya tekuni di saat pandemi corona ini adalah menulis. Ya, saya harus menulis setiap hari untuk mengisi rubrik NGETEH MORNING di website YPTD : terbitkanbukugratis.id.

Seperti kata sahabat saya seorang blogger terkenal di Indonesia, kandidat Doktor kang Wijaya Kusumah yang akrab dipanggil Omjay. Beliau punya kata kata yang ditulis bak sebuah mantera yaitu menulislah setiap hari dan buktikan apa yang terjadi. 

Saya menulis tanpa jeda sejak 15 Desember 2020 di rubrik NGETEH MORNING hingga di pagi hari ini dan apa yang terjadi ?

Saya sudah memiliki tiga buku berseri ber-ISBN yang diterbitkan oleh Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan (YPTD) yang saya beri judul “NGETEH MORNING Bareng Nurwendo”.

Dan di awal bulan Agustus 2021, akan terbit untuk Seri yang ke-4. Dan itu berarti selama 32 Minggu atau 8 bulan saya menulis tanpa jeda. Insya Allah ..

Alhamdulillah, mantera Omjay sudah saya buktikan .. makasih Omjay .. hehehe

Selain itu saya juga menulis untuk buku buku saya yang lain lalu menjadi editor untuk buku dari kumpulan karya ilmiah mahasiswa saya. Alhamdulillah, dalam dua bulan terakhir ini sudah ada 2 buku yang sudah menjadi buku ber-ISBN dan ada 6 buku yang belum ber-ISBN.

Aktivitas menulis ini tentu saja bisa menghilangkan stress dan mendatangkan bahagia apabila tulisan kita dibaca banyak orang dan bisa menjadi sebuah buku ber-ISBN.

Semoga Allah Subhannahu Wa Ta’ala senantiasa memberikan saya nikmat sehat sehingga saya bisa terus menulis dan menulis ..

Aamiin Ya Robbal Alamin ..

Saya tutup tulisan ini dengan sebuah pantun :

Keasikkan Makan Sepotong Agar Agar

Tukang Sayur Yang Ditunggu Pun Sudah Melintas

Bila Ingin Hidup Tetap Sehat Dan Bugar

Jadikan Menulis Sebagai Rutinitas

Sobat, saatnya saya undur diri dan mari kita nikmati secangkir teh hangat di pagi hari ini ..

Selamat beraktivitas ..

Salam sehat ..

 

NH 

Depok, 9 Juli 2021

Komentar

Tinggalkan Balasan

5 komentar

News Feed