oleh

Belajar Dari Air

-Berita, Filosofi, Pantun, Peristiwa, Terbaru-Telah Dibaca : 246 Orang

Selamat pagi sobat,

Di pagi hari yang cerah ini saya mengangkat topik di rubrik NGETEH MORNING tentang Belajar Dari Air.

Pagi ini, seperti biasa saya melihat beberapa akun media sosial saya, Facebook. Saya membuka bagiam Memories, membaca status status saya di tanggal 30 September namun di tahun tahun sebelumnya. Sampailah saya di tahun 2010. Saat itu saya menulis status yang saya tak ingat lagi, tulisan itu saya kutip dari mana karena saat itu saya tidak menuliskannya. Status ini cukup menarik, dan di kesempatan pagi hari ini saya angkat kembali. Begini tulisannya :

“Seorang pemimpin haruslah adil seperti air, yang jika di seduh di gelas akan rata mengikuti wadahnya. Keadilan yang ditegakkan bisa memberi kecerahan ibarat air yang membersihkan kotoran. Air juga tidak pernah emban oyot emban cindhe “pilih kasih” karena air akan selalu turun ke bawah, tidak naik ke atas”.

Dari air kita bisa belajar tentang kepemimpinan dan keadilan.  Air bisa memberi pelajaran untuk seorang pemimpin yang berlaku adil. Dialah guru alam. Tanpa bisa berkata kata namun yang dia lakukan memberi makna yang dalam dan juga teladan bagi orang yang bisa memahaminya.

Menjadi pemimpin itu bukanlah perkara yang mudah apalagi harus bersikap adil di tengah tengah orang yang dipimpinnya. Ada orang orang yang selalu saja memuja mujinya walaupun dia melakukan kesalahan dan ada juga orang orang yang terus mencari cari kesalahannya betapapun dia sudah berbuat benar. Dalam situasi seperti itu maka ikuti ajaran air yang tidak pernah emban oyot emban cindhe atau tidak pernah pilih kasih. Yang memuja mujinya kadang bisa saja justru menjerumuskannya dan yang selalu mencari kesalahannya kadang bisa saja menjadi bagian untuk mawas diri menjadi lebih baik.

Yang pasti ketika seorang pemimpin itu berlaku adil maka akan bisa memberikan kenyamanan, ketentraman dan kesejahteraan bagi orang orang yang dipimpinnya. Dia sudah memberi kecerahan ibarat air yang bisa membersihkan kotoran.

Saya tutup tulisan ini dengan sebuah pantun :

Jika Harus Pergi Larut Malam

Jangan Lupa Membawa Bedil

Ikuti Saja Ajaran Air Sebagai Guru Alam

Jika Ingin Menjadi Pemimpin Yang Adil

Sobat, saatnya saya undur diri dan mari kita nikmati secangkir teh hangat di pagi hari
ini ..

Selamat beraktivitas ..

Salam sehat ..

 

NH
Depok, 30 September 2021

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed