oleh

TUMBANG BUKAN SEMBARANG TUMBANG

-Terbaru-Telah Dibaca : 157 Orang

Abraham Raubun, B.Sc, S.Ikom

Tumbang di sini bukanlah berarti rebah, jatuh atau runtuh sebagaimana dijelaskan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).  Tumbang di sini adalah akronim dari kata tumbuh kembang. Akronim dimaknai sebagai suatu kependekan berupa gabungan huruf atau suku kata, atau bagian lain yang di tulis dan dilafalkan  sebagai kata yang wajar.

Istilah tumbang dalam hal ini lazim dikaitkan dengan bertumbuh dan berkembangnya bayi dan anak balita. Tumbuh adalah bertambahnya ukuran fisik, seperti berat da tinggi badan. Kembang ialah bertambahnya kemampuan struktur dan fungsi tubuh menjadi lebih kompleks, misalnya kemampuan bayi bertambah dari berguling menjadi duduk, berdiri dan berjalan. Kemampuan ini harus sesuai dengan umurnya, atau standar yang disebut tonggak perkembangan anak.

Pemantauan tumbuh kembang penting dilakukan pada bayi dan anak balita. Ini suatu kegiatan untuk menemukan secara dini adanya penyimpangan pertumbuhan (status gizi kurang atau buruk, anak pendek panjang atau tinggi badannya tidak sesuai dengan umurnya. Selain itu untuk menditeksi penyimpangan mental emosional anak (gangguan konsentrasi dan hiperaktif). Dengan kata lain pemantauan tumbuh kembang bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan perkembangan anak serta menemukan secara dini adanya gangguan tumbuh kembang sehingga dapat ditindaklanjuti segera agar kualitas hidup anak lebih baik. Ini merupakan hak anak sebagaimana dijelaskan dalam Undang-Undang tentang hak anak.

Pemantauan tumbuh kembang sangat dianjurkan. Ada acuan yang dapat digunakan untuk bayi yaitu dianjurkan untuk melakukannya setiap bulan. Sedangkan untuk anak usia 12-24 bulan dianjurkan setiap tiga bulan dan diatas 24 bulan sampai 72 bulan dilakukan setiap 6 bulan. Skrining pertumbuhan dilakukan dengan pengukuran antropometri. Untuk pengukuran status gizi bayi dan balita misalnya, juga menggunakan metode antropometri yaitu menjadikan ukuran tubuh bayi dan balita sebagai alat menentukan status gizi.

Mengapa ukuran ini digunakan, karena memang perubahan gaya hidup, gizi dan komposisi etnis dari masyarakat dapat membuat perubahan ukuran tubuh. Perubahan ini terjadi disebabkan oleh pertambahan dan pembelahan sel yang akumulatif. Jadi pada dasarnya menilai status gizi dengan metode antropometri adalah menilai pertumbuhan dalam pengertian pertambahan sel yang memiliki batas waktu tertentu. Secara umum pertambahan akan berhenti pada umur 18-20 tahun, meskipun ada juga pertambahan sel yang berhenti pada usia sebelum usia 18 tahun atau masih bertambah pada usia setelah 20 tahun.

Untuk memantau pertumbuhan dilakukan dengan menimbang berat badan, mengukur panjang/tinggi badan, mengukur lingkar lengan atas atau lingkar kepala dan membandingkannya dengan umur. Data itu kemudian di cantumkan ke dalam kurva pertumbuhan sesuai dengan umur dan jenis kelamin yang sudah terstandar misalnya yang ada dalam buku Kesehatan anak. Sedangkan skrining perkembangan dapat dilakukan dengan melakukan pengamatan kangsung pada bayi atau anak oleh petugas Kesehatan dan juga menggunakan kuesioner yang dijawab oleh orang tua atau menggunakan buku Kesehatan ibu dan anak.

Dalam pemantauan tumbuh kembang ini peran orang tua penting demikian juga peran pemerintah. Pemerintah membuat panduan terkait pelaksanaan tumbuh kembang anak. Panduan ini tertuang dalam Permenkes nomor 66 tahun 2014 tentang pemantauan, perkembangan dan gangguan tumbuh kembang anak. Panduan itu mencakup antara lain diteksi dan penanggulangan tumbuh kembang, diteksi penanggulangan perilaku dan penanggulangan masalah kejiwaan, diteksi dan penanggulangan penyimpangan daya lihat dan daya dengar dan sebagainya.

Terdapat 4 aspek yang perlu dinilai dalam tumbuh kembang anak yaitu antara lain:

  • Motorik kasar dan halus: seperti berjalan lurus , berdiri dengan 1 kaki selama 11 detik, menggambar dengan 6 bagian, menggambar orang lengkap, menangkap bola kecil dengan kedua tangan, menggambar segi empat dan sebagainya
  • Kemampuan berbahasa dan kognitif: seperti mengerti arti lawan kata, mengerti pembicaraan orang menggunakan 7 kata atau lebih, menjawab pertanyaan tentang benda terbuat dari apa dan kegunaannya, mengenal angka dan bisa mengenal angka 5-10, mengenal warna-warni
  • Emosi dan psikososial: seperti berpakaian sendiri tanpa dibantu

Peran keluarga terutama orang tua sangat penting dalam mencapai tumbuh kembang anak yang optimal. Kasih sayang dan perasaan aman bagi anak, Kesehatan fisik dan sosial, makanan yang cukup bernilai gizi seimbang, kesempatan untuk memperoleh stimulasi tumbuh kembang dan Pendidikan dini di keluarga dan masyarakat, melakukan kegiatan yang sesuai dan menarik minat serta memberikan kesempatan anak bermain permainan yang merangsang perkembangan anak adalah hal-hal yang perlu diberikan oleh keluarga atau orang tua kepada anak.

Anak adalah titipan Tuhan yang harus dipelihara dan dilindungi serta dipenuhi hak-haknya untuk bertumbuh dan berkembang secara optimal, karena mereka juga generasi masa depan untuk negara dan bangsa.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed