oleh

Tak Satupun Klub Dari Indonesia Ikut ACL 2021

-Olahraga-Telah Dibaca : 908 Orang

Tragis ..

Itulah kata yang terucap ketika membaca di media bahwa tak satupun klub dari Indonesia ikut ACL 2021.

ACL atau Asian Champions League merupakan ajang tertinggi kompetisi antar klub di tingkat Asia yang diikuti oleh para Juara Liga sepakbola dari setiap negara.

Di kawasan Asia Tenggara, Thailand, Vietnam, Malaysia, Filipina dan Singapura mendapat jatah satu klub Juara Liga (kecuali Thailand plus Juara 2 Liga) langsung masuk ke penyisihan Grup.

Sementara Myanmar masuk babak playoff lebih dahulu.

Bagaimana bisa negara terbesar di kawasan Asia Tenggara tak ada satu klub pun yang mewakili di event sepakbola tertinggi di Asia tersebut.

Ketiadaan klub dari Indonesia tidak lain karena peringkat kompetisi Liga di Indonesia yang berada di posisi rendah atau hampir sederajat dengan Kamboja, Brunei, Laos dan Timor Leste.

Myanmar saja di mana Juara Liganya yaitu Shan United masih masuk di babak playoff ACL 2021.

Padahal Shan United pernah dibantai Persija Jakarta 6-2 saat laga di penyisihan Grup H Piala AFC 2019.

Kenapa peringkat Liga Indonesia yang sekarang bernama Liga 1 masih mangkrak di peringkat bawah ? Hal ini karena Indonesia harus mulai dari nol lagi saat Indonesia kena hukuman dari FIFA akibat campur tangannya pemerintah Indonesia dalam urusan sepakbola yang sudah jelas jelas melanggar statuta FIFA.

Belum lagi di pelaksanaan Liga 1 banyak terjadi keributan antar suporter yang berujung ke perusakan fasilitas stadion.

Kemudian maraknya pengaturan skor oleh mafia sepakbola. Makun runyam .

Ketika hampir semua negara sudah menjalankan kompetisi Liga di tengah pandemi COVID-19 tanpa penonton dengan menjalankan protokol kesehatan yang sangat ketat.

Bagaimana di Indonesia ?

Dengan berbagai alasan aparat keamanan tak mau mengeluarkan ijin pertandingan padahal laga bakal digelar tanpa penonton dan menjalankan protokol kesehatan yang ketat.

Tak ada kerumunan massa !

Kompetisi Liga 1 pun tertunda tunda dan tanpa kepastian sementara keuangan klub klub semakin tipis karena tanpa pemasukan dan harus terus menggaji para pemainnya.

Jadilah nasib sepakbola Indonesia semakin nelongso ..

Sudah jatuh tertimpa tangga ..

Tragis ..

 

NH

Depok, 4 Desember 2020

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed