oleh

Lulus

Selamat pagi sobat,

Di pagi hari yang cerah ini saya mengangkat topik di rubrik NGETEH MORNING tentang bagaimana usaha saya dari hari ke hari untuk belajar membuat sebuah pantun hingga akhirnya saya berhasil Lulus.

Makna kata Lulus di atas dan menjadi judul artikel ini adalah ketika akhirnya saya dapat membuat sebanyak 160 pantun dan kemudian menyatukannya dalam sebuah buku.

Awal dari ketertarikan saya membuat pantun adalah ketika beberapa kali mengikuti acara webinar Bedah Buku yang diselenggarakan oleh Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan (YPTD) yang acapkali sang moderator yang tak lain adalah Ketua YPTD bapak Haji Thamrin Dahlan mengucapkan serangkaian pantun dan kemudian dibalas oleh peserta Webinar dari Karimun yaitu bapak M. Rasyid Nur. Jadilah dialog berbalas pantun nan elok.

Pak TD, begitu saya menyapa bapak Haji Thamrin Dahlan memang sangat piawai dalam hal berpantun dan sudah memiliki sebuah buku kumpulan pantun kreasi dari beliau.

Dari situlah, saya mulai termotivasi untuk belajar membuat pantun dan kemudian hasilnya saya tuangkan dalam tulisan di Rubrik NGETEH MORNING dalam website YPTD : terbitkanbukugratis.id pada tanggal 13 Maret 2021. Dalam tulisan tersebut saya membuat 3 buah pantun.

Sejak itu, saya jadi “ketagihan” untuk belajar membuat pantun. Setiap artikel yang saya tulis dan publikasikan di rubrik NGETEH MORNING dalam website YPTD : terbitkanbukugratis.id, di akhir tulisan acapkali saya bubuhkan sebuah pantun yang sesuai dengan topik yang saya ulas dalam tulisan saya.

Selain itu, saya juga membuat pantun dalam artikel saya yang terpublikasi di Blog pribadi saya, doviri.974.blogspot.com dan kompasiana.com yang kedua akun ini belum lama baru mulai aktif. Ada juga pantun yang saya buat kemudian saya share ke akun media sosial saya atau hanya saya simpan dalam Handphone saja.

Tak terasa hingga tanggal 4 Agustus 2021, saya sudah membuat sebanyak 160 pantun. Kemudian timbul keinginan untuk membuat sebuah buku kumpulan pantun yang saya buat dan selanjutnya 160 pantun tersebut, saya kumpulkan menjadi sebuah naskah buku.

Selanjutnya saya melengkapi naskah buku tersebut agar menjadi sebuah buku yang utuh dengan Halaman Judul, Halaman Balik Judul, Daftar Isi, Sekapur Sirih Penulis, Profil Penulis, Sinopsis Buku lalu Cover depan dan belakang buku.

Wabil khusus untuk Cover depan dan belakang buku, saya mengambil dua buah foto hasil bidikan saya yaitu bunga soka kuning dan bunga melati. Banyak kenangan mendalam dari kedua bunga tersebut dan inilah yang mendorong saya untuk menjadikannya sebagai Cover buku.

Adapun sebagian besar dari 160 pantun yang saya buat sudah dipublikasikan dan sudah dibaca oleh banyak orang. Salah satu pantun yang saya buat mendapat apresiasi dari seorang pembaca yang membaca dalam artikel saya yang terpublikasi kemarin (Sabtu, 07/08/2021) di Kompasiana.com.

Insya Allah, draft buku kumpulan pantun yang merupakan buku saya yang ke-23 akan saya sampaikan ke Penerbit Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan (YPTD) dan selanjutnya diajukan ke Perpustakaan Nasional untuk mendapatkan ISBN.

Sobat, rasanya usaha saya belajar membuat pantun sudah bisa dikatakan lulus ya ? Iya kan, Iya lah, Iya Dooong (seperti ucapan Ustadz Al Untung di Sinetron Amanah Wali .. hehehe).

Sobat, saatnya saya undur diri dan mari kita nikmati secangkir teh hangat di pagi hari ini ..

Selamat beraktivitas ..

Salam sehat ..

 

NH
Depok, 8 Agustus 2021

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed