oleh

Tahun 2021, Bansos Di Jabodetabek Berupa Uang Tunai

-Berita, Ekonomi-Telah Dibaca : 548 Orang

NGETEH MORNING di pagi hari ini akan mengambil topik Tahun 2021, Bansos Di Jabodetabek berupa Uang tunai.

Ketika kasus positif pandemi corona atau COVID-19 masih terus meningkat dan tak ada yang bisa memastikan kapan akan menurun. Pandemi corona memang membuat perekonomian masyarakat bawah yang terdampak pandemi corona menyangkut daya beli semakin menurun dan tentu saja kita apresiasi upaya pemerintah untuk meringankan beban masyarakat bawah tersebut dalam bentuk bantuan sosial (bansos) berupa bahan pangan atau sembako.

Seperti dilansir oleh merdeka.com (15/12/2020) bahwa pelaksana tugas (Plt) Menteri Sosial (Mensos) RI Muhadjir Effendy mengatakan, pemerintah akan menyalurkan bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat yang terdampak Covid-19 di wilayah Jabodetabek berupa bantuan sosial tunai (BST) pada 2021.

“Bansos Jabodetabek skema yang kita gunakan ialah BST, tapi teknisnya masih harus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta,” kata Muhadjir.

Saat awal terjadinya pandemi corona,  Kementerian Sosial (Kemensos) sudah memberikan bansos untuk warga Jabodetabek berupa paket sembako senilai 300 ribu rupiah.

Namun, dalam prakteknya ternyata paket sembako tersebut rupanya yang digunakan sebagai modus korupsi yang dilakukan oleh Juliari Batubara saat menjabat Menteri Sosial.

Selanjutnya masih seperti dirilis oleh merdeka.com (15/12/2020) bahwa Menteri Muhajir mengatakan untuk bansos di luar Jabodetabek, yakni bansos reguler dan jaring pengaman sosial Covid-19 tetap dilakukan seperti biasanya.

Untuk kartu sembako atau bantuan pangan nontunai (BPNT) jumlahnya mencapai 18,8 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Selanjutnya untuk program keluarga harapan (PKH), yakni 10 juta KPM, sedangkan BST khusus penanganan Covid-19 Kemensos akan menyalurkan untuk 10 juta KPM.

Tidak hanya itu, pemerintah juga akan menambah bantuan yang bersumber dari dana desa atau BLT Desa sekitar 7,8 juta KPM.

“Jadi itu yang tetap disalurkan. Kemudian untuk satuan berapa jumlah per bulan dan KPM untuk sementara Rp200 ribu, tetapi kemungkinan akan dinaikkan jadi Rp300 ribu,” demikian ucap Menko PMK Muhajir.

Upaya dari pemerintah harus terus didukung namun pengawasan dalam penyaluran bansos perlu lebih ketat dan jangan sampai kejadian korupsi dana bansos terulang lagi.

Mudah mudahan pandemi corona segera berlalu dan perekonomian masyarakat bawah kembali menggeliat dan pada gilirannya mampu mengangkat perekonomian nasional ..

Saya sudahi dulu tulisan di pagi hari ini dan mari kita kembali menikmati secangkir teh hangat ..

 

Salam sehat ..

NH

Depok 20 Desember 2020

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed