oleh

Suka dan Duka pada Pembelajaran Daring

-Terbaru-Telah Dibaca : 91 Orang

Assalammualaikum warrahmatullahi wabarrakatuh. Perkenalkan nama saya Rachmah Akmalia Maharani, saya Mahasiswi AKPER POLRI angkatan 28. Disini saya akan menceritakan suka duka saya selama belajar secara daring.

Tidak terasa selama 1 semester, saya kuliah secara daring. Banyak sekali cerita dan kenangan yang telah saya lewati. Disini saya akan menceritakan satu persatu pengalaman saya selama 1 semester ini. Ketika hari pertama memulai PKKMB, saya sangat antusias mengikutinya. Karena ingin mengetahui bagaimana kuliah di akademi keperawatan.

Pada awal mengikuti mata kuliah, saya belum terbiasa belajar secara daring karena di pesantren saya yang dulu masih melaksanakan sekolah secara luring. Walaupun pada awal kelas 12 , pesantren saya sempat memulangkan para santri agar belajar secara daring. Tetapi keadaan tersebut tidak efektif maka pesantren saya melaksanakan kembali secara luring.

Pada akhirnya saya menjadi terbiasa belajar secara daring. Ada beberapa hal yang menurut saya unik dalam mengikuti perkuliahan, salah satunya ketika mata kuliah kewarganegaraan dan pancasila. Dosen kami menyuruh kami untuk membuat tugas lalu mengirimkan ke website beliau agar tulisan kami bisa dilihat oleh banyak orang.

Dosen kami menerapkan tersebut agar mahasiswa untuk berliterasi dan menuangkan ide dan pikirannya kedalam sebuah tulisan. Kami membuat tugas membaca puisi, menuliskan cita-cita di masa depan agar orang diluar sana bisa membaca karya yang telah kami tulis. Beliau juga menyuruh kami mengikuti sebuah lomba membaca cerpen yang termasuk tugas.

Walaupun mengikuti perkuliahan secara daring, kami juga datang ke kampus untuk melaksanakan praktek pada mata kuliah keperawatan dasar. Kami diajarkan bagaimana merawat pasien pada kebutuhan dasar manusia. Saya lebih suka pembelajaran praktek secara langsung daripada harus melihat video praktek. Ketika praktek secara langsung akan lebih jelas.

Lalu hal unik lainnya terjadi pada mata kuliah keperawatan dasar, yang dimana dosen kami mengajak kami mengerjakan tugas tetapi dengan menggunakan quiz. Nanti kami akan dibagikan link untuk masuk kedalam sebuah quiz tersebut lalu menjawab pertanyaan yang sudah dibuat oleh dosen kami dengan memilih pilihan yang tersedia dengan waktu 20 detik untuk 1 soal.

Selama perkuliahan secara daring, Alhamdulillah saya tidak merasa kesulitan dalam beradaptasi dan mudah bersosialisasi dengan teman-teman saya. Menurut saya perkuliahan secara daring mempunya sisi positif dan negatif. Sisi positifnya, menambah pengetahuan teknologi yang sudah maju dan kita tidak tertinggal dengan negara-negar lainnya.

Adapun sisi negatifnya, saya tidak dapat fokus dengan pembelajaran ketika jaringan tidak stabil, kondisi lingkungan yang tidak kondusif dan lain-lain. Tetapi mau bagaimana lagi, kasus covid masih bisa terus terjadi apalagi dipenghujung tahun ini, yang katanya akan terdapat varian Covid-19 terbaru yang bernama ‘omicron’. Kita berdoa saja agar kasus yang terjadi di Indonesia menurun dan tidak ada lagi varian baru dari covid.

Ketika belajar secara daring, saya pun menjadi teringat kembali ketika saya di pesantren. Rindu belajar tatap muka bersama teman-teman, bertemu dengan guru, pulang sekolah bersama menuju rumah makan untuk makan siang. Tetapi sekarang ketika belajar kita hanya menatap laptop dengan gambar teman dan dosen dilayar.

Penghujung cerita ini saya ingin berpesan, ‘tetap semangat belajar, pembelajaran daring tidak akan menjadi penghalang untuk menggapai cita-cita kita dan ini hanya sementara. Semoga lekas membaik agar kita dapat bertemu kembali’. Terima kasih.

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed