oleh

Swasembada Gula, Mungkinkah ?

-Berita, Ekonomi, Peristiwa, Politik, YPTD-Telah Dibaca : 70 Orang

Sumber gambar : berdikarionline.com

Selamat pagi sobat,

Kabar cukup menggembirakan datang dari Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir yang mengungkapkan sejumlah upayanya dalam mengerahkan perusahaan BUMN untuk mewujudkan swasembada gula.

Upaya Menteri yang “gila” bola ini patut didukung mengingat banjirnya gula import yang masuk ke Indonesia dan membuat gula lokal semakin terpinggirkan dan tentu saja akan  berimbas kepada eksistensi perusahaan perkebunan tebu dan gula serta tingkat kehidupan para petani tebu rakyat.

Seperti dirilis oleh kompas.com (19/09/2021) bahwa Menteri Erick Thohir menyampaikan upaya swasembada gula tersebut  di sela sela kunjungan kerjanya ke Banyuwangi, Jawa TImur, pada hari Sabtu (18/9/2021), tepatnya di lahan seluas 102,4 hektar di Desa Karang Harjo, Kecamatan Glenmore, Kabupaten Banyuwangi.

Lahan tersebut dikelola oleh PT Industri Gula Glenmore (IGG) di bawah PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XII.

Pada kesempatan itulah Menteri  Erick Thohir mengungkit sejumlah jurus mempercepat swasembada gula.

Menurut Menteri Erick Thohir, transformasi yang dicapai PT IGG, baik dalam segi produksi maupun aplikasi teknologi modern pengolahan gula, diharapkan ikut mendorong terwujudnya swasembada gula konsumsi di Indonesia.

Dengan luas seluruh lahan yang dikelola holding perkebunan, Indonesia harus menjadi negara dengan kekuatan industri gula yang solid.

“Dengan produksi gula yang terus meningkat dan juga aplikasi teknologi modern di industri ini, saya harap PT IGG menjadi bagian dari usaha untuk terwujudnya swasembaga gula konsumsi,” kata Erick Thohir.

Menteri Erick Thohir juga menyampaikan bahwa upaya swasembada gula merupakan  bagian untuk mewujudkan ketahanan pangan di Indonesia.

“Ini merupakan bagian dari ketahanan pangan. Apalagi, peta jalan mengenai realisasi swasembada gula konsumsi ke depan sudah ada dan Presiden Joko Widodo memberikan dukungan. Meski banyak tantangan, tetapi Lillahi Ta’ala kita harus jalankan,” ucap Erick Thohir.

Meski tetap memerlukan peran swasta, namun sudah saatnya perusahaan BUMN yang bergerak dalam bisnis perkebunan tebu dan gula bergabung dalam satu holding untuk mewujudkan mimpi lama tersebut.

Masih seperti dirilis oleh kompas.xim (19/08/2021) bahwa saat ini terdapat tujuh anak perusahaan PTPN yang bergerak di industri tebu dan gula, yaitu PTPN VII di Lampung, PTPN IX sampai XII di Jawa Timur, dan PTPN XIV di Sulawesi Selatan.

Menteri Erick Thohir menambahkan, restrukturisasi yang dilakukan di PTPN XII telah memberikan hasil maksimal dengan membaiknya keuangan dan memberi keuntungan.

Meski begitu, untuk mewujudkan swasembada gula komsumsi menurut Erick Thohir masih diperlukan kolaborasi dengan rakyat dan instansi lain.

“Saya minta libatkan petani tebu rakyat dan lahan milik Perhutani sehingga ada peningkatan lahan produksi dari 45.000 hektar menjadi 85.000 hektar,” tandas Erick Thohir.

“Lalu secara perlahan hingga tahun 2024-2025 harus menjadi 250.000 hektar. Jika hal itu tercapai, maka impian indonesia menjadi negara pengekspor gula akan terwujud,” lanjut Erick Thohir.

Keinginan meningkatkan ekspor dan mengurangi impor, terutama untuk komoditas yang dimiliki dan menjadi kekayaan Indonesia, terus diupayakan oleh Kementerian BUMN melalui perusahaan BUMN.

“Sudah saatnya kita jangan hanya menjadi market saja yang akan menyulitkan negara kita sulit. Dengan potensi yang kita miliki, bagaimana pun gula harus menjadi tulang punggung ekonomi yang penting ke depannya,” tegas Erick Thohir.

Upaya Menteri BUNN dalam mewujudkan swasembada gula konsumsi terutama dengan mengajak peran serta dari petani tebu rakyat harus segera direalisasikan mengingat sudah sangat lama petani tebu rakyat tidak pernah memperoleh pendapatan yang cukup dari hasil panennya. Kolaborasi antara petani tebu, pihak BUMN dan Swasta memang sangat diperlukan untuk meningkatkan produksi gula nasional.

Jangan bicara terlalu muluk dulu dengan keinginan menjadi pengekspor gula namun upayakan lebih dulu peningkatan produksi gula secara bertahap hingga mencapai swasembada.

Dan yang terpenting, kebijakan import gula yabg dikeluarkan Pemerintah harus diperketat dengan cara kran import gula harus semakin diperkecil hingga ketika kita sudah mencapai swasembada maka kran import gula ini harus ditutup.

Mudah mudahan upaya Menteri Erick Thohir untuk menjadikan Indonesia swasembada gula ini dapat diwujudkan ..

Sobat, saatnya saya undur diri ..

Selamat beraktivitas ..

Salam sehat ..

 

NH

Depok, 20 September 2021

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed