oleh

Mitos : Menulis itu (Tidak) Mudah

-Humaniora, Terbaru-Telah Dibaca : 221 Orang

 

Setiap kita pasti dapat menulis jika kita konsisten untuk terus belajar dan melatih diri melakukannya. Apalagi Tuhan telah mengaruniakan kita banyak hal yang bisa kita jadikan ide. Asal kita mau jeli dengan dengan peristiwa atau pengalaman yang terjadi di sekitar kita. Salah satunya misal dengan mengikuti grup belajar menulis bersama PGRI binaan Om Jay. Di setiap pertemuan kita diberikan materi oleh narasumber yang kemudian harus kita olah Kembali menjadi sebuah resume dengan mebahasakannya seusai gaya kita. Kalau kata Om Jay dan Pak Mukminin, “Kontennya sudah ada, tinggal diolah dan diberi bumbu kreatifitas mengolah kata-kata sehingga bahasanya renyah untuk dibaca. Jadi sebenarnya dengan mengikuti grup belajar menulis ini kita sangat dimudahkan diberi konten cuma-cuma dan kita hanya perlu mengembangkannya.

Saya misalnya, setelah mengikuti grup belajar menulis jadi bersemangat kembali mencintai dunia menulis dan belajar ngeblog lagi. Bahkan diluar dugaan saya jadi rajin ngbelog lagi, meski baru satu hari satu artikel tapi untuk saya ini adalah sebuah lompatan awal yang bagus. Saya percaya menulis adalah sebuah keahlian, harus terus dilatih agar semakin mahir. Tentu hal ini tidak mudah apalagi jika sudah berbicara dengan konsistensi. Tapi saran saya sebaiknya sebelum memulai semuanya temukanlah motivasi dalam diri kita. Temukan jawaban dari, untuk apakah saya menulis?

Motivasi atau niat awal ini penting sekali karena dengan motivasi akan menumbuhkan sikap konsisten. Jadi sejak awal cari dan ciptakan apa niat dan motivasi kita. Saya sendiri memulai ngeblog lagi di akhir Januari 2021. Saya merasa tertinggal jauh dengan sahabat saya yang kini rajin menulis bahkan sudah menghasilkan karya, tidak tanggung-tanggung selama tahun 2020 saja sudah menghasilkan dua buah buku solo, 1 buah buku duet, dan 4 buah buku antologi. Sebuah pencapaian luar biasa.

Hal tersebut membuat saya banyak berpikir betapa sia-sianya waktu yang saya miliki di tahun 2020, betapa banyak kuota internet yang saya habiskan hanya untuk stalking akun selebgram atau window shopping di marketplace. Sejak itulah saya berjanji untuk mengubah hal tersebut menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat. Saya ingin 2021 menjadi awal saya yang baru, saya ingin berubah, ingin berbagi kebaikan, ingin membahagiakan, mampu membangkitkan kesadaran dan tentu saja bermanfaat untuk sesama. Untuk itulah saya kembali menulis dan ngeblog. Saya tidak ingin waktu yang singkat ini sia-sia sementara saya belum memiliki jejak yang bisa diingat.

Menulis tak pernah sesulit yang kita bayangkan, hanya saja mungkin kita belum benar-benar mencintai aktivitas menulis itu sendiri. Apalagi di era digital saat ini, dengan akses internet yang semakin memudahkan kita. Kita bisa menulis dimana saja, selama ada gadget dalam genggaman. Motivasi yang kuat dan kemudahan teknologi saat ini harusnya membuat kita memulai ikhtiar baru dan meyakini bahwa menulis itu mudah. Bukankah kenyataan hari ini kita sudah lebih sering menulis daripada berbicara terutama di media sosial. Ingat-ingat saja berapa kali dalam satu hari kita update status di facebook, berkicau di twitter, membuat caption panjang di Instagram atau update story di whatsapp. Dan dari sekian literatur yang saya baca kunci bisa menulis ya harus menulis. Kalau kata Kuntowijoyo, syarat untuk menjadi penulis itu ada tiga, menulis, menulis, menulis. Jadi tunggu apalagi, mulailah menulis.

Kalau kamu ingin mengenal dunia maka membacalah, tapi kalau dunia ingin mengenalmu maka menulislah

 

Salam,

Pipit Piharsi

NPA. 27030400342

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed