oleh

Celoteh Anak Pesisir Pulau”Surat Cinta,Kasih Sayangku Kepada Guruku Zaman Kuno”

Berbicara tentang permasalahan pendidikan akhir-akhir ini di Negeriku,menjadikan suatu inspirasi untukku menulis menyampaikan kenyataan yang sebenarnya.Pendidik(Guru) sangat berbeda

apa yang telah ia rasakan pada saat ini dan dahulu.Permasalahan ini sebenarnya akan menjadi sebuah akar masalah agar pemerintah benar-benar

menghargai nasip para guru zaman kini.Belajar dari pengalaman ketika Wai menjadi seorang murid dengan murid sekarang sudah berbanding terbalik.Ketika Wai

ingin masuk Sekolah Dasar para orang tua langsung berjabat tangan menyerahkan anaknya kepada pendidik(Guru)untuk mengajar juga mendidik.Mengapa demikian?Supaya anak-anaknya benar-benar dapat menerima ilmu yang bermanfaat dari gurunya.Dan para orang tua dahulu menyerahkan sepenuhnya kepada pendidik(Guru) untuk membentuk karakternya yang berilmu dan berakhlak baik.Di zaman keginian sudah jauh berbeda.Sering kali para Pendidik(Guru)di laporkan sebagai tindak kekerasan.Sehingga ketika murid datang ke sekolah hanya belajar saja.Pendidik(Guru)takut untuk memberikan tidakan pembinaan akhlak agar murid tersebut mempunyai rasa jera,salah memberikan suatu tindakan balasanaya untuk guru sebuah laporan.

Apakah kita tidak merasa khawatir dengan kondisi pendidikan saat ini?Jika Pendidik(Guru)memberikan suatu tindakan yang sifatnya pembinaan karakter.Lihatlah kenyataanya bahasa-bahasa

yang tak pantas untuk diucapkan terkadang sudah menjadi makanan sehari-hari.Jika Pendidik(Guru)melakukan penindakan disiplin seperti,Pakaian seragam sekolah,rambut,kuku dan disiplin lainya justru

seringkali Pendidik(Guru)disalahkan.Entahlah Wai juga binggung melihat pendidikan saat ini.Salah dalam bertindak akan mendapatkan tidakan pelangaran HAM.Padahal para-para pemimpin negeri ini yang sudah menjadi kaum ternama semuanya hasil dari didikan seoarang guru.

Kita sebagai Pendidik(Guru) dari tingkatan terendah Paud,TK,SD/MI,SMP/MTS,SMA,SMK/MA sampai ke peguruan tinggi, hari ini murid-murid yang kita didik semuanya telah sukses.

Berkat dari jasa-jasa Pahlawan Tanpa Tanda Jasa.Penindakan yang diberikan oleh guru adalah melatih bagai mana seorang murid dapat mematuhi

aturan sekolah serta bertanggung jawab atas kesalahan yang ia lakukan.

Jika hari ini aku menjadi seorang Pendidik(Guru)semua itu berkat dididkan guruku zaman kuno.Guruku tidak hanya mengajar akan tetapi mereka terus

mendidik agar aku menjadi murid yang berakhlak.Wai masih ingat ketika diberikan tugas PLT disalah satu sekolah di Negeri ini.Baru sekitar tiga bulan bertugas disana.Guru SMP Wai mengambil kunci motor muridnya karena ngebut dijalanan ketiga berangkat kesekolah dan stending menggunakan satu ban.Wah kreeeeennnn!Wai yang memberikan perintah untuk diambil kunci motornya dan diberikan nasehat.Hasilnya guru di sekolah Wai di acungkan dengan sebilah parang.Sungguh luar biasa.Akihnya Wai layangkan surat panggilan pada orang tuanya untuk hadir kesekolah menyelesaikan permasalahan tentang anaknya.

Esok harinya orang tuanya hadir disekolah wai ,untuk mendengarkan penjelasan dari Wai sebagai Kepala Sekolah.Wai sampaikan kepada orang tuanya.”Maaf pak.Terima kasih sudah hadir untuk memenuhi undangan kami.Maaf jika saya menganggu kegiatan bapak pada hari ini.Waipun berkata”maaf pak,semalam anak bapak ngebut dijalan dengan menggunakan seragam sekolah disaat mau berangkat kesekolah.Maaf pak,anak bapak setnding bawa motornya menggunakan satu ban dan guru saya setelah anak bapak tiba disekolah langsung ambil tindakan.Maaf pak yang sangat-sangat saya khawatirkan nyawa kita ngak ada serapnya.Jika ada nyawa serap saya tidak akan menggambil tindakan ini dan menasehati anak bapak.Seandainya anak bapak meninggal pada saat itu bapak sudah kehilangan harapan masa depan.Seandainya saya,bapak dan juga anak bapak ada nyawa serapnya mungkin saya biarkan saja.Paling-paling ketika anak bapak jatuh parah hidup kembali.Orang tuanya langsung menangis ketika Wai memberikan pandangan padanya.Maaf pak coba bapak lihat segitunya kami menaruh perhatian kepada anak bapak.Karena kami tidak mau masa depannya gagal karena ulahnya.

Orang tua murid meminta maaf karena membela anaknya yang salah.Kami juga sebagai guru sangat menyayangi semua murid tanpa ada rasa membeda-bedakan.Ratusan kepala yang harus kami didik dengan beranekaragam pola pikirnya.Kami tetap memberikan cinta,kasih sayang seperti anak kami sendiri pak.Wah! tangisan orang tuanya semakin kuat karena menyesal.Maaf pak.Kali ini saya maafkan dan bapak tetap menandatangi surat perjanjian diatas matrai,agar tidakan yang bapak lakukan tidak terulang kembali untuk semua pendidik.

Berbagai macam rintangan yang Wai hadapi bersam pendidik lainya ketika bertugas di pesisir pulau.Dan hari ini Wai sedih masih ada saja orang tua yang selalu menyalahkan Pendidik(Guru).Padahal kami Pendidik(Guru) jika dibariskan besaran jasa kami,kami masih di urutan yang teramat terbelakang.

Pendidik dahulu adalah Pahlawan yang sangat sempurna dimata Wai.Ketika Wai masih SD Wai menagis malu jika tak dapat menjawab pertanyaan guru baik itu perkalian,tugas rumah dan lainya.Tapi kini sudah berlari lain arah.Pendidik(Guru)menjadi takut dan kecut untuk memberikan sebuah sangsi yang bersipat mendidik karakternya agar berakhlak.Fungsi kita Pendidik(Guru) hanya mengajar saja pada saat ini.Padahal zaman sudah Wawwww.

Mengapa semua ini menjadi sirna?Karena sudah ada namanya HAM.Maaf bicara celoteh anak pesisir pulau lewat tulisan ini.Mohon jangan salahkan kami sebagai Pendidik(Guru) jika murid yang kami didik hari ini kuarang akhlaknya tidak sesuai apa yang diharapkan para orang tua.Maaf kami takut Bapak/ibu?Salah ambil tindakan kami dilaporkan.

Kita harus bersama-sama untuk kembali memperbaiki moral juga akhlak anak-anak kita.Kasihan anak-anak kita.Keja sama harus terus kita jalin dengan baik agar tiada dusta diantara kita.

Disaat Wai SMP di didik oleh bapak guru H.Sugianto,dan guru lainya walaupun kami besar badanya berotot,tetapi kami takut pada guru,karena orang tua kami berpesan “Nak ,siapaun guru yang mendidik dirimu mereka adalah orang tuamu“.Hormati guru-gurumu seperti kamu menghormati ayah dan ibu.Ayah dan ibu tidak mau mendengar jika kamu punya masalah disekolah,siap-siap kamu jika pulang kerumah.Itulah bahasa penegasan orang tua dahulu.Dan hari ini Pak Guru Wai menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karimun.Sedangkan Wai menjadi Kepala Sekolah,semua ini didikan guru zaman dahulu.Wai yakin mereka para pendidik(Guru)dahulu sudah tentu bangga pada anak didiknya yang dapat menoreh kejayaan dari ilmu yang telah diberikannya.

Zaman dahulu jika bertemu guru di jalan rasa takut ada pada diri kita.Karena kita benar-benar menghormati guru.Jika kita tidak bersekolah tanpa alasan sudah pasti kita tidak berani untuk keluar rumah.Dan besoknya ketika kita dipanggil sudah pasti kita menjawabnya jujur tak berani berbohong.Saat ini kebohongan sudah menjadi makanan sehari-hari.Apa salah sebenarnya.

Waktu Wai SMA Ayahnda M.Rasid Nur pernah memberikan sangsi hormat bendera karena Wai bersalah.Wai tetap jalani hukuman tersebut karena Wai memang bersalah melangar aturan sekolah,karena terlambat hadir disekolah.Semua itu tujuannya melatih kedisiplinan tepat waktu.Hari gini jangan salah bro,pasti dilaporkan.Aneh kan?Emang Aneh kata Bang Entong.

Wai sangat sedih melihat Pendidik(Guru)saat ini.Dahulu jika ada Guru masuk kehutan mencari kayu bakar,terlihat oleh muridnya dengan bergegas mengatakan Pak kami ikut ya bantu bapak cari kayu bakar.Kini hanya berkedip mata saja untuk tegur sapa jauh sekali.Maaf, ikan saja sebagai makanan guru dan kelurganya tak repot-repot membelinya,murid-murid ada saja yang memberikan sebagai rasa terima kasih atas didikannya walaupun masih bersekolah atau sudah jadi jutawan.Pendidikan zaman dahulu sangat-sangat memberikan kesan yang luar biasa.Moral terukur,akhlak juga terukur.

Jika Wai tidak sholat maka guru agama Wai akan datang kerumah menjemput wai dengan satu rotan kecil.Wah…Wai pun takut.Apa kata orang tua Wai ,bagus pak guru marahkan anak saya,biar dia tahu manfaat sholat.Orang tua selalu mendukung penuh.Wai rambut panjang ketika dirazia langsung dipangkas oleh guru,pulang diruah baru dirapikan.Apa kata orang tua Wai ,”pandan muke,ayah suruh gunting rambut tak engaku hebok.Ini pelajaran yang berharga buatmu Nak“.Maksudnya tak dengar cakap orang tua.

Dahulunya Wai juga sering membantu guru Wai akat beras.Karena guru jaman kuno dapat beras.Semua murid-murid yang turun tanggan.Pokonya guru tidak bolah bekerja dan kotor tanggannya.Begitulah perhatian murid-murid dulu terhadap gurunya yang banyak memberikan jasa yang luar biasa.Ketika Wai sekolah dulu belajar hanya sedikit akan tetapi pembinaan karakter moral juga akhlak dua hal ini terus dibina.Al hasil pendidikan dulu murid-muridnya punya karakter yang sopan dan santun.Buang sampah sembarangan saja takut.Tidak piket kelas takut.Sangat-sangat menghargai didikan gurunya.

Wai melihat juga menatap penomena saat ini pendidik(Guru) sudah jauh surut untuk menghargai jasanya.Sudah jauh di pojok dan terpojok.Wai berharap kepada pemerintah agar benar-benar mengedepankan jasa-jasa guru.Kualitas kesejahteran juga diperhatikan.Lihatlah di Negara luar, Guru sangat-sangat diutamakan dan dijaga dengan baik.Padahal mereka dari luar sana banyak belajar pendidikan dari Negeri kita.

Berdekatan di hari Pahlawan.Wai berharap ada yang waowwww untuk pendidik(Guru) di Negeri ini.Wah jika wai ada kesempatan untuk bertemu dengan Mas Kick Endy Wai akan ceritak perasanan Wai untuk menyelamatkan Pendidik(Guru) Negeri ini.

Wai ingin anak-anak Negeri ini kembali pada pendekatan Moral dan Akhlak agar Negeri ini akan dicucuri rahmat yang luar biasa dari Allah Swt.Aamiin

Semoga kami Pendidik(Guru) benar-benar dijaga oleh Negara apapun itu.

Komentar

Tinggalkan Balasan

4 komentar

  1. Siap Ayahnda.Ayahnda tidak hanya seorang pendidik yang pantas ananda tiru,akan tetapi sangat banyak pembelajaran yang teramat berharga ketika ananda dididik oleh Ayahnda.Jika hari ini Ananda berhasil sudah tentu didikan yang ayahnda berikan kepada kami semuanya telah tercapai.