oleh

Akun Instagram Untuk Promosi Buku

-Berita, Bisnis, BUKU, KMAB, Literasi, Peristiwa, Terbaru, YPTD-Telah Dibaca : 339 Orang

Selamat siang sobat,

Sudah sejak tanggal 4 Februari 2021, saya menggunakan akun media sosial saya yakni Instagram (instagram.com/nutwendo) untuk mempromosikan buku buku yang sudah saya terbitkan.

Buku pertama yang saya promosikan di akun Instagram adalah buku pertama saya yang berjudul “Anak Kolong Yang Gemar Menulis” yang diterbitkan oleh penerbit Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan (YPTD) pada tanggal 22 Agustus 2020.

Setelah itu, buku buku yang baru saya terbitkan selalu saya upload ke akun Instagram saya.

Namun setelah 21 September 2021, saya memang tak lagi mengupload buku buku saya selanjutnya. Akun Instagram saya seperti sudah mangkrak layaknya bangunan di Hambalang .. hehehe ..

Pagi tadi, saya berkeinginan untuk kembali melanjutkan promosi buku buku saya di akun Instagram. Hal ini dikarenakan ketika saya menerbitkan buku secara Self Publishing dengan menggunakan lisensi QRCBN (Quick Response Code Book Number) maka saya diharuskan untuk mencantumkan marketplace dari buku saya. Dan untuk itulah saya menuliskan akun Instagram saya sebagai marketplace dari buku yang saya terbitkan.

Hari ini, sebanyak 8 buku berseri yang sudah saya upload dalam akun Instagram saya. Adapun judul dari buku dalam 8 seri tersebut adalah “Membangun Generasi Literasi Di Era Milenial”. Delapan buku ini saya jual dalam bentuk digital atau PDF.

Sampai dengan tulisan ini saya buat, sebanyak 29 buku yang sudah “mejeng” di akun instagram saya. Hal ini berarti masih ada 24 buku lagi yang harus saya upload.

Dalam dua hari ke depan, mudah mudahan semua buku saya sudah terupload di akun Instagram.

Dalam mengupload sebuah buku yang mau dijual di sebuah media sosial, kita harus menentukan terlebih dahulu buku tersebut akan dijual dalam bentuk buku cetak atau buku digital (PDF). Biasanya untuk buku cetak, saya menjual dalam bentuk format buku B-5 Hitam/Putih dengan dijilid Hard Cover. Selanjutnya ditentukan harga dari buku yang dijual. Untuk buku cetak, harga buku belum termasuk ongkos kirim. 

Jangan lupa untuk mencantumkan nomor telepon/Handphone yang bisa dihubungi oleh orang yang berminat untuk membeli buku kita.

Bila semua yang saya sebutkan di atas sudah siap maka barulah kita mengupload buku ke akun Instagram.

Ketika kita sudah disebut sebagai seorang Penulis maka biasanya orang akan bertanya sudah berapa banyak buku yang diterbitkan ? .. Bila pertanyaan itu ditanyakan kepada saya maka saya akan mempersilahkannya untuk membuka akun Instagram saya. Bila tertarik untuk memiliki buku saya, silakan pesan dan bila hanya untuk dilihat lihat saja ya ndak apa apa.

Menurut mentor saya, bapak Haji Thamrin Dahlan bahwa Buku adalah Mahkota bagi seorang Penulis. 

Dan bagi seorang Penulis, ketika tulisannya terkumpul menjadi sebuah buku dan sudah diterbitkan dengan lisensi ISBN atau QRCBN maka ada rasa bahagia di dalam hati sang Penulis tersebut.

Karena Menulis Aku Bahagia ..

Sobat, saatnya saya undur diri.

Selamat beraktivitas ..

Salam sehat ..

 

NH

Depok, 29 Juli 2022

Komentar

Tinggalkan Balasan