oleh

Macan Kemayoran Seperti Lupa Caranya Menang

-Berita, Hiburan, Hobi, Olahraga, Pantun, Peristiwa, Terbaru-Telah Dibaca : 89 Orang

Selamat pagi sobat,

Di pagi hari yang cerah ini saya mengangkat topik di rubrik NGETEH MORNING tentang Macan Kemayoran Seperti Lupa Caranya Menang.

Semalam (Jum’at, 05/11/2021) saya menyaksikan secara Live di layar kaca laga pekan ke-11 kompetisi BRI Liga 1 2021-2022 antara Persija Jakarta melawan Barito Putera.

Laga yang digelar di Stadion Moch Soebroto berakhir dengan skor imbang 1-1.

Hasil imbang yang diraih tim yang berjuluk Macan Kemayoran ini tentu saja kembali menuai rasa kecewa dari suporter fanatiknya The JakMania termasuk juga saya !

Barito Putera lebih dulu mencetak gol di menit ke-15 lewat tendangan striker asal Serbia Aleksandar Rakic. Namun di menit ke-26, Persija Jakarta berhasil menyamakan kedudukan lewat gol yang dicetak oleh Marko Simic lewat sundulan kepalanya.

Gol dari Marko Simic menjadi gol ketujuh bagi dirinya di kompetisi BRI Liga 1 2021-2022 dan membawa pemain asal Kroasia tersebut bertengger di top skor sementara bersama Ilija Spasojevic (Bali United), Ezechiel N’Douassel (Bhayangkara FC) dan Youssef Ezzejjari (Persik Kediri).

Di babak pertama, laga berjalan cukup seimbang meskipun Barito Putera lebih unggul dalam penguasaan bola. Namun Persija Jakarta lebih banyak dalam tendangan on target. Tercatat penjaga gawang Barito Putera Aditya Harlan berhasil menggagalkan tiga tendangan pemain Persija Jakarta yang mengarah ke gawangnya.

Di babak kedua, laga seperti halnya di babak pertama juga berjalan cukup berimbang namun tempo permainan terlihat berjalan lambat dan nyaris tidak ada peluang berarti dari kedua tim.

Namun di saat masuk ke injuri time babak kedua, wasit memberikan hadiah penalti untuk Persija Jakarta setelah Riko Simanjuntak dilanggar oleh penjaga gawang Aditya Harlan.

Para pemain Barito Putera tak terima dengan hukuman tendangan penalti tersebut dan ramai ramai melakukan protes keras kepada wasit bahkan sampai ada yang berani “menyentuh” badan wasit yang tindakan tersebut tidak dibenarkan dalam aturan pertandingan dari FIFA.

Laga sempat terhenti beberapa saat dan terlihat wasit tak segera mengambil keputusan tegas karena terus mendapat protes dari para pemain Barito Putera. Wasit lantas meminta pendapatan kepada hakim garis. Sementara para pemain Barito Putera terus mengejar wasit sambil melakukan protes bahkan terlihat ada yang berani menunjuk nunjuk ke arah wasit.

Sementara beberapa pemain Persija Jakarta terlihat juga mendekati wasit termasuk sang kapten Andritany Ardhiyasa yang ikut berbicara dengan wasit.

Wasit kemudian mengeluarkan kartu kuning kepada seorang pemain Barito Putera dan tetap kepada keputusannya memberikan hadiah tendangan penalti untuk Persija Jakarta.

Terlihat ada kejadian menarik, beberapa pemain Barito Putera berdiri di seputaran titik putih untuk menghalangi pemain Persija Jakarta Marco Motta yang akan menaruh bola di titik putih tersebut. Namun beberapa saat kemudian, para pemain Barito Putera menerima keputusan wasit dan keluar dari kotak penalti.

Pemain Persija Jakarta Marco Motta terlihat bersiap menjadi eksekutor tendangan penalti. Wajah mantan pemain Juventus itu terlihat tegang.

Saya jadi gak yakin Motta bisa melaksanakan tugasnya dengan sempurna.

Dan benar saja, bola dari tendangan Motta melambung di atas gawang Barito Putera.

Buyarlah peluang emas untuk meraih kemenangan yang sudah di depan mata, Macan Kemayoran seperti lupa caranya menang ..

Saya tutup tulisan ini dengan sebuah pantun :

Si Upik Lagi Makan Mangga Manalagi

Rasanya Manis Dan Si Upik Pun Senang

Macan Kemayoran Main Seri Lagi

Seperti Lupa Caranya Menang

Sobat, saatnya saya undur diri dan mari kita nikmati secangkir teh hangat di pagi hari ini ..

Selamat beraktivitas ..

Salam sehat ..J

 

NH
Depok, 6 November 2021

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed