oleh

O Tano Batak

Selamat pagi sobat,

Semalam (Minggu, 20/11/2022) setelah menyelesaikan persiapan mengajar untuk minggu ke-9 dengan memberikan kuliah secara langsung di depan kelas, saya sempatkan membuka YouTube untuk mendengarkan lagu lagu lawas sebelum menyaksikan secara live pertandingan pembuka Piala Dunia 2022 antara tuan rumah Qatar melawan Ekuador.

Ketemulah sebuah lagu daerah yang dinyanyikan oleh penyanyi favorit saya saat masih remaja yakni Christine Panjaitan. Kebetulan kami sama sama kuliah di Universitas Indonesia namun beda kampus. Christine Panjaitan di kampus Rawamangun sedangkan saya di kampus Salemba. Lagu daerah yang dinyanyikan oleh wanita asal daerah Batak ini berjudul “O Tano Batak”. Begitu syahdu dan merdu saat dinyanyikan oleh Christine Panjaitan saat saya dengarkan di YouTube.

Tentu saja saya tak tahu arti dari lirik lagu yang dinyanyikan oleh Christine Panjaitan ini, maklum saya ini wong Jowo.

Penasaran, saya mencarinya di mbah Google dan tak butuh waktu lama saya menemukannya.

Intinya lagi O Tano Batak ini mengisahkan kerinduan seseorang akan tanah kelahiran yang jauh, di tanah Batak. Adapun bahasa daerah dalam lirik lagu ini adalah bahasa dari Batak Toba.

Selsin itu, lirik lagu O Tano Batak ini juga mengisahkan keinginan seseorang untuk kembali ke kampung halaman, tempatnya dibesarkan saat masih kecil.

Sobat, penasaran juga lirik dan terjemahan lagu O Tano Batak ini ?

Berikut saya tuliskan lirik dan terjemahannya :

***

O Tano Batak haholonganku (Oh Tanah Batak kesayanganku)

Sai namalungun do au tu ho (Aku rindu sekali padamu)

Dang molo modom dang nok matakku (Tak mampu tidur tak mampu menutup mata)

Sai namasihol do au Sai naeng tu ho (Selalu kuingin datang padamu)

 O Tano Batak sai naeng hutatap (Oh Tanah Batak selalu ingin kulihat)

Dapotononku tana hagodanganki (Ingin kudatangi tanah kelahiranku)

O Tano Batak andigan sahat (Oh Tanah Batak kapankah kujumpai)

Au on naeng mian di di ho sambulokki (Rindu ingin datang ke sana)

Molo dung biccar mata ni ari (Bila matahari bersinar)

Lao panapuhon hauma i (Yang menyuburkan ladang)

Denggan do ngolu siganop ari (Hidup di sana sungguh nyaman)

Dinamaringan di ho sambulokki (sewaktu aku masih di sana) 

***

(diambil dari website mondasiregar.com (07/09/2013))

Jujur saja, saya sendiri belum pernah menginjakkan kaki di tanah Batak yang berada di provinsi Sumatera Utara. Ada tiga provinsi di Pulau Sumatera yang saya belum pernah ke sana yaitu Nanggro Aceh Darussalam, Sumatera Barat dan Sumatera Utara. Sesungguhnya, ada keinginan untuk bisa mengunjungi minimal ibukota provinsinya yakni Banda Aceh, Padang atau Medan namun entah kapan bisa kesampaian ..

Mudah mudahan saya masih diberi waktu.

Sobat, saatnya saya undur diri.

Selamat beraktivitas ..

Salam sehat ..

 

NH

Depok, 21 November 2022

Komentar

Tinggalkan Balasan