oleh

Pilihan

-Terbaru-Telah Dibaca : 97 Orang

Pilihan terakhir adalah pilihan terbaik yang pernah aku ambil terutama ketika memilih imanku. Bermula dari perjodohan yang dilakoni oleh Bapakku, membuat aku memilih dan menjadikan keputusan itu keputusan terbaik.

Meskipun kami tidak saling mengenal, lewat pertemuan satu hari, kami mencoba mewujudkan sebuah impian membentuk rumah tangga.

Ya, pertemuan sesaat itu menjadi langkah awal kami saling mengenal satu sama lain. Meskipun baru awal, tapi asa untuk membentuk hubungan serius menjadi komunikasi jarak jauh terbentuk.

Aku merantau jauh di Negeri seberang tidak membuat hubungan itu sesaat. Aku mencoba menggali karakter dan kepribadiannya dan dia pun sama.

Tiga bulan menjajaki perkenalan itu membuat aku memilihnya menjadi imanku. 2012 menjadi sejarah baru bagi kami. Pernikahan dilangsungkan.

Memang benar, pernikahan pada awalnya mebitu manis. Hari-hari penuh senyuman dan kebahagiaan. Meskipun jarak antara kami sangat jauh, tidak membuat hubungan itu renggang. Kami berusaha mengenali pribadi masing-masing lebih dalam. Tetap saja pada akhirnya, perbedaan cara pandang akhirnya muncul. Perbedaan itu tidak membuat kami semakin jauh atau saling menunjukkan kehebatan masing-masing, tapi perbedaan itu membuat kami menyadari bahwa menikah bukan menyatukan dua insan melainkan menyatukan dua keluarga besar.

Tiap masalah yang hadir membuat kami semakin dewasa. Memang benar adanya, jikalau api dilawan dengan api, maka api akan membesar, sebaliknya jika api dilawan dengan air maka lambat laun api akan mati.

Menahan ego, dan mengalah menjadi salah satu cara meredakan amarah, hingga hubungan tetap awet dan terjalin dengan baik.

Lebih kurang 6 bulan pernikahan, Tuhan menghadirkan buah cinta kami. Kami dipercaya dan diberikan anugerah untuk menjaga calon bayi yang hadir di rahimku. Tuhan Maha Adil. Meskipun jarak antara kami sangat jauh, aku diberikan kekuatan untuk selalu sehat menjaga kandungan.

Keputusan yang kuambil waktu itu telah membawa kami mengarungi pahit manis ya kehidupan. Nikmat yang diberikan tidak ternilai harganya dibandingkan ujian yang dihadirkan untuk kami. Saat ini, kami sedang diuji. Apakah kami sanggup dan mampu menjalani ujian ini sampai akhir atau tidak?

Semoga saja pilihan ini menjadi pilihan terakhir hingga maut menjemput kami. Tiada yang terbaik selain yang pertama, karena tiap hadirnya pilihan kedua dan ketiga, maka perbandingan itu akan selalu hadir. Perbandingan itu akhirnya akan mengacaukan sesuatu yang telah direncanakan jikalau tidak mampu mengontrolnya.

Pangkalpinang, 03 Juni 2022

Komentar

Tinggalkan Balasan