oleh

Mengenang Bung Harmoko

-Berita, Pantun, Peristiwa, Politik, Terbaru, Tokoh-Telah Dibaca : 665 Orang

Selamat pagi sobat,

Di pagi hari yang cerah ini saya mengangkat topik di rubrik NGETEH MORNING tentang Mengenang Bung Harmoko.

Semalam saya mendapat berita duka yang mengabarkan bahwa tokoh Pers Nasional Haji Harmoko, mantan Menteri Penerangan dan Ketua DPR/MPR RI meninggal dunia pada tanggal 4 Juli 2021, pada pukul 20:22 WIB di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta.

Haji Harmoko sang Menteri legendaris di era Orde Baru,  menjabat sebagai Menteri Penerangan RI selama 14 tahun.

Haji Harmoko yang bernama lengkap Haji Harmoko bin Asmoprawiro,  kelahiran Kertosono pada tahun 1939 ini, kemudian menjabat sebagai Menteri Negara Urusan Khusus selama hampir satu tahun dan selanjutnya diangkat sebagai Anggota DPR/MPR RI lalu terpilih menjadi Ketua DPR/MPR RI Periode 1997-2002.

Haji Harmoko juga terpilih sebagai Ketua Umum DPP Golkar pada Munas Golkar di tahun 1993 dan menjabat hingga tahun 1998.

Bung Harmoko, demikian panggilan khasnya saat menjabat Ketua Umum DPP Golkar. Di era Bung Harmoko inilah saya dicalonkan sebagai Anggota DPR/MPR RI mewakili daerah pemilihan Jawa Timur pada Pemilu tahun 1997. Alhamdulillah, hasil Pemilu 1997 membawa saya terpilih sebagai Anggota DPR/MPR RI.

Saat itu, saya selaku Anggota DPR/MPR RI daerah pemilihan Jawa Timur dengan daerah pembinaan Kabupaten Tulungagung. Saya pernah mendampingi Bung Harmoko selaku Ketua Umum DPP Golkar saat mengunjungi Kabupaten Tulungagung di tahun 1998.

Saya ingat ada kenangan menarik saat itu. Kenangan ini bermula dari saat saya datang ke Tulungagung untuk berkampanye di bulan April 1997. Ketua DPD Golkar Tulungagung saat itu Haji Sukani yang akrab dipanggil mbah Kani menyampaikan bahwa Bung Harmoko saat berkunjung ke Tulungagung di tahun 1996 menjanjikan bantuan uang untuk memelihara ternak kepada salah satu Pengurus Golkar Kecamatan di Kabupaten Tulungagung. Namun janji tersebut tak kunjung terealisasi hingga disampaikan kepada saya pada saat itu. Mendapat laporan tersebut, saya akan membantu untuk menyelesaikan masalah bantuan tersebut.

Beberapa waktu kemudian saya mengkonfirmasi ke Sekretariat Jenderal DPP Golkar tentang permasalahan bantuan yang disampaikan mbah Kani dan ternyata oleh pegawai Sekretariat Jenderal DPP Golkar bahwa bantuan yang dijanjikan Vung Harmoko tersebut telah disalurkan lewat DPD Golkar Jawa Timur. Pegawai Sekretariat Jenderal DPP Golkar lalu menyerahkan foto copy bukti penyerahan bantuan kepada saya.

Nampaknya bantuan tersebut “nyangkut” di Surabaya, kata saya dalam hati.

Foto copy Bukti penyerahan bantuan kemudian saya serahkan kepada Ketua DPD Golkar Tulungagung untuk ditindaklanjuti ke DPD Golkar Jawa Timur. Selain itu, saat saya bertemu dengan Ketua DPD Golkar Jawa Timur Haji Hudan Dardiri, saya menyampaikan permasalahan bantuan tersebut dan beliau menyanggupi untuk menegur bawahannya yang menahan bantuan yang dijanjikan Bung Harmoko.

Realisasi bantuan masih juga diulur ulur hingga Bung Harmoko akan berkunjung ke Tulungagung di tahun 1998. Saya diberi tahu oleh mbah Kani bahwa beliau sudah menyampaikan kepada Ketua DPD Goljar Jawa Timur bila bantuan tidak turun juga maka beliau akan melaporkan hal tersebut kepada Bung Harmoko saat berkunjung ke Tulungagung.

Nampaknya gertakan mbah Kani ampuh juga karena sehari sebelum Bung Harmoko datang ke Tulungagung, bantuan diserahkan ke mbah Kani yang langsung meneruskannya ke Pengurus Kecamatan Golkar. Secara khusus Pengurus Kecamatan Golkar menyampaikan terima kasih atas usaha saya untuk menyelesaikan masalah bantuan tersebut.

Alhamdulillah saat Bung Harmoko datang ke Tulungagung, persoalan bantuan dari beliau yang tertunda lebih dari setahun bisa terselesaikan.

Kenangan lain dari Bung Harmoko adalah ketika beliau tidak lagi menjabat sebagai Ketua DPR/MPR RI kemudian beliau kembali ke profesinya sebagai seorang wartawan dengan membuat rubrik di Koran Pos Kota dengan judul Kopi Pagi.

Rubrik KopI Pagi dari Bung Harmoko inilah yang menginspirasi saya untuk membuat rubrik di website YPTD : terbitkanbukugeatis.id dengan judul NGETEH MORNING pada pertengahan bulan Desember 2020.

Alhamdulillah, rubrik NGETEH MORNING masih terus berjalan hingga pagi hari ini.

Inilah sekelumit kenangan saya tentang Bung Harmoko.

Selamat jalan Bung Harmoko ..

Innalillahi wainna ilaihi rojiun ..

Saya tutup tulisan ini dengan sebuah pantun :

Melihat Dua Anak Kecil Tengah Berkelahi

Yang Satu Lari Masuk Ke Sebuah Toko

 Wartawan Senior Telah Berpulang Kehadirat Illahi 

Selamat Jalan Bung Harmoko

Sobat, saatnya saya undur diri dan mari kita nikmati secangkir teh hangat di pagi hari ini ..

Selamat beraktivitas ..

Salam sehat ..

 

NH 

Depok, 5 Juli 2021

Komentar

Tinggalkan Balasan

2 komentar

News Feed