oleh

Wafel Hangat dan Gula Mapel

-Kuliner, Puisi, Terbaru-Telah Dibaca : 96 Orang

wafel

Suatu pagi aku menunggu
Sendiri di sebuah kafe
Masih begitu pagi, pilihannya jadi hanya itu
Aku perlu energi, kupilih wafel

Kopi pun tak ada
Belum jam delapan, kata petugas
Aku menciut, kupilih teh hangat
Tehnya tak enak, tapi aku perlu minuman hangat

Wafel disajikan hangat
Aku suka penampilannya
Seperti jaring kotak
Ia disajikan bersama sirup gula mapel cokelat

Kupotong wafel jadi dua bagian
yang separuh kutuang sirup gula
kubiarkan sirupnya meresap
rasanya jadi krenyes manis sedap

Lainnya kubiarkan polosan
Andaikata ada mentega pasti lebih enak
Melihat mentega meleleh di atasnya
pemandangan yang menggiurkan

Sebuah wafel dan gula mapel
Aku merasa kenyang
Kuhirup teh
Tehnya jadi hambar

Gambar: dokpri

Tentang Penulis: Dewi Puspasari

Suka menulis dan berkhayal. Juga menulis di blog https://dewipuspasari.net, pustakakulinerku.com, keblingerbuku.com, dan kompasiana.com/dewi_puspa

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed