oleh

Memperbaiki Kualitas Buku Yang Diterbitkan

Selamat siang sobat,

Pagi tadi, saya sempatkan membuka kembali buku buku cetak yang telah saya terbitkan. Selain membersihkan buku dari debu yang melekat, maklum buku buku cetak yang saya terbitkan tersebut tersimpan di lemari buku yang terbuka sehingga debu akan mudah menempel di permukaan buku.

Satu persatu, buku buku saya buka kembali dan sekilas saya baca dan melihat layoutnya.

Mulai dari buku pertama yang berjudul “Anak Kolong Yang Gemar Menulis” hingga buku terakhir saya yang berjudul “Turnamen Pra Musim Piala Presiden 2022 – Seri 2”, saya sendiri yang membuat layout dan mengedit setiap tulisan dalam buku. Ada beberapa buku yang pembuatan layoutnya dibantu anak saya.

Buku pertama yang saya terbitkan memang masih banyak “kurang”nya dalam hal layout dan kesalahan dalam penulisan.

Untuk buku buku selanjutnya, saya selalu berusaha untuk memperbaikinya agar buku semakin terbaca lebih baik.

Dalam hal mengedit sebuah buku, saya berusaha meminimalisir kesalahan dalam penulisan. Biasanya kesalahan baru terbaca ketika buku sudah tercetak. Mengesalkan memang.

Salah satu kesalahan yang pernah saya buat ketika saya salah menulis alamat blog pribadi saya di salah satu buku saya. Blog pribadi yang seharusnya tertulis doviri974.blogspot.com namun saya tulis dodot61.blogspot.com. Padahal nama dodot61 merupakan nama dari alamat email saya di gmail yaitu dodot61@gmail.com.

Kejadian serupa juga saya ulangi kembali saat menulis data diri di akhir artikel saya di dalam buku “70 Tahun Thanrin Dahlan”. Saya tuliskan alamat email di data diri seharusnya dodot61@gmail.com namun yang tertulis malah doviri974@gmail.com.

Beruntung pak Haji Thamrin Dahlan memberikan kesempatan kepada setiap penulis di buku “70 Tahun Thanrin Dahlan” untuk mengoreksi kembali artikel yang dibuat jika terdapat kesalahan dalam penulisan. Pada saat buku tersebut diperbanyak oleh pak Haji Thamrin Dahlan, kesalahan tulis yang saya buat sudah terkoreksi. Alhamdulillah ..

Kesalahan kesalahan kecil yang pernah saya lakukan seperti tersebut di atas selalu saya upayakan untuk tidak terjadi lagi. Namun apa daya, saya cuma manusia biasa yang tak luput dari kesalahan.

Untuk mengedit sebuah buku seharusnya memang dibutuhkan ketelitian dan kecermatan dan stamina yang prima.

Saya selalu berusaha agar kualitas buku yang baru saya terbitkan harus lebih baik dari buku buku sebelumnya baik dalam hal cover buku, layout maupun penulisannya.

Memperbaiki kualitas buku yang diterbitkan harus terus dilakukan karena buku menjadi salah satu faktor penting bagi seorang penulis dalam membangun personal branding.

Ketika menulis akan membuat kita bahagia dan kebahagiaan itu semakin paripurna ketika kumpulan tulisan kita menjadi sebuah buku ..

Sobat, saatnya saya undur diri.

Selamat beraktivitas ..

Salam sehat ..

 

NH

Depok, 8 Agustus 2022

Komentar

Tinggalkan Balasan