oleh

Ketika Hujan Deras Dan Angin Kencang Datang Menerpa

-Berita, Pantun, Peristiwa, Terbaru-Telah Dibaca : 87 Orang

Selamat pagi sobat,

Di pagi hari yang cerah ini saya mengangkat topik di rubrik NGETEH MORNING tentang Ketika Hujan Deras Dan Angin Kencang Datang Menerpa Sebagian Kota Depok.

Kemarin (Selasa, 21/09/2021) sore selagi saya tengah berada di depan laptop untuk finalisasi draft buku saya, di luar rumah mendung begitu menggelayut dan nampaknya akan turun hujan deras.

Sebelum hujan turun, saya segera mematikan laptop meskipun finalisasi untuk draf buku saya masih belum tuntas. Saya khawatir akan ada petir yang mendadak datang sedangkan laptop saya masih terhubung kabel ke stop kontak, maklum batere laptop sudah drop.

Tak lama, hujan turun sangat deras disertai angin yang begitu kencang dan terdengar bunyi benda yang terjatuh begitu keras. Saya memeriksa seputar rumah namun tak ada yang rusak atau bocor karena bisa saja ada genteng tersapu angin. Saya masih penasaran bunyi keras itu datang dari mana.

Hujan terus mengguyur dengan deras. Di belakang rumah, kolam kosong sudah penuh terisi  air dan bahkan meluap ke lantai dan air sudah bergerak ke pintu bekakang rumah. Nampaknya lubang pembuangan air tak mampu menampung debit air dari talang rumah yang begitu besar. Beruntung, ketika air sudah akan melalui pintu belakang rumah, hujan mereda dan air pun perlahan surut masuk ke tempat pembuangan air. Air di dalam kolam juga ikut surut karena air keluar dari lubang pembuangan yang memang sudah saya buka. Alhamdulillah, hujan perlahan berhenti dan air batal masuk ke dalam rumah.

Setelah situasi rumah aman terkendali,  saya membuka WA grup warga RT saya dan ternyata di dekat rumah, tepatnya di taman RT ada pohon besar yang tumbang dan menutup jalan. Tidak itu saja, di beberapa tempat di RW saya juga terdapat pohon tumbang, tiga lokasi tembok pembatas rubuh, air meluap dari got dan membanjiri jalan dan juga genteng beterbangan di Masjid sehingga air hujan masuk dan merusak plafon yang katanya baru diganti.

Malam harinya, sekitar jam 20.30 WIB, saya, istri dan anak saya ke luar rumah menggunakan mobil untuk ke ATM di Indomart terdekat dari Perumahan saya. Di sepanjang jalan Tole Iskandar yang saya lalui menuju lokasi ATM, terlihat beberapa pohon tumbang dan listrik padam.

Sehabis dari ATM, kami memutuskan untuk berkeliling melihat situasi pasca hujan deras dan angin kencang yang seperti badai. Dalam perjalanan keliling di jalan Tole Iskandar terus ke KSU hingga di Grand Depok City terlihat banyak pohon tumbang di kanan kiri jalan dan ada rumah yang tertimpa pohon. Dari Grand Depok City, kami berputar ke arah jalan Margonda lewat jalan Depok lama terus masuk ke jalan Pemuda. Ada beberapa pohon besar dan baliho yang tumbang. Jalan Pemuda yang menuju ke jalan Siliwangi ternyata ditutup karena ada pohon besar tumbang menutup jalan lalu kami berbelok ke jalan Mawar yang juga bisa tembus ke jalan Siliwangi.

Di jalan Siliwangi, kami mampir di toko buah untuk membeli buah dan menyenpatkan untuk melihat situasi di sekitarnya dan terlihat ada pohon yang tumbang juga.

Kemudian diperjalanan kembali ke runah melewati jalan Tole Iskandar, kami melihat beberapa pohon tumbang di sekitar Perumahan Vila Novu dan Perumahan Pesona Depok.

Nampaknya, hujan dera disertai angin kencang di sebagian kota Depok dampaknya cukup mengerikan juga. Sesampai di rumah, saya melihat di akun instagram depok24jam yang memberitakan bahwa baliho besar di dekat bank BNI jalan Margonda Raya dan RS Hermina di jalan Tole Iskandar tumbang dan seng di dekat kelurahan Rangkapan Jaya pada rubuh.

Yang menarik, hujan deras yang juga turun di daerah Kelurahan Kukusan disertai dengan butiran butiran es.

Saya jadi teringat sepenggal lirik dari lagu karya Ebiet G Ade yang berjudul Berita Kepada Kawan :

Sesampainya di laut kukabarkan semuanya
Kepada karang kepada ombak kepada matahari
Tetapi semua diam tetapi semua bisu
Tinggal aku sendiri terpaku menatap langit
Barangkali di sana ada jawabnya
Mengapa di tanahku terjadi bencana
Mungkin Tuhan mulai bosan melihat tingkah kita
Yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa
Atau alam mulai enggan bersahabat dengan kita
Coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang …

Saya tutup tulisan ini dengan sebuah pantun :

Keluar Malam Mau Beli Kentang

Di Jalan Melihat Orang Stress Lagi Kumat

Ketika Hujan Deras Dan Angin Kencang Datang

Berserah Dirilah Kepada Allah Agar Kita Diberi Selamat

Sobat, saatnya saya undur diri dan mari kita nikmati secangkir teh hangat di pagi hari
ini ..

Selamat beraktivitas ..

Salam sehat ..

 

NH
Depok, 22 September 2021

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed