oleh

Celoteh Anak Melayu Pesisir Pulau ” Ketidaksadaran “

” KETIDAKSADARAN “

 

Raja sinar mulai memancar

Menampakkan wajahnya kekuning-kuningan di sebalik awan

Tetap terang memberi seri

Wajah terpapar malu untuk bersandar

 

Pagi itu cerah tapi mencekik

Para tua renta mengayuh sepeda,sarung kumuh terikat di pinggang

Dengan ontel tiada nama,serta rupa

Tiada malu jalankan kuasa

Tak kenal lagi pagi atau siang buta

 

Anak anak kecil juga melata lata

Semua rimba dilewatinya,mencari tempat terlepas dahaga

Membolak balik tong yang ada isisnya

Tak kira bau busuk,terus mengkais besi besi tua

Seaka mencari emas permata

Demi sesuap nasi,menahan perut  meronta ronta

Tak peduli yang penting bernyawa

 

Kita terlalu lama dibudak kerdilkan ditanah sendiri

Bahkan tinggal dipersimpangan jalan

Tetap buntu dilewati

 

Kita kuasa tetapi lumpuh

Tanah kiita kaya  raya tetapi buta

Tak mampu berdiri sendiri hanya dengan satu kaki

 

Perut kita terus terisi

Memberi harapan menuju mati

Sengaja membutakan mata,tak padang  tanah sebelah kiri

Dengar….belapiskan tuli

 

Jangan..

Jangan..

Teriak sura keras tak memberi makan

Tanah kita kuat

Tanah kita mampu

 

Lihatlah mayat tua renta tak beralas pakaian

Budak kerdil kecil menadahkan tangan

Pucat lesu berkulit hitam

Tanah kita kaya,tertutup ketidakberdaya,ketidaksadaran

Karena tanahku ada sempadan

 

Tak mungkin terus meminta

Aku tau….

Tanahku kaya,tetapi wajah dalam dekam ketidaksadaran

 

 

Karya : Raja zainol afandi,S.Pd.SD

 

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed