oleh

Bangkitlah anakku Hari esok masih ada

-Terbaru-Telah Dibaca : 136 Orang

36.​​​​​KAU TIDAK SENDIRI

Jika kau baca beberapa refensi penelitian nasional maupun internasional, aktif juga membaca beberapa grup komunitas, melihat beberapa panti, rumah sakit serta fasilitas kesehatan lainnya di Indonesia dan seluruh dunia. Banyak sepertimu Kahfi. Kau tidak sendiri

Bahkan ada beberapa nama orang genius dan terkemuka yang pengidap skizofrenia antara lain:

1. John Nash, Jr., PhD. Matematikawan Amerika pemenang Hadiah Nobel
2. Jim Gordon. Drumer profesional di Dunia
3. Veronica Lake. Bintang film terkenal Hollywood tahun 1940-an
4. Lionel Aldridge.bintang sepakbola terkenal tahun 1960-an
5. Vincent van Gogh. Pelukis impresionis ternama dari Belanda
6. Peter Green. Pendiri kelompok musik Fleetwood Mac
7. Cecilia McGough, Astronom dan activis
8. Darrell Hammond. Stand-up commedian yang lucu dan aktor terkenal dengan kemampuan impresinya
9. Elyn Saks. Profesor bidang Hukum, psikology, psikiatri dan ilmu perilaku di Universitas California
10. Camellle Claudel. Pematung ternama pada abad ke 20
11. Syd Barret. Pendiri band Progresif Rock
12. Vaslav Nijinsky. Seniman balet abad ke 20
13. Eduard Einstein. Putra ilmuan Fisikawan teoretis Albert Einstein dari Jerman.

Gangguan Jiwa termasuk dalam kelompok non communicable diseases atau penyakit tidak menular, seperti halnya masalah gizi, jantung, kanker, ginjal, asma, diabetes, hipertensi, cidera dan lainnya. Untuk saat ini Indonesia memiliki prevalensi orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) sekitar 1 dari 5 penduduk, artinya sekitar 20% dari populasi di Indonesia itu mempunyai potensi-potensi masalah gangguan jiwa. Untuk gangguan jiwa serius atau berat yang didiagnosa sebagai skizofrenia, mengacu pada prevalensi Badan Kesehatan Dunia (WHO) ada sebesar 1%. Jadi diperkirakan jumlah pasien skizofrenia di Indonesia sekitar 2,6 juta orang.

Hasil Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar) tahun 2018menunjukkan prevalensi skizofrenia/psikosis di Indonesia sebanyak 6,7 per 1000 rumah tangga. Artinya, dari 1.000 rumah tangga terdapat 6,7 rumah tangga yang mempunyai anggota rumah tangga (ART) pengidap skizofrenia/psikosis Secara umum sebanyak 84,9% pengidap skizofrenia/psikosis di Indonesia telah berobat namun belum tentu rutin. Tercatat sebanyak 48,9% penderita psikosis tidak meminum obat secara rutin dan 51,1% meminum secara rutin. Selain itu, terdapat masalah lain di mana pengidap skizofrenia/psikosis dipasung oleh keluarganya. Proporsi rumah tangga yang memiliki ART pengidap skizofrenia/psikosis yang dipasung sebanyak 14%.

Grup Facebook Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia yang beranggotakan lebih 80.000 orang terdiri dari ODS, caregiver, psikiater, psikolog, peneliti, dan orang-orang yang bersimpati dan peduli. Pendiri dan Ketuanya adalah Bagus Utomo. Grup ini setiap saat selalu ramai dengan berbagai sharing ilmiah, pertanyaan, keluhan, curhat, cerita pengalaman, komen, sharing pendapat, pengarahan dan sebagainya. Bagus Utomo sendiri adalah caregiver dari kakak kandungnya yang mengidap Skizofrenia sejak beberapa puluh tahun yang lalu. Dari awal pengalaman ketidaktahuan tentang skizofrenia inilah membuat keluarga ini puluhan tahun mencari pengobatan yang kurang tepat: alternatif, orang pintar, pemburu jin, panti jiwa tanpa pengobatan medis, akhirnya setelah sangat terlambat baru ke pengobatan medis.

Terkait kecerdasan ODS dan ODB, ada beberapa pendapat antara lain.

:“Aku rasa memang benar, sebagian besar penyintas ataupun penderita Skizofrenia dan Bipolar yang bisa lebih cepat stabil biasanya punya kecerdasan di atas rata-rata dan terbiasa berpikir sistemik secara logis.”

:“Apakah kecerdasan jadi berkurang karena penyakit mental? Kalau aku sih nggak, kubandingkan tes IQ zaman SMA sama tes terakhir setelah sakit dan berobat rutin 3 tahun hasil tes IQ ku tetap sama. Namun mental memang jauh perbedaannya. Aku lebih cenderung malas bergaul, menjauhi keramaian, betah di rumah dan kurang bersosialisasi dengan lingkungan sekitar padahal dulu aku gampang sekali bergaul dengan siapa saja.”

Peristiwa bullying dan stigma (sikap negatif) masih sering terjadi di kalangan masyarakat kita. Karena masih banyak masyarakat yang tidak mengetahui tentang apa, mengapa, bagaimana penyakit ini sebenarnya. Masyarakat menganggap penyakit ini karena kutukan tuhan yang tidak bisa disembuhkan, berperilaku aneh (gila) identik dengan kekerasan dan mengganggu ketentraman masyarakat. Orang ini layak dipasung, dirantai, dikurung seperti hewan. Yang seharusnya dikasihani, ditolong, diperhatikan, disayang seperti orang dengan penyakit lainnya.

Berikut keluhan dan komunikasi antar sesama ODS dalam FB KPSI tentang saat relapsnya.

:Menurut kalian penyakit ODS itu memalukan gak yauntukmu dan keluarga?

Karena ketika aku kambuh seperti tidak sadar diri melakukan hal konyol/tidak masuk akal dan ketika sudah stabil kembali, rasanya apa yang sudah saya lakukan ketika kambuh itu memalukan sekali buat saya pribadi. Bagaimana dengan kalian?

:“Iya aku juga minder kalo pas ada acara takut ketemu orang banyak, selalu dipandang sebelah mata. Karena itu aku banyak diam, di kamar sendirian, pikiran gak karuan,hati gelisah. Badanku seperti kejang-kejang gak karuan.”

:Sama kak, aku gak sadar diri selama sebulan, teriak teriak ngamuk gak jelas, sudah sadar ya memalukan sekali. Bahkan ada beberapa kejadian membuat aku trauma. Sabar ya kak, kalau orang-orang sudah bisa mengerti penyakit ini, tentu hal ini jadi biasa.”

:” Malam teman-teman, sedih dan kecewa rasanya. Saya bipolar depresi afaktif malah ada yang bilang: “Kamukurang iman, bukan hanya setan yang menganggumu tapisifat setan ada pada diri kamu. Mana ada orang yg beriman mau bunuh diri??” Yeaah… it’s easy to judge people. Especially if we don’t know much about them…. Life it’s not easy for me with overthinking minds, sad,  depresif,  manik, panic,  and sensitive heart.”

:”Ada kalanya saya bener-bener gak bisa bangun dari tempat tidur.. Gak bisa keluar kamar karena takut.. Waswas,malu… Namun saya memaksakan diri untuk berangkat kerja walaupun ditempat kerja saya hanya diam dan tidak berani memandang wajah teman-teman apalagi ikutan nimbrung bercerita..  Namun tetap saya kuatkan diri untuk bekerja karena saya punya tanggung jawab atas masa depan dan kelangsungan hidup anak-anak saya… Saya percaya kalian juga bisa kok..  

:“Saranku, usahakan kesadaran atau tilik diri tetap stabil. Selalu minta pendapat caregiver kalau merasa adahalusinasi atau delusi, minum obat rutin dan jaga pola hidup sehat dengan menjauhkan diri dari alkohol, narkoba serta tidur malam yang cukup.”

:“Iya, semua sebenarnya bisa terkontrol dengan obat yang cocok. Jalani dengan ikhlas anggap saja penggugur dosa. Banyak hal positif bisa dilakukan, zikir ngaji doa meditasi olahraga curhat dan rekreasi. Setelah dirasa stabil mulailah bekerja dan melakukan hal-hal yang bermanfaat. Tetap semangat yaa.. Kita tidak sendiri kok. 

Komentar

Tinggalkan Balasan