oleh

Singo Edan Terkam Macan Kemayoran 

-Berita, Hiburan, Hobi, Olahraga, Pantun, Peristiwa, Terbaru-Telah Dibaca : 91 Orang

Selamat pagi sobat,

Di pagi hari yang cerah ini saya mengangkat topik di rubrik NGETEH MORNING tentang Singo Edan Terkam Macan Kemayoran.

Semalam (Minggu, 17/10/2021) saya menyaksikan big match di pekan ke-7 kompetisi BRI Liga 1 2021-2022 antara Persija Jakarta melawan Arema FC.

Pertandingan yang digelar di Stadion Manahan Solo dan disiarkan secara langsung oleh stasiun TV Indosiar berakhir untuk kemenangan Arema FC dengan skor tipis 1-0.

Satu satunya gol dari tim berjuluk Singo Edan ini tercipta pada menit ke-33 lewat proses yang menawan. Bermula dari Renshi Yamaguchi memenangkan duel perebutan bola dan mengarahkannya kepada striker Carlos Fortes.

Dengan sekali sentuhan, pemain asal Portugal itu melepas tendangan keras dengan mengarahkan bola ke pojok gawang Persija Jakarta. Penjaga gawang Andritany Ardhiyasa terlihat tidak bereaksi, karena bola melambung di atasnya sebelum akhirnya menukik masuk ke dalam gawang.

Sebuah gol yang begitu berkelas !

Kekalahan dari Arema FC ini menjadi kekalahan pertama dari tim berjuluk Macan Kemayoran di kompetisi BRI Liga 1 2021-2022 dan senasib dengan dua tim lainnya di pekan ke-7 ini yaitu Bhayangkara FC (kalah 0-2 dari Persib Bandung) dan Bali United (kalah 1-2 dari PSM Makassar) yang juga telah mengalami kekalahan pertamanya.

Duel antara Persija Jakarta melawan Arema FC sebenarnya berlangsung cukup seimbang terutama di babak pertama. Kedua tim memainkan pressing ketat sehingga bola lebih banyak berputar di tengah lapangan saja.

Setelah unggul satu gol di babak pertama, Arema FC cenderung tertekan dengan serangan gencar Persija Jakarta. Apalagi setelah Arema FC harus bermain dengan 10 pemain setelah pemain pengganti Kusedya Hari Yudo diganjar kartu kuning kedua oleh wasit dan harus meninggalkan lapangan.

Namun meski unggul dalam jumlah pemain dan terus mengurung pertahanan Arema FC, Persija Jakarta nampak kesulitan untuk bisa menciptakan peluang karena begitu ketat dan disiplinnya pemain Arema FC di daerah pertahanannya.

Barulah di beberapa menit jelang laga babak kedua berakhir, Persija Jakarta memperoleh peluang emas lewat sundulan Otavio Dutra namun bola masih dapat ditepis oleh penjaga gawang Arema FC Adilson Maringá.

Kemudian Persija Jakarta juga berhasil mencetak gol namun dianulir oleh wasit karena mengganggap terjadi pelanggaran. Beberapa pemain Persija Jakarta sempat melakukan protes namun wasit tetap pada keputusannya dan laga pun dilanjutkan.

Di laga inu, Persija Jakarta memang tidak diperkuat oleh beberapa pemain pilarnya seperti Marco Motta, Osvaldo Haay, Braif Fatari, Novri Setiawan dan Ismet Sofyan yang masih dalam pemulihan dari cedera. Juga Rohit Chand yang tengah memperkuat timnas negaranya, Nepal.

Pelatih asal Italia Angelo Alissio pun mau tak mau harus menurunkan beberapa pemain muda seperti Alfriyanto Nico Saputro (17 tahun), Ilham Rio Fahmi (17 tahun), Adrianus Dwiki Arya (21 tahun), Doni Tri Pamungkas (16 tahun-pengganti) dan Muhammad Ferrari (17 tahun-pengganti). Mereka tampil begitu menjanjikan meskipun masih minim dalam jam bermain di kompetisi kasta tertinggi di Indonesia ini.

Kita sebagai JakMania berharap di laga selanjutnya Persija Jakarta bisa tampil lebih baik dan mampu meraih kemenangan.

Insya Allah ..

#GuePersija

#PersijaSelamanya

Saya tutup tulisan ini dengan sebuah pantun :

Kemarin Bertemu Kawan Di Kebayoran

Orangnya Suka Pergi Berkelana

Singo Edan Terkam Macan Kemayoran 

JakMania Pun Gundah Gulana

Sobat, saatnya saya undur diri dan mari kita nikmati secangkir teh hangat di pagi hari ini ..

Selamat beraktivitas ..

Salam sehat ..

 

NH
Depok, 18 Oktober 2021

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed