oleh

Karier Politik Azis Syamsuddin Tamat

-Berita, Peristiwa, Politik, Terbaru, YPTD-Telah Dibaca : 92 Orang

Sumber gambar : kompas.com

Selamat pagi sobat,

Setelah merebaknya rumor di media sosial tentang penetapan Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin sebagai tersangka oleh KPK, pada Sabtu (25/09/2021) dini hari  terjawab sudah. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin pada hari Sabtu (25/09/2021) dini hari. Azis Syamsuddin ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pemberian hadiah atau janji terkait penanganan perkara yang ditangani oleh KPK di Kabupaten Lampung Tengah.

Seperti dirilis oleh kompas.com (25/09/2021) bahwa tim penyidik KPK melakukan penahanan kepada Azis Syamsudin selama 20 hari pertama.

“Tim penyidik melakukan penahanan kepada tersangka selama 20 hari pertama terhitung mulai tanggal 24 September 2021 sampai dengan 13 Oktober 2021 di Rutan Polres Metro Jakarta Selatan,” ujar Ketua KPK Firli Bahuri dalam konfernsi pers di Gedung Merah Putih KPK pada Sabtu (25/09/2021).

Firli menjelaskan, dalam kasus ini, Azis menghubungi penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju, pada Agustus 2020. Tujuannya, untuk meminta tolong “mengurus” kasus yang menyeret namanya dan kader Partai Golkar lainnya yaitu Aliza Gunado. Kasus tersebut saat itu sedang diselidiki KPK.

Untuk diketahui bahwa Stepanus Robin kini sudah diberhentikan KPK setelah berstatus tersangka dugaan korupsi penanganan perkara.

Selanjutnya, Stepanus Robin mengubungi Maskur Husain seorang pengacara untuk mengurus dan mengawal kasus tersebut.

Setelah itu, Maskur Husain menyampaikan kepada Azis dan Aliza untuk masing-masing menyiapkan sejumlah uang Rp 2 miliar.

Stepanus Robin juga menyampaikan langsung terkait permintaan sejumlah uang tersebut yang kemudian disetujui Azis.

Uang lantas ditransfer Azis ke rekening Maskur secara bertahap.

Firli melanjutkan, masih di bulan Agustus 2020, Stepanus Robin juga diduga datang menemui Azis di rumah dinasnya di Jakarta Selatan untuk kembali menerima uang, kali ini tunai. Uang diberikan secara bertahap.

Yaitu sebanyak 100.000 Dollar AS atau Rp 1,42 miliar, 17.600 Dollar Singapura (Rp 185 juta) dan 140.500 Dollar Singapura (Rp 1,48 miliar).

“Uang-uang dalam bentuk mata uang asing tersebut kemudian ditukarkan oleh SRP dan
MH ke money changer untuk menjadi mata uang rupiah dengan menggunakan identitas
pihak lain,” kata Firli.

“Sebagaimana komitmen awal pemberian uang dari AZ kepada SRP dan MH sebesar Rp 4 Miliar, yang telah direalisasikan baru sejumlah Rp 3,1 Miliar,” ucap Firli.

Penetapan tersangka dugaan kasus Korupsi untuk kader senior Partai Golkar yang tengah menjabat sebagai Wakil Ketua DPR RI ini hampir dipastikan bakal menamatkan karier politiknya.

DPP Partai Golkar langsung bereaksi atas kasus korupsi yang menimpa kadernya yang pernah menjadi Ketua Umum DPP KNPI ini.

Seperti dirilis oleh kompas.com (25/09/2021) bahwa Ketua DPP Partai Golkar Adies Kadir menyatakan, partainya akan menyiapkan sosok pengganti Azis Syamsuddin yang menjabat Wakil Ketua DPR RI.

Adapun pergantian tersebut dilakukan karena Azis Syamsuddin telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus dugaan suap penanganan perkara di Kabupaten Lampung Tengah.

“Terkait dengan penggantinya (Azis Syamsuddin), Partai Golkar akan memproses dalam waktu dekat,” kata Adies saat konferensi pers di Ruang Fraksi Partai Golkar, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, pada hari Sabtu (25/09/2021).

Terkait siapa sosok yang akan menggantikan Azis, Adies mengaku semua kader memiliki potensi.

Namun, untuk menentukan siapa sosok tersebut merupakan kewenangan atau hak prerogratif dari Airlangga Hartarto selaku Ketua Umum Partai Golkar.

“Kami punya 85 orang kader di DPR, semua punya kans menduduki jabatan tersebut,” tegas Adies Kadir.

Sementara itu, Azis Syamsudin juga telah menyampaikan pengunduran diri sebagai wakil ketua DPR RI.

Kasus korupsi yang menimpa Azis Syamsuddin ini merupakan pukulan beruntun yang telak bagi Partai Golkar karena sebelumnya, kader Partai Golkar lainnya yang juga menjabat sebagai Anggota DPR RI Alex Noerdin telah ditetapkan menjadi tersangka oleh Kejaksaan Agung untuk dua kasus korupsi sekaligus.

Yang menarik untuk dicermati, apakah kasus korupsi yang menimpa kader kader senior Partai Golkar ini bakal berpengaruh terhadap elektabilitas Partai Golkar di Pemilu Legislatif  tahun 2024 ?

Kita ingat ketika jelang Pemilu Legislatif tahun 2019. Partai Golkar juga diterpa badai korupsi dan tak tanggung tanggung melibatkan Ketua Umumnya yaitu Setya Novanto lalu Sekretaris Jenderalnya yaitu Idrus Marham. Namun di Pemilu Legislatif 2019, Partai Golkar masih menempati posisi kedua dengan perolehan 85 kursi di DPR RI meskipun memang terjadi kemerosotan dalam jumlah kursi DPR RI yang diperoleh dibanding dengan Pemilu Legislatif tahun 2014 (91 kursi DPR RI).

Hal ini akan menjadi beban berat bagi kader kader Partai Golkar yang berada di jalan yang lurus untuk bisa menjaga eksistensi Partai Golkar di perpolitikan nasional terutama perolehan suara Partai Golkar di Pemilu Legislatif tahun 2024.

Sebagai mantan kader Partai Golkar, saya ikut prihatin ..

Sobat, saatnya saya undur diri ..

Selamat beraktivitas ..

Salam sehat ..

 

NH

Depok, 26 September 2021

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed