oleh

Lama Dinanti, Berbuah Juga Tapi Keburu Dimakan Codot

-Berita, Flora Fauna, Pantun, Peristiwa, Terbaru-Telah Dibaca : 105 Orang

Selamat pagi sobat,

Di pagi hari yang cerah ini saya mengangkat topik di rubrik NGETEH MORNING tentang Lama Dinanti, Berbuah Juga Tapi Keburu Dimakan Codot.

Sudah lama saya menanti pohon Srikaya ini berbuah. Pohon Srikaya yang saya tanam di sebuah pot besar di depan rumah, tau tau sudah berbuah lumayan besar namun sayangnya buah Srikaya ini sudah jatuh di tanah dan sebagian sudah dimakan codot.

Beberapa hari lalu, istri saya melihat buah Srikaya yang sudah di atas tanah di bawah pohon Srikaya lantas memberitahukan kepada saya. Buah Srikaya itu sebagian sudah dimakan codot, binatang yang makannya buah buahan.

Pohon Srikaya ini sudah waktunya berbuah karena usia tanamnya sudah lebih dari lima tahun.

Pohon Srikaya ini, saya tanam dari biji yang buahnya hasil dari pohon Srikaya di rumah orang tua di kompleks TNI-AD Cijantung 2.

Hingga keluarga saya diharuskan meninggalkan rumah orang tua saya di kompleks TNI-AD Cijantung 2 di tahun 2017, pohon Srikaya yang tumbuh di samping rumah masih tumbuh rindang dan masih kerap berbuah.

Saya ingat ketika buahnya matang di tahun 2015 dan setelah saya makan isi buah Srikaya tersebut beberapa bijinya tidak saya buang lalu saya bawa ke rumah dan saya tanam di rumah di dalam sebuah pot. Beberapa waktu kemudian, dari beberapa biji hanya tumbuh dua biji yang menjadi pohon Srikaya muda dan terus tumbuh besar. Kedua pohon Srikaya itu masing masing saya pindahkan ke sebuah pot besar. Salah satu pohon Srikaya tumbuh menjadi besar dan cukup rindang sedang satu pohon lainnya tumbuh tak terlalu besar dan cenderung kerdil meski masih tetap hidup.

Kedua pohon Srikaya itu harus kerap disiram sebab jika terlewat beberapa tak disiram dan tidak ada hujan yang mengguyurnya maka daun daun dari kedua pohon Srikaya itu menjadi layu dan kuyu. Maklumlah kedua pohon Srikaya itu ditanam di pot.

Pohon Srikaya ini selalu membawa kenangan saat saya masih tinggal bersama orang tua di kompleks TNI-AD Cijantung 2 yang memiliki halaman lumayan luas dan ditanami berbagai jenis pohon berbuah seperti pohon Mangga, pohon Jambu Biji, pohon Melandingan atau pete cina, pohon tebu, pohon Cereme, pohon pisang, pohon jambu air dan juga pohon Srikaya yang tumbuh lebih dari satu pohon.

Senang dan bahagia rasanya saat pohon pohon itu mulai berbuah karena sebagian besar pohon pohon itu ditanam sendiri.

Selain pohon buah di halaman rumah juga ditanam pohon kembang seperti pohon mawar, pohon melati, pohon kenanga, pohon soka dalam beberapa jenis warna, ada merah, pink, kuning, orange dan putih.

Sebagian dari bunga soka yang sempat saya foto, lantas saya abadikan sebagai kenangan dalam cover depan dari beberapa buku karya saya yaitu :

1. Goresan Pena Sang Anak Kolong Seri 1 (soka kuning)

2. Goresan Pena Sang Anak Kolong Seri 2 (soka orange)

3. Untaian Pantun Sang Anak Kolong (soka kuning)

Pohon buah dan pohon kembang yang saya sebutkan di atas membawa kenangan yang tak pernah bisa saya lupakan ..

Saya tutup tulisan ini dengan sebuah pantun :

Si Mamat Jarang Menabung Di Bank Mandiri

Karena Dia Sering Beli Ikan

Nikmatnya Buah Srikaya Yang Ditanam Sendiri

Menjadi Kenangan Yang Tak Terlupakan

Sobat, saatnya saya undur diri dan mari kita nikmati secangkir teh hangat di pagi hari ini ..

Selamat beraktivitas ..

Salam sehat ..

 

NH
Depok, 16 Oktober 2021

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed