oleh

# KMAB Ardiansyah Orang Indonesia Ketiga yang Meraih Gelar Grandmaster

-Berita, Karir, KMAB, Olahraga, Peristiwa, Tokoh, YPTD-Telah Dibaca : 251 Orang

(GM Ardiansyah Dok: players.chessbase.com)

Grandmaster (GM) adalah gelar tertinggi yang diberikan oleh organisasi catur dunia, Federation Internationale des Echecs (FIDE). Suatu kebanggan yang luar biasa bagi atlet catur untuk menyandang gelar Grandmaster. Gelar Grandmaster dipegang seumur hidup.

Setelah dianugerahkan oleh organisasi catur dunia (FIDE) kepada para pemain catur berprestasi yang memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan oleh FIDE, seorang pecatur akan selalu menjadi Grandmaster. Sampai saat ini Indonesia baru menghasilkan delapan pecatur masuk dalam jajaran penyandang gelar Grandmaster dalam cabang olahraga catur sejak Indonesia merdeka.

Dalam tulisan ini, saya akan menuliskan sepak terjang Grandmaster kebanggaan Indonesia dalam cabang olahraga catur. GM Ardiansyah, pecatur terkemuka Indonesia kelahiran 5 Desember 1951 di Banjarmasin. Dalam tulisan sebelumnya, saya sudah menuliskan sepak terjang Utut Adianto orang Indonesia kedua yang meraih gelar Grandmaster.

GM Ardiansyah merupakan salah satu pecatur terbaik yang pernah dimiliki Indonesia. Prestasi hebatnya dari tahun 1969 hingga tahun 2013, GM Ardiansyah adalah salah satu pecatur terkemuka di Indonesia.

Kejuaraan di level nasional yang pernah diikuti antara lain Kejuaraan Nasional. Untuk level Nasional, Ia memenangkan Kejuaraan Nasional Catur pada tahun 1969, 1970, 1974, 1976 dan tahun 1988.

Kejuaraan di level internasional yang pernah diikuti antara lain South East Asian Zonal, Manila Tournament, Bauang Tournament, Asian Master Tournament, Marlboro Chess Classic Manila, 2nd Asia TCH Final, Brisbane Tournament, First Lady’s Cup Tournament, Rubinstein Memorial 21st Tournament Polandia, 5th Asian Cities Championship, Beijing Open, Penang Wah Seong IM, 2nd Inonesia Open Chess Championship Tournament, 3rd Inonesia Open Chess Championship Tournament hingga Olimpiade Catur.

Gelar Master Nasional diraih tahun 1969, gelar Master Internasional (IM) diraih di tahun yang sama 1969. Ardiansyah butuh waktu 17 tahun untuk memperoleh gelar internasional tertinggi untuk pecatur Grandmaster (GM).

Pecatur terbaik Indonesia GM Ardiansyah (rating Elo tertinggi 2480) menjadi orang Indonesia ke tiga yang meraih gelar Grandmaster (GM) tahun 1986 melalui salah satu Olimpiade Catur yang diikutinya di Dubai, Uni Emirat Arab. Pengalaman memperkuat team Olimpiade Catur Indonesia sudah sebelas kali, yang pertama tahun 1970, kemudian berturut-turut dari tahun 1972 sampai dengan tahun 1990 (kecuali tahun 1976), dan terakhir tahun 1996. Prestasi yang diraih dari ke sebelas Olimpiade tersebut adalah 76 point dari 144 partai atau 52,8 % dengan perincian 54 kali menang, 44 kali remis, dan 46 kali kalah.

Prestasi lain GM Ardiansyah antara lain, meraih medali emas catur beregu Pekan Olahraga Nasional bersama regu Kalimantan Selatan, meraih dua medali perak dan dua medali perunggu catur beregu Asia bersama regu Indonesia. Selain bermain catur, Ardiansyah juga pernah bekerja di BNI di Jakarta. Ardiansyah meninggal dunia pada tanggal 28 Oktober 2017 dalam usia 66 tahun.

Komentar

Tinggalkan Balasan