oleh

Kue Jipang, Mimpi Yang Jadi Kenyataan

-Berita, Humaniora, Kuliner, Kuliner, Peristiwa, YPTD-Telah Dibaca : 94 Orang

Selamat pagi sobat,

Minggu lalu, saya bermimpi diberikan sebungkus kue kering dalam plastik oleh anak saya. Dalam mimpi itu saya katakan pada anak saya bahwa kue tersebut adalah makanan ayah saat masih kecil.

Di pagi harinya, mimpi itu saya ceritakan pada istri dan lucunya saya tak ingat nama dari kue tersebut. Saya katakan pada istri bahwa kue tersebut bentuknya kotak dan berwarna putih.

Penasaran nama dari kue tersebut, saya mencarinya di mbah Google namun hasilnya nihil.

Malam harinya entah kenapa saya baru teringat nama kue kering yang dikasih anak saya dalam mimpi. Kue tersebut bernama kue Jipang. Saya pun mengatakan kepada istri, nama kue yang ada dalam mimpi saya.

Singkat cerita, pada hari Sabtu malam (03/12/2022) saya dan istri menjemput anak di ITC Depok jalan Margonda raya. Selain itu, saya juga ingin mengganti batere jam tangan yang sudah lama mati.

Setelah mampir makan di Es Teller 77 dan minum kopi sambil  menunggu jam saya diganti batere dan dibersihkan, lalu kami sempatkan jalan jalan di dalam ITC. Saat melewati toko kue, istri melihat kue Jipang yang dijual dalam plastik. Tanpa pikir panjang, saya meminta istri untuk membeli kue yang ada dalam mimpi saya seminggu yang lalu.

Yah, kue Jipang bagi saya adalah mimpi yang menjadi kenyataan.

Sesampai di rumah, saya jadi penasaran tentang kue Jipang ini. Saya lantas membuka mbah Google dan menemukan sebuah artikel di website cilegonhills.id (26/03/2021) yang mengulas tentang kue Jipang.

Menurut artikel tersebut, kue Jipang adalah makanan tradisional dari daerah Banten yang memiliki bahan utama dari ketan putih atau ketan merah. Kue yang satu ini memang sudah sangat familiar di lidah masyarakat Indonesia. Tidak hanya di Banten, kita juga bisa menjumpai makanan ringan dengan bentuk serupa di wilayah lain. Kue Jipang ini memiliki ciri berbentuk kotak, mempunyai rasa manis dan tekstur renyah. Kita pun bisa menjumpai kue Jipang dengan varian rasa pandan dan gula merah.

Dulu, kita mudah menemukan penjual kue Jipang di berbagai kota. Namun, situasinya kini sudah berubah. Jumlah penjual yang menawarkan kue tradisional khas Banten ini menurun drastis. Ditambah lagi, cara pembuatan kue Jipang ini juga masih menggunakan cara tradisional dan hanya berskala rumahan.

Dengan cara tradisional,  pembuatan kue Jipang bisa memakan waktu selama 2 minggu.

Tak hanya itu, prosesnya juga memerlukan tenaga yang cukup banyak. Ditambah lagi, kualitas rasa kue Jipang juga bergantung pada proses penjemuran nasi ketan yang memanfaatkan cuaca panas matahari.

Pada kondisi cuaca panas, pembuat kue Jipang di Banten bisa menjemur nasi ketan dengan baik. Hasilnya, kita bisa mencicipi kue Jipang dengan tekstur renyah dan mengembang. Namun, situasinya bakal berbeda ketika pembuatan kue Jipang dilakukan pada musim hujan. Kue Jipang kerap tidak akan mekar.

Dalam budaya masyarakat Banten, proses pembuatan kue tradisional ini kerap dilakukan secara bersama-sama. Oleh karena itu, tidak heran kalau proses produksinya juga melibatkan anggota keluarga besar. Selanjutnya, kue Jipang ini pun dapat disajikan untuk berbagai acara adat dan keagamaan.

Menurut artikel tersebut di atas, ada fakta menarik berkaitan dengan kue Jipang khas Banten ini. Bagi masyarakat setempat, kue tradisional ini merupakan sajian wajib ketika perayaan Idul Fitri. Tidak hanya itu, kue tradisional yang dibuat untuk sajian Idul Fitri juga bakal tahan sampai datangnya perayaan Idul Adha.

Meski tak menggunakan bahan pengawet kimia, kue Jipang memang bisa bertahan lama. Hal ini tidak lepas dari penggunaan asam jawa dan gula yang dapat mengawetkan kue tradisional tersebut.

Dengan kondisi seperti itu, keputusan untuk memilih kue Jipang sebagai oleh-oleh khas Banten dijamin tidak akan pernah salah. Selain memiliki rasa yang disukai banyak orang, kue ini juga bisa tahan lama.

Itulah sepenggal kisah kue Jipang, mimpi yang jadi kenyataan ..

Sobat, saatnya saya undur diri.

Selamat beraktivitas ..

Salam sehat ..

 

NH

Depok, 5 Desember 2022

Komentar

Tinggalkan Balasan