oleh

DARI BULU AYAM BERALIH KE BULU ANGSA

-Terbaru-Telah Dibaca : 84 Orang

Abraham Raubun, B.Sc, S.Ikom

Musashino Forest Sports Plaza di Tokyo pada 2 Agustus 2021 diguncang luapan gembira. Sang Saka Merah Putih itu dengan perlahan dan anggun membumbung naik diiringi lagu Indonesia Raya.
Ribuan mata terpesona diarahkan menatap dua anak bangsa yang berdiri tegap menghormat dengan mata berkaca-kaca. Dalam dadanya tentu gemuruh pekik kemenangan penuh gembira berbaur bangga menyatu dengan rasa haru.

Atlet Indonesia Apriyani Rahayu dan Greysia Polii berhasil mempersembahkan medali emas pertama bagi Indonesia dari cabang bulu tangkis ganda putri dalam ajang olimpiade yang bergengsi di Tokyo. Suatu perjuangan yang tidak mudah. Ibarat kata slogan “No pain no gain.” Namun akhirnya jerih payah dan sakit-sakit itu terobati dengan menghasilkan suatu kebanggaan bagi negara dan bangsa Indonesia.

Di ajang Olimpiade, bulu tangkis atau badminton mulai dipertandingkan pada tahun 1992. Sejak saat itu, Indonesia hingga kini sudah cukup banyak memperoleh medali. Tidak kurang dari tujuh medali emas, enam perak, dan enam perunggu pernah didapat dari cabang olahraga bulu tangkis di olimpiade.

Indonesia memang punya rekam jejak yang diperhitungkan banyak negara dalam dunia tepak bulu atau bulu tangkis ini.

Disebut bulu tangkis pasalnya ketika pemain menepak bola yang digunakan, lawan bermainnya akan menepak menangkis untuk mengembalikan kepada lawan. Demikian seterusnya sampai salah satu pemain gagal mengembalikan.

Jika mengintip berbagai catatan, awalnya bahan utama bola bulu tangkis ini adalah bulu ayam jantan. Ayam jantan dalam bahasa Inggris disebut cock. Jadi, karena ditepak bergerak bolak-balik bola yang berbahan utama bulu ayam jantan ini kemudian dikenal sebagai shuttlecock.

Meski Shakespeare mengatakan “What is a name” tetapi penamaan suatu benda pasti memiliki maksud dan sejarah tersendiri, termasuk juga asal nama shuttlecock yang menjadi alat permainan bulu tangkis.

Dahulu bahan utama bola bulu tangkis adalah bulu ayam jantan, saat ini beralih ke bulu angsa yang disusun membentuk kerucut terbuka. Bagian pangkal bolanya tebuat dari gabus yang berbentuk setengah bola.

Menarik juga jika menelusur sejarah permainan yang disebut bulu tangkis atau badminton ini. Meski ada perdebatan tentang darimana asal permainan yang telah dimulai sekitar 2000 tahun lalu, apakah permainan ini berasal dari Yunani atau Inggris, yang jelas dari Eropa kemudian menyebar ke arah timur dan mencapai Siam, Cina dan Jepang dll. Tetapi ada juga yang mengatakan asalnya dari negeri China yang dibawa ke Inggris.

Di Inggris jenis permainan ini disebut sebagai battledore and shuttlecock. Dikenal juga dengan nama badminton, lalu bagaimana asal muasal kata ini? Banyak referensi tentang sejarah bulu tangkis ini yang di tulis.

Konon permainan bulu tangkis secara kompetitif berawal dari permainan yang dimainkan oleh tentara Inggris yang ditempatkan di Pune, India, pada abad ke-19.(modul Shuttlecock/Kock Menari Indah di Udara (2017) terbitan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, olahraga). Pada saat itu, mereka memainkan suatu permainan yang disebut dengan battledores and shuttlecocks.

Permainan itu dimainkan dengan memakai dayung/tongkat (battledores) lalu mereka bersiasat untuk menjaga shuttlecocks (kok) agar tetap berada di udara alias tidak menyentuh tanah.

Para tentara Inggris yang bertugas di Pune kemudian membuat permainan itu menjadi kompetitif dengan menambahkan jaring dan memainkannya secara bersaing.

Permainan ini kemudian dibawa ke Inggris dan dimainkan pertama kali di Badminton House, sekitar 200 kilometer sebelah Barat London Inggris. Ini merupakan istana kediaman Duke of Beaufort di abad ke-17.

Badminton House, demikian nama istana tersebut yang menjadi saksi sejarah bagaimana olahraga ini mulai dikembangkan menuju bentuknya sekarang. Permainan ini kemudian dikenal sebagai Badminton.

Catatan lain menunjukkan duke dan duchess of Beaufort bermain battledore dan shuttlecock sebelum tahun 1850. Aula utara rumah itu merupakan tempat di mana bulu tangkis diperkenalkan ke Inggris pada tahun 1873.

Orang Inggris kemudian menyebarkan permainan ini ke seluruh dunia dan cepat terkenal, termasuk di Indonesia.

Kini sebagai suatu permainan yang dipertandingkan, tentu banyak hal yang berubah dari permainan aslinya. Soal Raket yang digunakan, misalnya juga mengalami perubahan yang berbeda-beda sebelum menjadi bentuk yang sekarang. Orang Yunani kuno merubah bet kayu ke dalam bingkai kayu dengan kulit domba di tengah. Kulit yang elastis membuat shuttlecock lebih mudah untuk dipukul. Sekarang raket yang digunakan ada yang dibuat dari kayu atau logam bersenar plastik yang lentur. Demikian juga lapangan untuk bermainnya menjadi bentuk dengan garis-garis pembatas.

Kini bulu tangkis sudah populer di seluruh dunia. Di Indonesia sendiri, organisasi Persatuan Bulu tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) didirikan pada tanggal 5 Mei 1951. Indonesia kemudian resmi menjadi anggota IBF pada tahun 1953.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed